Selama 7 Hari Periode Angkutan Nataru, AirNav Layani 36.203 Penerbangan

  • Oleh : Naomy

Selasa, 27/Des/2022 18:13 WIB
Pwmantauan navigasi peneebangan Pwmantauan navigasi peneebangan


TANGERANG (BeritaTrans.com) – AirNav Indonesia catatkan 31.990 penerbangan rute domestik dan internasional di 150 bandara pada periode 19 - 26 Desember 2022.

Direktur Utama AirNav Indonesia, Polana B Pramesti menyatakan, data tersebut belum ditambah dengan data posko monitoring Nataru, Selasa (27/12/2022).

Baca Juga:
Erupsi Gunung Ruang, 7 Penerbangan di Bandara Sulawesi Utara Disetop

“Pada puncak arus liburan dicatatkan paling banyak penerbangan terjadi pada 22 Desember 2022 dengan 4.995 penerbangan, dengan detail 4.498 rute domestik, dan 497 rute internasional, dan kami melayani tambahan extra flight sebanyak 200 penerbangan pada hari itu,” ujar Polana. 

Lima bandara dengan penerbangan pesawat terbanyak di 22 Desember antara lain adalah Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, dengan 1.026 penerbangan, Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar 385 penerbangan, Bandara Juanda Surabaya dengan 287 penerbangan, Bandara Sultan Hasanuddin Ujung Pandang 272 penerbangan, dan Bandara Mozes Kilangin, Timika dengan 225 penerbangan. 

Baca Juga:
Monitoring Arus Balik Lebaran 2024, Dirjen Perhubungan Udara Apresiasi Semangat Karyawan AirNav

Rata-rata realisasi penggunaan slot penerbangan telah mencapai angka 80% dari kondisi normal. 

“Hal ini merupakan berita positif bagi dunia penerbangan di Indonesia, berharap ke depannya pandemi tidak lagi menjadi salah satu indikator penghalang bagi pertumbuhan pariwisata dari dan menuju Indonesia” lanjut Polana. 

Baca Juga:
Periode Mudik Lebaran, Airnav Telah Layani 36.994 Penerbangan

Sedangkan untuk rute internasional, menurutnya sudah mulai mendekati dari kondisi normal sebelum pandemi Covid-19. 

Untuk pergerakan rute internasional saat ini sudah mencapai angka 69%. 

"Bahkan, penerbangan lintas atau overflying sudah mencapai angka 81% dibandingkan dengan kondisi normal. Kami yakin, ke depan kondisi pergerakan rute internasional danoverflying akan semakin membaik seiring kesehatan pariwisata di industri penerbangan,” papar Polana. 

Jika dibandingkan dengan grafik penerbangan pada November 2021 dan 2022, AirNav melayani total 123.454 penerbangan dan di tahun 2022 telah melayani 135.700 penerbangan di seluruh ruang udara Indonesia. 

Angka ini naik 22% dibandingkan dengan pergerakan yang kami layani pada November 2021, yakni 123.454. 

Terlihat tren pergerakan pesawat udara sejak Triwulan I 2021 sampai dengan saat ini terus meningkat dan berangsur pulih,” terangnya.

Posko monitoring Nataru dilaksanakan AirNav Indonesia sejak 18 Desember 2022 dan akan ditutup Rabu (4/1/2023). 

AirNav Indonesia telah mengimplementasikan protokol kesehatan ketat agar para petugas navigasi penerbangan di lapangan tetap sehat dan terhindar dari virus Covid-19.

Polana memastikan pengecekan terhadap fasilitas dan peralatan navigasi penerbangan dilakukan secara berkala. 

Pengawasan flight plan dan fleksibilitas slot penerbangan dapat diakses melalui aplikasi berbasis daring yaitu web flight plan dan aplikasi CHRONOS. Publikasi informasi aeronautika berupa notice to airmen (NOTAM) dan ASHTAM (gunung berapi) juga telah disiagakan bila ada kondisi darurat. 

“Kami memastikan telah merancang Contingency Plan untuk seluruh potensi gangguan keselamatan yang mungkin muncul mulai dari keadaan cuaca buruk, erupsi gunung berapi maupun gangguan keselamatan lainnya,” ungkap Polana.

Pihaknya akan terus memberikan pelayanan navigasi terbaik, hingga melakukan kerjasama atau sinergi dengan stakholder, kami mendedikasikan kerja bersama ini demi menjalin konektivitas di ruang udara Indonesia.

"Dengan begitu masyarakat dapat menjalin silaturahmi dengan kerabatnya serta pertumbuhan ekonomi terus bergeliat,” pungkasnya. (omy)