Peringatan Dini BMKG, Waspada Gelombang Tinggi 6 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia

  • Oleh : Dirham

Jum'at, 18/Nov/2022 10:44 WIB
BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi mencapai hingga 6 meter berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 18-19 November 2022.  BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi mencapai hingga 6 meter berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 18-19 November 2022. 

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi mencapai hingga 6 meter berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 18-19 November 2022. 

Berdasarkan analisa BMKG, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Barat Daya-Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 8-30 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Barat Daya-Barat dengan kecepatan angin berkisar 10-25 knot. 

Baca Juga:
Perairan Jawa Tengah-Bali Terancam Gelombang Tinggi Hingga 6 Meter

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan barat Lampung, perairan Banten, perairan selatan Jawa Barat, Selat Makassar bagian utara serta Laut Sulawesi bagian barat," tulis keterangan resmi BMKG, Jumat (18/11/2022). 

Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1.25-2.5 meter berpeluang terjadi Selat Malaka, perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan Pulau Simeulue-Kepulauan Mentawai, perairan Bengkulu, Selat Sunda bagian utara, Samudera Hindia Barat Kepulauan Mentawai, perairan selatan Jawa Tengah-Jawa Timur, perairan selatan Bali-Sumbawa, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, perairan selatan Pulau Sumba, Samudera Hindia Selatan Jawa Timur-NTT. 

Baca Juga:
BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi 6 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia

Selanjutnya Laut Jawa bagian timur, Laut Sumbawa, Selat Makassar bagian selatan, perairan Kotabaru, perairan Spermonde Makassar, perairan Pare-Pare, perairan Spermonde Pangkep, Teluk Bone, perairan barat Kepulauan Selayar, perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud, Laut Maluku bagian utara, perairan utara Halmahera, Samudera Pasifik Utara Halmahera-Papua Barat. 

Untuk gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2.5-4 meter berpeluang terjadi di perairan Pulau Enggano, perairan barat Lampung, Samudera Hindia Barat Aceh-Kepulauan Simeulue, Samudra Hindia Barat Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, Teluk Lampung, perairan selatan Banten dan Jawa Barat dan Samudera Hindia Selatan Jawa Barat-Jawa Tengah, perairan Kalimantan Utara, Selat Makassar bagian utara, Laut Sulawesi bagian barat. Sedangkan, pada gelombang yang lebih tinggi di kisaran 4-6 meter berpeluang terjadi di Samudera Hindia Selatan Banten. 

Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. 

Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada. Terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti Perahu Nelayan dengan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m, Kapal Tongkang dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m, Kapal Ferry dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m, dan kapal ukuran besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar dengan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m. (ds/sumber