Viral Penumpang Wanita Terbaring di Kursi KRL, Banyak Tuai Respon hingga Mantan Menhub Ignasius Jonan

  • Oleh : Fahmi

Kamis, 08/Des/2022 22:50 WIB
Foto yang menampilkan seorang penumpang wanita tidur di kursi prioritas KRL. Tulisan yang diduga sebagai objek di foto tersebut kini viral di berbagai lini masa dan mendapatkan banyak respon dari kalangan masyarakat.(Ist) Foto yang menampilkan seorang penumpang wanita tidur di kursi prioritas KRL. Tulisan yang diduga sebagai objek di foto tersebut kini viral di berbagai lini masa dan mendapatkan banyak respon dari kalangan masyarakat.(Ist)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Viral foto yang menampilkan seorang perempuan tidur di kursi prioritas KRL. Foto itupun menyebar di berbagai lini masa sosial media dan juga grup whatsapp.

Tampak pada video penumpang tersebut terbaring menyamping dengan beralaskan bantal kecil. Kedua kakinya juga naik di kursi yang biasanya diduduki empat orang penumpang tersebut.

Baca Juga:
Uji Coba KA di Sulsel Makan Korban, Penyandang Disabilitas Tewas Tertabrak Kereta

Foto tersebut terlihat biasa saja jika di dalam rangkaian KRL memang terasa lengang. Namun, foto itu viral setelah diberi narasi oleh orang yang  diduga menjadi objek atau berada di dalam foto tersebut.

Kondisi posisi penumpang yang tidur tersebut bukan tanpa alasan, di dalam tulisan diuraikan bahwa dia telah mendapat izin dari petugas dan dia juga berterimakasih kepada petugas yang telah membantunya.

Baca Juga:
PT KCIC dan 20 Perusahaan Menandatangani MoU Guna Dukung Layanan KCJB

Beginilah narasi dalam foto yang telag menyebar luas tersebut.

"Foto ini foto nyata tadi siang." 

Baca Juga:
Kemenhub Jelaskan soal Rembesan di Dinding Stasiun Manggarai

"Seorang ibu berbaring di krl menuju Depok. Ibu itu adalah saya, Andari.

Saya tidak ingin berkisah tentang saya sebenarnya. Saya ingin berkisah tentang kehebatan sebuah perusahaan  publik, yaitu perusahaan KAI Commuter Indonesia.

Tadi saya pulang dari RSCM setelah tindakan dokter karena penyakit yang saya derita. Ketika sampai di stasiun Cikini, saya sadari bahwa rasa nyeri hebat muncul di kepala kanan. 

Saya memang membawa bantal sejak pagi dan sudah lebih banyak berbaring di bangku RSCM. Ketakutan untuk jatuh dan pingsan di jalan menghantui perjalanan saya.

Memang KRL bukan untuk orang sakit tentunya, sehingga ketika kereta datang, saya minta pada suami agar meminta ijin pada pak satpam agar saya bisa berbaring untuk meredakan nyeri. 

Satpam yang bertugas adalah pak Mustahillah Dan yang menarik, dia tidak hanya mengijinkan, tapi membimbing saya ke bangku prioritas, dan berkata santun, “Ibu turun dimana, apakah kami perlu siapkan kursi roda di stasiun tujuan? Juga pernyataan “Jika ada penumpang lain yang komplen, biar saya yang menjelaskan ya bu”. 

Sebentar kemudian dia kembali ke tempat tugasnya. Tapi sesekali datang dan memberikan perhatian.

Berkat beliau saya tentram berbaring dari Sta Cikini hingga ke Sta Tanjung Barat. Dan ketika turun, dipersiapkannya agar saya bisa turun denga aman. Pak Satpam yang luar biasa. 

Tidak hanya tugasnya dia kerjakan dengan sangat baik, tapi hatinya ikut bekerja melayani customer yang lemah dan menderita. Etos kerja yang luar biasa.

Peristiwa ini mengingatkan saya pada satu hal. Bahwa ketika bangsa ini mulai memiliki hati pada warganya yang lebih butuh perhatian, kita sedang tumbuh pada jejak yang benar.

Terima kasih KAI Commuter Indonesia yang sudah mengembangkan etos kerja yang amat baik. Terima kasih telah membantu saya aman dan menuju makin sehat. 

Terima kasih Pak Mustahilah Terima kasih Indonesia."

Foto dan tulisan ini juga mendapatkan respon positif termasuk mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia tahun 2009 sampai dengan 2014, Ignasius Jonan. Dia menyampaikan ucapan terimakasih kepada penumpang tersebut.

"Saya berterimakasih karena ibu mempercayai kereta Commuter Jabodetabek sebagai angkutan yang dapat mengantarkan ibu ke tempat tujuan dengan aman dan selamat. Saya juga berterimakasih setelah membaca tulisan ibu yang sekarang beredar luas, bahwa rekan-rekan saya di kereta api tetap melanjutkan layanan dan memperlakukam masyarakat bukan hanya sebagai pelanggan tetapi juga sebagai anak bangsa yang harus selalau tolong menolong...," ucap mantan Menteri Perhubungan pada tahun 2014-2016 tersebut dalam videonya yang juga menyebar di lini masa sosial media sebagai balasan tulisan dan foto penumpang Andari tersebut.