Antrean Penumpang KRL Senin Pagi Kondusif, Stasiun Ramai di Jam Ini

  • Oleh : Fahmi

Senin, 26/Sep/2022 12:40 WIB
Foto:Istimewa Foto:Istimewa

JAKARTA (BeritaTrans.com) - KAI Commuter menyampaikan kondisi antrean penumpang di Stasiun KRL Jabodetabek pada Senin (26/9/2022) pagi. 

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan, dari pantauan KAI Commuter pada Senin pagi, (26/9) kondisi seluruh stasiun terpantau lancar dan kondusif. 

Baca Juga:
Viral Penumpang Wanita Terbaring di Kursi KRL, Banyak Tuai Respon hingga Mantan Menhub Ignasius Jonan

"Meski tetap terdapat antrean, namun dapat bergerak dengan lancar karena mayoritas pengguna telah memakai Kartu Multi Trip (KMT), kartu uang elektronik bank, maupun tiket kode QR untuk naik commuterline," ujar Anne dikutip dari keterangan resmi, Senin.

Saat ini KAI Commuter berlakukan seluruh stasiun sebagai Stasiun Uang Elektronik. Dengan menggunakan pilihan transaksi non tunai tersebut setidaknya para pengguna tidak perlu antre di loket untuk isi ulang setiap akan naik commuterline. Dengan demikian proses antrean tersebut dapat dimininalisir.

Baca Juga:
40 Perjalanan KRL Dibatalkan pada 9 Desember Besok, Penumpang Harus Perhatikan Ini!

Dari segi volume pengguna secara keseluruhan, hingga pukul 11.00 WIB, tercatat sebanyak 319.140 orang. persebaran pengguna Commuterline Jabodetabek pada hari kerja masih terfokus pada jam-jam sibuk pagi yaitu pukul 05.30 – 07.30 WIB, dan pada jam-jam sibuk sore mulai pukul 16.00 – 18.00 WIB. 

KAI Commuter menghimbau pengguna untuk selalu merencanakan perjalanannya dengan cermat, hindari bepergian pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari. Gunakan aplikasi KRL Access untuk mendapatkan info kepadatan di stasiun dan posisi Commuterline secara real time.

Baca Juga:
Ada SO-6 Stasiun Manggarai, Jadwal KRL pada Jumat 9 Desember Alami Penyesuaian

Sejak dimulai pemberlakukan Stasiun Uang Elektronik pada 3 September 2022 lalu, KAI Commuter mencatat sebesar 62% dari seluruh transaksi pembayaran tiket commuterline atau sebanyak 9.398.733 transaksi menggunakan KMT. Sementara itu, sebanyak 36% atau 5,37 juta lebih transaksi menggunakan Uang Elektronik Bank dan sisanya sebanyak 2% atau 248 ribu lebih transaksi menggunakan QR-Code.(fhm)