Angkasa Pura I Raih 2 Penghargaan dari Kementerian ESDM

  • Oleh : Naomy

Rabu, 05/Okt/2022 18:51 WIB
Dirtek Angkasa Pura I tmenerima penghargaanndaei Kementerian ESDM Dirtek Angkasa Pura I tmenerima penghargaanndaei Kementerian ESDM

 

JAKARTA (BeritaTrans.com) - PT Angkasa Pura I berhasil meraih prestasi dalam ajang Penghargaan Subroto Bidang Efisiensi Energi (PSBE) Tahun 2022 yang diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM).  

Baca Juga:
Menhub Lepas 375 Jemaah Umroh dengan Lion Air dari Bandara Kertajati

Angkasa Pura I berhasil meraih dua penghargaan dalam PSBE Tahun 2022, yaitu Peringkat 1 pada "Kategori Manajemen Energi pada Industri dan Bangunan Gedung Sub Kategori Gedung Besar" yang berhasil diraih oleh Bandara I Gusti Ngurah Rai, dan Peringkat 3 pada "Kategori Gedung Hemat Energi Sub Kategori Gedung Hijau" yang berhasil diraih Bandara Internasional Yogyakarta.

Pada keikutsertaannya dalam ajang ini, Angkasa Pura I mengirimkan perwakilan peserta yang terdiri dari Jimmy Yan Eka Putra Tampubolon dan Abdullah Faqih Ulumidin yang mewakili Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, serta Panggih Kurnia Adhi, Ersan Wijayanto, dan Fahmi Adhi Prayoga yang mewakili Bandara Internasional Yogyakarta.

Baca Juga:
Besok Jamaah Umroh Kembali Terbang dari Bandara Kertajati

Penghargaan PSBE merupakan bentuk penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Kementerian ESDM kepada stakeholder yang berhasil melaksanakan program efisiensi energi, konservasi energi, dan penurunan emisi gas rumah kaca atau greenhouse gas.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi menyambut baik penghargaan yang berhasil diraih tersebut dengan antusias. 

Baca Juga:
Hingga Oktober Pergerakan Penumpang di Bandara Angkasa Pura II Tembus 52 Juta

"Pencapaian yang berhasil diraih dua bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura I tersebut merupakan penegasan dan wujud apresiasi atas komitmen Perusahaan dalam mewujudkan misi memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan," ujar Faik Fahmi, Rabu (5/10/2022) petang.
 
Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dan Bandara Internasional Yogyakarta merupakan dua bandara, yang secara konsep dan dalam operasionalnya sangat memerhatikan aspek-aspek pelestarian lingkungan hidup, manajemen energi, dan manajemen sumber daya air. 

"Kami merasa bangga dengan raihan ini, serta berkomitmen untuk terus meningkatkan kontribusi kami terhadap pelestarian lingkungan hidup," lanjutnya.

Bandara Ngurah Rai adalah salah satu infrastruktur pilot project penerapan Sistem Manajemen Energi atau Energy Management System (EnMS) menuju ISO 50001:2018 Sistem Manajemen Energi yang merupakan kerja sama antara United Nations Development Programme (UNDP) dengan Pemerintah Indonesia. 

Program kerja sama ini diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam (Ditjen EBTKE Kementerian ESDM) pada tahun 2021 silam.

Atas implementasi sistem manajemen energi tersebut, hingga Agustus tahun 2022 Bandara Ngurah Rai mampu melakukan penghematan energi sebesar 21.130.628 kWh atau setara dengan penghematan biaya listrik sebesar Rp25.103.185.993 dengan asumsi biaya listrik Rp1.188/kWh. 

"Bandara Ngurah Rai juga mencatatkan penurunan emisi gas rumah kaca atau greenhouse gass sebesar 16.693 Ton CO2e," ungkapnya.

Sedangkan YIA merupakan bandara kelolaan Angkasa Pura I yang dirancang, dibangun, dan dikelola dengan memerhatikan aspek kelestarian lingkungan hidup, di antaranya melalui penggunaan perangkat utilitas yang ramah lingkungan, penerapan manajemen energi, dan manajemen sumber daya air. 

Atas berbagai upaya ini, YIA merupakan bandara pertama di Indonesia yang berhasil meraih sertifikat "Gold" Greenship dari Green Building Council Indonesia (GBCI) di tahun 2021.

"Atas berbagai upaya ini, YIA berhasil mencapai penghematan penggunaan listrik hingga 25,15% atau 119,21 kWh/m2/tahun," ujarnya. 

Hal ini setara dengan penghematan biaya listrik sebesar Rp16,8 miliar per tahun dengan asumsi biaya listrik Rp1.065,78/kWh. 

YIA juga berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 14.093 ton CO2e/tahun, serta penghematan air hingga 53,01% atau 16,68 liter/orang/hari. 

"Kedua bandara yang kami kelola tersebut juga kami jadikan percontohan dalam rangkaian KTT G20 Tahun 2022. Untuk YIA, kami menampilkan dan mempromosikan perwujudan green airport kepada delegasi yang hadir dalam agenda Energy Transitions Working Group, yang berlangsung pada akhir Maret lalu," kata Faik. 

Sedangkan untuk Bandara Ngurah Rai, sebagai bandara yang merupakan pintu gerbang utama delegasi KTT G20 di Bali, kami telah mengimplementasikan sejumlah kebijakan terkait konservasi lingkungan hidup, salah satunya adalah melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). 

Tentunya merupakan hal positif yang dapat kami angkat ke mata dunia melalui event akbar ini.

Sebagai informasi, Angkasa Pura I sebagai peraih penghargaan PSBE selanjutnya berhak untuk mewakili Indonesia dalam ajang ASEAN Energy Award dan Clean Energy Ministerial Leadership Award. 

ASEAN Energy Award merupakan kegiatan tahunan regional ASEAN yang diselenggarakan oleh ASEAN Center for Energy (ACE) dalam rangka mempromosikan pemanfaatan energi baru terbarukan serta penerapan efisiensi dan konservasi energi di regional Asia Tenggara. 

Sedangkan Clean Energy Ministerial Leadership Award merupakan penghargaan yang diberikan kepada perusahaan yang menunjukkan keberhasilan serta inovasi dalam penerapan ISO 50001:2018 Sistem Manajemen Energi. (omy)