Angkasa Pura Logistik Tandatangani MoU dengan MGLOG, Kirim Kargo via Laut dan Udara

  • Oleh : Naomy

Selasa, 27/Sep/2022 14:02 WIB
Kerja sama angkutan logistik Kerja sama angkutan logistik


JAKARTA (BeritaTrans.com) - PT Angkasa Pura Logistik, salah satu anak usaha dari PT Angkasa Pura I bersama dengan PT Mitra Intertrans Forwarding (MGLOG) menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) tentang Pengembangan Bisnis dan Pelayanan Pengiriman Kargo Via Laut dan Udara.

MGLOG merupakan salah satu anak usaha Meratus Line Group yang bergerak di bidang logistik dan forwarding.

Baca Juga:
Peringatan HUT ke-60, Angkasa Pura I Gelar Donor Darah, Hasilkan 1.056 Kantong

Penandatanganan nota kesepahaman dilaksanakan Kamis (22/9/2022) oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura Logistik Danny P. Thaharsyah dengan Direktur Utama Mitra Intertrans Forwarding Budi Hartono. 

Penandatanganan MoU tersebut merupakan langkah awal bagi kerja sama kedua perusahaan untuk pengembangan integrasi dan kombinasi bisnis layanan logistik, khususnya distribusi logistik via laut dan udara.

Baca Juga:
Dongkrak Pasar Produk Lokal, BNI Sediakan Vending Machine UMKM Binaan di Bandara Soetta

Turut hadir pula dalam acara penandatanganan MoU tersebut Direktur Pengembangan Usaha PT Angkasa Pura I Dendi T. Danianto.

“Dari pandemi yang telah berlangsung dua tahun ini, kita semua belajar bahwa apa pun yang terjadi, logistik harus tetap jalan. Dengan latar belakang tersebut, negara melalui BUMN memberikan instruksi untuk memastikan sistem logistik yang lebih efisien. Dan salah satu untuk mencapai hal tersebut adalah dengan melalukan strategic partnership seperti yang saat ini kami lakukan dengan MGLOG," ujar Dendi, dalam keterangan tertulis, Senin (26/9/2022).

Baca Juga:
Angkasa Pura I Dukung Pembentukan InJourney Airports dan Transformasi Industri Aviasi

Pihaknya berharap dengan adanya kerja sama ini maka akan terbentuk konektivitas layanan darat, laut dan udara sehingga kita dapat memberikan one-stop integrated solutions untuk pelanggan.

Adapun ruang lingkup dari nota kesepahaman tersebut adalah terkait kerja sama layanan pengangkutan via darat, pengiriman port to port melalui udara, pemeriksaan keamanan kargo dan pos, pengangkutan dari pelabuhan ke pelabuhan dengan kepastian container, serta distribusi dan last mile melalui jalur darat dan/atau udara.

Direktur Utama Meratus Line Group Slamet Rahardjo menyampaikan apresiasi atas kerja sama antara Angkasa Pura Logistik dengan MGLOG.

MGLOG dan Angkasa Pura Logistik mengklaim memiliki layanan yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan internasional. 

"Dengan menyatukan kekuatan serta memaksimalkan potensi kita semua, saya yakin kita dapat memberikan pelayanan logistik intermoda transportasi terpadu, tidak hanya pengiriman via laut atau darat kini kami bisa terhubung melalui udara, tidak hanya secara domestik tapi juga ke rute-rute internasional," ujar Slamet.

Dirut AP Log Danny menyatakan optimisme dalam kerja sama antara kedua perusahaan. 

“Dengan adanya kolaborasi antara Angkasa Pura Logistik dan MGLOG ini, ada layanan yang dapat kita berikan bersama. Proses angkut lanjut dari laut ke udara terutama untuk Indonesia Timur, diharapkan akan sangat memberikan solusi untuk pelanggan. Semoga setelah ini ada banyak hal lain yang bisa kita kolaborasikan bersama,” ujarnya. 

Nota kesepahaman tersebut juga merupakan langkah awal bagi kedua perusahaan untuk meningkatkan layanan dan alternatif bandara dari forwarder, pemilik barang, serta stakeholder terkait lainnya dalam pendistribusian kargo ke area bandara yang lebih dekat dengan tujuan wilayah Indonesia Timur sehingga terdapat proses layanan yang lebih efisien, cepat, dan terintegrasi dengan Service Level Agreement (SLA) yang dibutuhkan pelanggan.

Kerja sama antara AP Log dan MGLOG yang tertuang dalam nota kesepahaman tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam percepatan integrasi layanan distribusi barang antarpulau dan antartujuan melalui jalur distribusi darat, laut, udara, dan kombinasinya.

"Dengan begitu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," pungkasnya. (omy)