Evakuasi Wisatawan Terjebak di Karimun Jawa Dampak Cuaca Buruk, Pelni Ubah Jadwal Kapal

  • Oleh : Naomy

Senin, 26/Des/2022 13:58 WIB
Kapal Pelni di perairan Karimun Jawa Kapal Pelni di perairan Karimun Jawa

 

JAKARTA (BeritaTrans.com) - PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) melakukan penyesuaian jadwal kapal untuk mempercepat evakuasi wisatan yang terjebak di Pulau Karimun Jawa, Jepara, Jawa Tengah, akibat cuaca buruk. 

Baca Juga:
Cuma Rp100-ribuan Bisa ke Karimun Jawa? Kok Bisa?

KM Kelimutu, kapal penumpang milik PT Pelni, direncanakan tiba pukul 17.00 WIB di Karimun Jawa, Selasa (27/12/2022), empat hari lebih cepat dari jadwal semula.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni Opik Taupik mengatakan, KM Kelimutu yang akan diberangkatkan dari Sampit, Kalimantan Tengah, awalnya akan menuju Semarang dan dijadwalkan tiba di Karimun Jawa, Sabtu (31/12/2022).

Baca Juga:
Penumpang KM Bukit Raya Asal Pontianak Tujuan Surabaya Dialihkan Naik KM Lawit

Namun sesuai permintaan Bupati Jepara, Kementerian Perhubungan melalui Direktur Jenderal Perhubungan Laut telah menugaskan PT Pelni untuk mempercepat kedatangan kapal Pelni ke Karimun Jawa.

"Kami telah menerbitkan jadwal KM Kelimutu yang baru, dan kapal akan tiba lebih cepat dari jadwal semula," terang Opik, Senin (26/12/2022).

Baca Juga:
KM Bukit Raya Alami Insiden di Perairan Pontianak, Alhamdulillah Situasi Berhasil Dikendalikan

KM Kelimutu merupakan kapal penumpang berkapasitas 1.000 pax. Rute regular kapal tersebut yaitu Surabaya - Sampit - Semarang - Kumai - Semarang - Karimun Jawa (PP). 

Tercatat sebanyak 926 penumpang yang naik dari Sampit pada Senin (26/12) ini. 

"Data sementara yang kami dapatkan, jumlah penumpang yang naik dari Karimun Jawa sebanyak 329 orang," tambah Opik.

Sesuai standar keselamatan internasional, seluruh kapal Pelni telah dilengkapi dengan sejumlah alat keselamatan. Khusus untuk KM Kelimutu, kapal buatan galangan kapal Jos L. Meyer, Papenburg, Jerman ini memiliki delapan sekoci dengan total kapasitas 756 orang, 34 rakit penyelamat dengan total kapasitas 850 orang dan 1.852 jaket penyelamat dewasa dan 106 jaket penyelamat ukuran anak.

Opik menegaskan bahwa seluruh kapal Pelni telah menjalani perawatan berkala untuk memastikan kesiapan pelayanan angkutan Natal dan Tahun Baru 2023. 

"Seluruh armada dalam kondisi prima dan tentu, keselamatan penumpang dan kru kapal merupakan prioritas pertama kami. Kami berharap cuaca segera mereda dan penugasan evakuasi ini dapat berjalan dengan lancar dan seluruh wisatawan dapat kembali dengan selamat ke rumah masing-masing," ungkapnya. (omy)