Operasi Zebra Lodaya di Kabupaten Bogor Dimulai 3 Oktober, Pengendara Nakal Siap-Siap Kena Tilang

  • Oleh : Fahmi

Jum'at, 30/Sep/2022 19:30 WIB
Ilustrasi Operasi Zebra (Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik) Ilustrasi Operasi Zebra (Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik)

BOGOR (BeritaTrans.com) - Satuan Lalu Lintas Polres Bogor akan menggelar Operasi Zebra Lodaya selama dua pekan, mulai 3 Oktober hingga 16 Oktober. Operasi akan digelar di seluruh titik se-Kabupaten Bogor.

Kasat Lantas Polres Bogor AKP Dicky Anggi Pranata mengatakan, polsek-polsek di jajaran Polres Bogor juga akan turut menggelar operasi ini. “Itu di semua titik, menyeluruh. Jadi di polsek-polsek juga mengadakan. Jadi Operasi Zebra dilaksanakan menyeluruh di setiap wilayah di Kabupaten Bogor,” kata Dicky, Kamis (29/9/2022).

Baca Juga:
Tim Samsat Depok Bersama Petugas Gabungan Gelar Razia Sosialisasi Wajib Pajak Kendaraan Bermotor

Dicky mengatakan, operasi ini menyasar pengendara kendaraan bermotor yang melanggar, termasuk pengendara yang melawan arus. Kendati demikian, Polres Bogor lebih mengedepankan penanganan preventif.

“Jadi pencegahan dengan cara sosialisasi kita kuatkan di daerah-daerah, kita minta pasang rambu segala macem gitu. Penindakan adalah langkah terakhir,” tegasnya.

Baca Juga:
Operasi Zebra Lodaya di Karawang, Jasa Raharja Berharap Kepatuhan Masyarakat saat Berkendara Meningkat

Terkait waktu pelaksanaannya, Dicky mengatakan, operasi zebra akan dilaksanakan secara situasional. Operasi juga sambil menyesuaikan dengan jumlah personel yang cukup di lapangan.

Di samping itu, lanjut dia, Satlantas Polres Bogor ingin mendorong masyarakat untuk meningkatkan kesadaran saat berkendara. Apabila ada pelanggaran dengan fatalitas tinggi, polisi tetap akan menerapkan tindakan tegas berupa tilang.

Baca Juga:
Duh! Susahnya Petugas Razia Sampai Bujuk Truk Agar Masuk Jembatan Timbang Losarang

“Iya, kita mengimbau tidak berhenti-berhenti. Cuma saat ini apabila ditemukan pelanggaran kasat mata yang menyebabkan pelanggaran fatalitas tinggi, ya kita lakukan penindakan. Di daerah-daerah rawan pelanggaran juga,” ujar Dicky. (fhm/sumber:republika)