Tol Cisumdawu Seksi Pamulihan-Sumedang-Cimalaka Siap Dilintasi Saat Natal dan Tahun Baru

  • Oleh : Fahmi

Selasa, 06/Des/2022 15:16 WIB
Dua ruas Jalan Tol Cisumdawu akan menjalani Uji Laik Fungsi (ULF) pada awal November 2022.(Dok. Kementerian PUPR) Dua ruas Jalan Tol Cisumdawu akan menjalani Uji Laik Fungsi (ULF) pada awal November 2022.(Dok. Kementerian PUPR)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) Seksi 2 Pamulihan-Sumedang dan Seksi 3 Sumedang-Cimalaka siap dilintasi pada libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru).

Informasi tersebut disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pada Ahad (4/12/2022).

Baca Juga:
Tol Bayung Lencir-Tempino-Jambi Bakal Rampung Awal 2025

"Untuk Nataru, ini sudah bisa dimanfaatkan. Misalnya, Cisumdawu dari Bandung ke Cimalaka, seksi 1,2, dan 3," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian PUPR telah mengoperasikan Tol Cisumdawu Seksi 1 Cileunyi-Pamulihan pada awal tahun 2022.

Baca Juga:
Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi Mulai Pembangunan Tahun Ini

Sebelumnya, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja menuturkan, uji laik fungsi (ULF) Tol Cisumdawu dilaksanakan awal November 2022.

Namun, sebelum dilaksanakan ULF, Kementerian PUPR menggelar rapat persiapan ULF bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Korlantas Polri pada 28 Oktober 2022.

Baca Juga:
Antisipasi Kepadatan Saat Libur Lebaran, Bakal Diterapkan Pengaturan Lalu Lintas

"Kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan pada 1 November 2022 serta rapat pleno pembahasan hasil ULF pada 2 November 2022 untuk mengevaluasi keamanan dan kelengkapan jalannya," ujar Endra dikutip dari laman Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian PUPR.

Pembangunan Tol Cisumdawu terdiri dari 6 Seksi yang dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan biaya konstruksi Rp 14,4 triliun.

Untuk Seksi 1 Cileunyi-Pamulihan sepanjang 11,45 kilometer sudah selesai dan operasional pada awal 2022.

Sementara Seksi 2 tinggal penyelesaian pekerjaan saluran, pekerjaan perapihan, lanskap, dan pekerjaan lain-lain.

Namun, secara prinsip, kondisi main road (guardrail to guardrail) sudah selesai. Termasuk pekerjaan main road pada kawasan rawan longsor di Desa Mulyasari sudah selesai 100 persen.

"Pekerjaan penanganan gangguan tersebut ditargetkan selesai pada 30 November 2022. Sedangkan Seksi 3 sudah selesai 100 persen dan siap dioperasikan," tandas Endra.(fhm/sumber:kompas)