Stasiun Manggarai Selesai 2025, Bakal Operasikan KA Jarak Jauh

  • Oleh : Fahmi

Senin, 10/Okt/2022 13:38 WIB
Konferensi pers KAI Commuterline bersama Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jakarta & Banten dan PT KAI, Senin (10/10/2022) Konferensi pers KAI Commuterline bersama Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jakarta & Banten dan PT KAI, Senin (10/10/2022)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Melihat semakin padatnya penumpang KRL di Stasiun Manggarai saat melakukan transit, DJKA menyatakan akan menyelesaikan pembangunan stasiun tersebut pada tahun 2025.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jakarta dan Banten, Ditjen Perkeretaapian (DJKA) Rode Paulus dalam konferensi pers bersama KAI Commuterline pada Senin (10/10/2022).

Baca Juga:
Mantap, KA Makassar - Parepare Melaju dengan Kecepatan 110 KM/Jam

Rode mengatakan pembangunan di stasiun tersebut juga akan dilakukan bersamaan dengan perubahan pelayanan terutama perubahan jalur dan operasi KRL.

"Untuk pembangunan Stasiun Manggarai secara keseluruhan, di mana pelayanan kereta api jarak jauh juga bisa dilaksanakan, kita proyeksikan selesai di tahun 2025," ujar Rode.

Baca Juga:
KAI Tandatangani Kontrak PSO KA Ekonomi dan Subsidi KA Perintis Tahun 2023 Senilai Rp2,67 Triliun

Rode menjelaskan, stasiun Manggarai saat ini akan dipersiapkan menjadi stasiun sentral, yang melayani pergerakan penumpang KRL, penumpang KA Jarak Jauh dan juga Kereta bandara. Stasiun ini juga merupakan titik pertemuan KRL antarajalur lintas Bekasi dan Bogor.

Rode mengatakan, pelayanan KRL di Stasiun Manggarai akan mengalami perubahan pola operasi. Diharapkan agar penumpang dapat bisa terbiasa dengan pelayanan yang ada. 

Baca Juga:
Usai Libur Natal, Lebih dari 345 Ribu Penumpang Kembali Gunakan KRL

Rode mengatakan saat ini pembangunan masih dalam tahap satu, di mana pengerjaan hanya untuk penambahan jalur, ruangan layanan dan untuk operasi KRL. Untuk selanjutnya akan ada pembangunan tahap dua untuk optimalisasi layanan KRL dan KA Jarak Jauh. 

"Terkait progres kami setelah SO (Switch Over) 5, nanti di akhir tahun kita upayakan, mungkin di awal Desember itu ada SO 6 - dari rangkaian SO 7 yang nanti akan kita laksanakan untuk pembangunan tahap dua di Stasiun Manggarai," urainya.

Untuk melayani penumpang KRL yang terus meningkat di Stasiun Manggarai, Rode menjelaskan, pihaknya akan mempersiapkan ruang tambahan menhgoperaikan jalur baru.

"Terkait SO 6 ini, nanti kita punya tambahan ruang lagi di atas, untuk pelayanan naik turun penumpang. Ditambah kita mengoperasikan trek baru, jalur 3 dan 4, itu akan bisa lebih dioptimalkan oleh teman-teman operator," ujarnya. 

Sementara itu VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan jumlah penumpang KRL saat ini terus mengalami peningkatan sejak pandemi.

"Kalau sebelumnya (pandemi), kita sudah melayani 1,2 juta penumpang perhari. Saat ini penumpang kita sudah menuju 800.000, tingginya sudah di angka 770.000 di minggu lalu, mungkin di hari ini kita prediksi akan ada kenaikan juga. Sehingga untuk akhir tahun, disini kita mungkin bisa mencapai 850 ribu, untuk penumpang perharinya," ujar Anne dalam konferensi persnya Senin.

Naiknya jumlah penumpang tersebut juga membuat memingkatnya jumlah penumpang transit di Stasiun Manggarai. "Yang transit di Manggarai juga mengalami kenaikan, hampir 150 ribu," ucapnya.

Meningkatnya penumpang transit di Manggarai juga diimbagi dengan jumlah frekuensi perjalanan KRL yang ada saat ini. Dijelaskan Anne sebelumnya pada operasi SO sebelumnya, KAI Commuter menjalanan 980 perjalanan perhari dengan jumlah penumpang bisa mencapai 1,2 juta perhari. Dengan SO 5 sekarang ini, jumlah penumpang masih di bawah angka tersebut dengan pengoperasiaan 1080 perjalanan perhari.  

"Ini sudah diantisipasi dengan pola antisipasi yang terus dilakukan. Sebelum SO 5, jumlah perjalanan KRL untuk melayani 1,2 juta penumpang itu 980 perjalanan, tetapi setelah Switch Over yang ke lima di Manggarai, kami bisa melakukan rekayasa operasi sampai 1080 hampir 1900 perjalanan perharinya, artinya dari sisi frekuensi perjalanan meningkat," jelas Anne. (fhm)