Dahsyat, Dukung Ekosisten Kendaraan Listrik dan KTT G20, Bandara Soekarno-Hatta Buka SPKLU di Terminal 3 Mulai Awal November

  • Oleh : Naomy

Kamis, 13/Okt/2022 07:41 WIB
Ekositem.kendaraam listrik untuk layanan penumpang di Bansara Soetta Ekositem.kendaraam listrik untuk layanan penumpang di Bansara Soetta

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Dahsyat, PT Angkasa Pura II selaku operator 20 bandara di Indonesia mendorong penggunaan dan pengembangan kendaraan listrik di dalam negeri. 

Sejalan dengan hal ini, AP II secara berkelanjutan membangun ekosistem kendaraan listrik di Bandara Soekarno-Hatta yang merupakan bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia bahkan di ASEAN. 

Baca Juga:
Bandara Soetta Bakal Diramaikan Kehadiran UMKM Mitra Binaan Angkasa Pura II Selama 2023

Pemanfaatan kendaraan listrik di Bandara Soekarno-Hatta sejauh ini sudah mencakup antara lain taksi listrik, bus listrik, sepeda listrik yang digunakan staf bandara, lalu golfcar/boogie car untuk transportasi penumpang di dalam terminal, segway, hingga Skytrain.

Itu semua sebagai moda transportasi berbasis rel untuk perpindahan penumpang dari dan ke Terminal 1, 2 dan 3 serta Stasiun Kereta Bandara. 

Baca Juga:
Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta ada Mal UMKM dari Berbagai Provinsi Loh!

EGM of Adjacent Business Angkasa Pura II Yado Yarismano mengatakan, pada tahun ini perseroan kembali menghadirkan inovasi dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Bandara Soekarno-Hatta.

Pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Bandara Soekarno-Hatta dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan untuk dapat optimal mendorong penggunaan kendaraan listrik. Pada awal November 2022, Bandara Soekarno-Hatta membuka Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). 

Baca Juga:
JAS Dukung Kantor Imigrasi Percepat Layanan Paspor di Bandara Soekarno-Hatta

"Kami berharap SPKLU ini dapat semakin mempermudah penggunaan kendaraan listrik sehingga semakin banyak orang yang beralih ke kendaraan listrik," tutur Yado, Kamis (13/10/2022).

Dibukanya SPKLU di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, katanya, sebagai bentuk kontribusi AP II dalam percepatan pengembangan kendaraan listrik di Tanah Air, dan juga mendukung Presidensi G20 Indonesia 2022 yang memiliki tiga topik utama untuk diangkat di mana salah satunya adalah Transisi Energi. 

Dia menuturkan, pada tahap awal SPKLU di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang dibuka awal November 2022 juga untuk mendukung penyelenggaraan KTT G20 yang berlangsung pada 15-16 November di Bali, di mana mobil listrik menjadi armada kendaraan penjemput para delegasi G20 yang transit di Bandara Soekarno-Hatta.

“SPKLU di Terminal 3 pada tahap awal ini digunakan untuk mendukung operasional kendaraan listrik dalam pelaksanaan KTT G20. Disediakan 10 slot parkir kendaraan listrik untuk pengisian energi, dengan satu unit Fast Charging DC untuk secara cepat mengisi energi mobil listrik dengan hitungan menit, dan dua Normal Charging AC,” ungkap Yado. 

Dia mengungkapkan, SPKLU di Terminal 3 ini juga telah memiliki rencana pengembangan hingga 2025. 

"SPKLU di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta akan dikembangkan bersama AP II dan anak usaha yakni PT Angkasa Pura Solusi (APS). Pengembangannya hingga 2025," imbuhnya.

Director of Facility Management Business PT Angkasa Pura Solusi Muhammad Putra Pariadi menambahkan, setelah pengembangan Tahap I, pengembangan dilanjutkan ke Tahap II yang akan selesai pada Semester II/2023. 

“Pada Tahap II, jumlah slot parkir kendaraan listrik untuk mengisi energi di SPKLU Terminal 3 ditambah sehingga menjadi 20 slot dengan dua Fast Charging DC dan tiga Normal Charging AC,” ungkap Putra.

Kemudian pada pengembangan Tahap III yang akan selesai pada awal 2025, SPKLU di Terminal 3 akan memiliki 40 slot parkir pengisian kendaraan listrik dengan lima Fast Charging DC dan lima Normal Charging AC. 

“Pada Tahap II, SPKLU di Terminal 3 dapat dioperasikan secara komersial untuk memberikan pelayanan bagi kendaraan umum dan kendaraan pribadi berbasis listrik, sementara pada Tahap III kapasitas SPKLU akan meningkat dengan dapat melayani kendaraan besar,” tambahnya.

Dibukanya SPKLU di Terminal 3, dituturkan Putra, akan semakin melengkapi ekosistem kendaraan listrik sehingga dapat mendorong lebih banyak lagi penggunaan kendaraan listrik di Bandara Soekarno-Hatta. (omy)