Jelang Nataru, ASDP Perluas Akses Masuk dan Parkir hingga Tingkatkan Kapasitas Angkut

  • Oleh : Naomy

Selasa, 06/Des/2022 19:19 WIB
Penyeberangan ASDP Penyeberangan ASDP

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Jelang periode angkutan Natal 2022 dan Tahun Baru 20223 atau Nataru, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyiapkan strategi untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

Beberapa di antaranya terkait fasilitas prasarana dan sarana, seperti perluasan akses parkir hingga penambahan armada kapal di sejumlah lintasan.  

Baca Juga:
ASDP Berkomitmen Terapkan Standar Ramah Lingkungan Berkelanjutan

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengemukakan, peningkatan kapasitas prasarana yang telah dilakukan demi menunjang kelancaran layanan operasional Nataru.

"Di antaranya peningkatan kapasitas dermaga IV Bakauheni, dari 40 ton menjadi 60 ton atau kapasitas dermaga yang tadinya untuk melayani kapal 5000 GRT, maka ditingkatkan untuk dapat melayani kapal berukuran 10.000 GRT," ungkap Shelvy di Jakarta, Selasa (6/12/2022).

Baca Juga:
ASDP Dukung Perkuatan Konektivitas dan Logistik Kepri - Kalimantan

Pihaknya juga melakukan perluasan akses masuk di pintu eksekutif Merak, dan perbaikan akses menuju Dermaga VII Merak. 

"Harapan kami, pengguna jasa dapat menikmati experience perjalanan dan layanan kapal ferry yang lancar, aman dan nyaman saat Angkutan Nataru mendatang," ujarnya.

Baca Juga:
ASDP Relokasi KMP Jatra II dari Lintas Merak-Bakauheni, Perkuat Lintas LDF Ketapang-Lembar

Sementara untuk Ketapang-Gilimanuk, ASDP telah melakukan persiapan maksimal pada layanan dan operasional sejak adanya Presidensi G20 Indonesia. 

Di Nataru, ASDP telah menyiapkan beberapa strategi untuk mengatasi terjadinya antrean. 

"Mulai dari opsi pengoperasian KMP Jatra 2 untuk lintas LDF Ketapang-Lembar, perluasan area parkir di Gilimanuk, dan juga skenario pengalihan jalur di Ketapang jika volume kendaraan mengalami peningkatan," kata dia.

Periode angkutan Nataru akan berlangsung pada 17 Desember 2022 hingga 4 Januari 2023 (H-8 sampai H+10). ASDP pun memastikan kapasitas angkut dan alat produksi memadai. 

Total jumlah lintasan yang dipantau secara nasional selama Posko Nataru 2022-2023 sebanyak sepuluh lintasan di 12 Cabang. Sepuluh lintasan terpantau nasional di antaranya Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Padangbai-Lembar, Kayangan-Pototano, Hunimua-Waipirit, Tanjung Kelian-Tanjung Api-api, Bitung-Ternate, Bajoe-Kolaka, Kupang-Rote, dan Ajibata-Ambarita. 

Shelvy mengatakan, layanan angkutan penyeberangan periode Nataru diperkirakan akan mengalami peningkatan seperti saat Angkutan Lebaran lalu seiring dengan kondisi pandemi Covid-19 yang telah menjadi endemi dan pergerakan masyarakat berangsur kembali normal. 

Diperkirakan, pada layanan Nataru di 10 lintasan pada 12 Cabang terpantau nasional, ASDP akan melayani sekitar 3,45 juta orang dan 808 ribu unit kendaraan. 

Adapun kesiapan alat produksi, pada 10 lintasan di 12 cabang dengan rincian dermaga siap operasi sebanyak 55 unit dan kapal siap operasi sebanyak 61 unit kapal termasuk kapal Jembatan Nusantara. 

Shelvy merinci, momen puncak arus libur untuk Libur Natal diperkirakan terjadi pada Kamis (22/12/2022) atau H-3 dan Jumat (23/12/2022) atau H-2. 

Periode libur Tahun Baru diprediksi terjadi pada Kamis (29/12/2022) atau H+4 dan Jumat (30/12/2022) atau H+5.

"Sedangkan puncak arus balik pada Minggu (1/1/2023) dan Senin (2/1/2023) pada tahun 2023. 

Saat periode Nataru, lanjut Shelvy, ASDP memastikan kelancaran layanan penyeberangan yang tentunya juga berkoordinasi dengan stakeholder terkait mulai dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kementerian Perhubungan, Syahbandar, operator kapal swasta sam lainnya. 

Strategi layanan penyeberangan telah disiapkan, dimana pada pola operasi normal, manajemen akan melakukan pengoperasian kapal sesuai jadwal. 

"Pada pola operasi padat, akan dilakukan penambahan jumlah trip dan pada pola operasi sangat padat, maka akan dilakukan percepatan layanan bongkar muat kapal (port time)," pungkas Shelvy. (omy)