Cuaca Buruk, Penyeberangan Merak-Bakauheni Sempat Ditutup

  • Oleh : Redaksi

Jum'at, 23/Des/2022 13:47 WIB
Kapal di Pelabuhan Merak.(Ist) Kapal di Pelabuhan Merak.(Ist)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Peningkatan curah hujan berdampak pada gelombang tinggi dan angin kencang tengah terjadi di sejumlah lintasan penyeberangan. Termasuk layanan Pelabuhan Merak, Banten dan Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Suharto mengamini kondisi cuaca ekstrem tersebut. Pihaknya bahkan sempat menunda dan menutup layanan penyeberangan keberangkatan kapal dari atau menuju Pelabuhan Merak.

Baca Juga:
ASDP: Pengguna Ferizy Capai 2,32 Juta Orang

"Penundaan semalam mulai pukul 19.00 sampai 23.40. Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah VIII Banten selaku otoritas, meminta ASDP untuk menunda keberangkatan kapal hingga cuaca dinyatakan aman untuk kapal berlayar. Alhamdulillah, saat ini penyeberangan sudah kembali normal," ujarnya kepada wartawan, Jumat (23/11/2022).

Pascalayanan penyeberangan Merak - Bakauheni kembali dibuka, Suharto menyebut, pihaknya mengonfirmasi kegiatan operasional dan layanan Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni telah kembali normal. Sehingga para pengguna jasa sudah dapat melakukan reservasi tiket online, untuk layanan express dan layanan reguler melalui aplikasi Ferizy.

Baca Juga:
Trafik Penyeberangan Jawa-Sumatera terpantau Normal Lancar

Meski demikian, ASDP terus berkoordinasi secara intensif khususnya dengan BMKG, Polri/TNI, dan otoritas pelabuhan setiap waktu sebelum kapal ferry berlayar, agar perjalanan aman dan lancar sampai tujuan.

"Manajemen secara aktif dan berkelanjutan menyampaikan informasi kepada pengguna jasa melalui akun Instagram @asdp191, jika terdapat keterlambatan pelayanan yang timbul dikarenakan cuaca ekstrem," imbuhnya.

Baca Juga:
Long Weekend Hari Raya Waisak, Tiket Ferry Ajibata-Ambarita Ludes Terjual

Suharto menambahkan, ASDP terus mengimbau kepada seluruh pengguna jasa kapal ferry khususnya lintasan tersibuk yaitu, Merak-Bakauheni agar tetap berhati-hati saat melakukan penyeberangan.

"Mewaspadai cuaca buruk dan pastikan kondisi stamina dan kendaraan dalam keadaan tetap sehat dan prima," pintanya.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Lampung, Raden Eko Sarjono membenarkan sejumlah wilayah perairan di Provinsi Lampung tengah mengalami peningkatan ketinggian pasang air laut lebih signifikan. Termasuk di wilayah Lampung Selatan.

Maka dari itu, pihaknya telah mengeluarkan imbauan peringatan dini air laur pasang maksimum bakal terjadi di 5 wilayah pesisir Lampung mulai 22 - 27 Desember 2022. Imbauan berpotensi banjir rob itu diperkirakan berlangsung di Pesisir Bandar Lampung, Pesisir Tanggamus, Pesisir Lampung Selatan, Pesisir Pesawaran, dan Pesisir Timur Lampung.

"Ini akibat adanya pasang maksimum disertai dengan fase bulan baru dan fase Perigee atau jarak terdekat Bumi dengan Bulan pada 26 Desember, hingga berpotensi menyebabkan terjadinya peningkatan ketinggian pasang air laut lebih signifikan," terangnya.

Menyikapi imbauan peringatan dini tersebut, masyarakat pesisir diminta untuk lebih waspada terhadap peningkatan ketinggian pasang air laut maksimum yang berpotensi terjadinya banjir pesisir atau rob di kelima wilayah setempat.

Menurut Eko, kondisi itu secara umum dapat mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta perikanan darat.

"Masyarakat untuk selalu waspada dan siaga mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut, serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari Stasiun Meteorologi Maritim Panjang," tandas dia. (fhm/sumber:idntimes)