Inilah Strategi Promosi Pemerintah Sektor Parekraf di Pasar Lokal dan Global

  • Oleh : Naomy

Sabtu, 17/Des/2022 16:50 WIB
Discussion Room Kemenparekraf Discussion Room Kemenparekraf

JAKARTA (BeritaTrans.com) -  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menerapkan strategi khusus untuk terus mempromosikan potensi sektor parekraf Indonesia baik di pasar lokal maupun global.

Dalam discussion room Pemasaran dan Wisata Minat Khusus dan MICE - Event pada Rakornas Parekraf 2022 Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Ni Made Ayu Marthini mengatakan ada pergeseran tren pasar parekraf pascapandemi Covid-19, di mana saat ini wisatawan lebih memilih untuk berwisata yang lebih berkualitas dan penuh kegiatan, tidak sekadar bersantai saja.

Baca Juga:
Peran Wanita dalam Pariwisata Dibahas Bareng Kemenparekraf dan Australia

"Rentang usia konsumen pasar parekraf di Indonesia saat ini didominasi oleh generasi milenial yang haus akan pengetahuan dan informasi yang menarik, padat, singkat, dan jelas. Jadi untuk sarana promosi itu harus catchy, singkat, jelas, dan penuh gambar," kata Marthini di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (16/12/2022).

Untuk menarik pasar milenial, kata dia, selain promosi yang singkat, padat, dan jelas, pelaksanaan event yang unik dan menarik di masa low season juga bisa menjadi sarana untuk menarik minat wisata pasar milenial. 

Baca Juga:
Pokemon Air Adventures Indonesia Bakal Hadir Maret hingga Oktober

Saat low season  jangan malah santai-santai, tetapi justru harus buat kegiatan sehingga ada traction.

Marthini menambahkan, digitalisasi juga memegang hal penting dalam memasarkan potensi sektor parekraf Indonesia ke pasar nasional dan internasional. 

Baca Juga:
Cekidot! Indonesia Miliki Spot Surfing Terbaik Kelas Dunia

"Digitalisasi mau tidak mau harus kita embrace dan kita pakai sebagai sarana promosi (potensi parekraf)," katanya.

Analis Keimigrasian Ahli Muda Direktorat Lalu Lintas Keimigrasian Kemenkumham, Wachid Kuntjoro Djati menambahkan, untuk mendukung pemasaran pasar parekraf Indonesia di mancanegara, pihaknya senantiasa berkolaborasi dengan Kemenparekraf.

Salah satunya melalui pemberlakuan kebijakan bebas visa kunjungan bagi wisatawan mancanegara.

"Kebijakan ini diberlakukan sebagai upaya pemulihan perekonomian Indonesia yang terdampak oleh pandemi Covid-19. Terutama sebagai upaya pemulihan sektor parekraf," tutur Wachid. (omy)