Antisipasi Ramainya Penyeberangan di Libur Long Weekend Tahun Baru Imlek, ASDP Imbau Penumpang Beli Tiket H-1

  • Oleh : Naomy

Jum'at, 20/Janu/2023 18:10 WIB
Suasana di area pelabuhan penyeberangan Suasana di area pelabuhan penyeberangan

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Antisipasi ramainya pengguna jasa libur long weekend Tahun Baru Imlek, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengimbau agar melakukan reservasi tiket via aplikasi Ferizy minimal H-1, khususnya di lintas Merak - Bakauheni dan Ketapang - Gilimanuk. 

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengungkapkan, momentum libur Tahun Baru Imlek yang diperingati pada Ahad (22/1/2023) dan dilanjutkan dengan cuti bersama keesokan harinya.

Baca Juga:
ASDP Relokasi KMP Jatra II dari Lintas Merak-Bakauheni, Perkuat Lintas LDF Ketapang-Lembar

Artinya ini akan menjadi libur panjang di akhir pekan dan tentu akan mendorong pergerakan masyarakat. 

"Masyarakat yang akan merayakan Imlek di sejumlah kota besar, tentu akan melakukan perjalanan baik di Jawa dan Sumatera, karena long weekend, tentu sebagian masyarakat juga ada yang ingin berlibur dan melakukan trip via darat membawa kendaraan bersama keluarga," tutur Shelvy di Jakarta, Jumat (20/1/2023).

Baca Juga:
Persiapan Jelang Angkutan Lebaran, ASDP Tingkatkan Fasilitas di Pelabuhan Merak

ASDP memastikan layanan penyeberangan dan pelabuhan khususnya di lintas Merak - Bakauheni dan Ketapamg Gilimanuk telah siap melayani pengguna jasa yang akan bepergian menggunakan kapal ferry. 

"Di Merak - Bakauheni saat ini beroperasi 30 kapal selama 24 jam yang dilayani total tujuh dermaga. Kami telah antisipasi karena long weekend hingga Senin depan, diperkirakan akan terjadi kenaikan trafik 3-5 persen, bila dibandingkan hari normal," urainya.

Baca Juga:
Makin Familiar, Pengguna Ferizy ASDP Tembus 1,38 Juta Orang

Shelvy berharap, para pengguna jasa yang akan berlibur dengan menggunakan kapal ferry agar mengatur waktu perjalanan agar tidak mengalami antrian. 

Untuk kelancaran perjalanan, idealnya pengguna jasa telah bertiket minimal sehari sebelumnya. 

"Ini kuncinya, agar melakukan reservasi tiket jauh-jauh hari melalui Ferizy. Karena sudah tidak ada penjualan tiket di pelabuhan," ujarnya.

Sebagai bentuk peningkatan pelayanan, ASDP membuka penjualan tiket ferry sejak 60 hari sebelum hari keberangkatan, sehingga masyarakat dapat melakukan reservasi tiket jauh-jauh hari sehingga perjalanan lebih terjamin, lebih aman, tidak perlu mengantre, dan pastinya lebih nyaman. 

Pengguna jasa khususnya di lintas Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk, dapat memesan tiket ferry sejak jauh-jauh hari. Pastikan beli tiket online secara mandiri hanya di Website Ferizy, Aplikasi Ferizy, atau di mitra resmi ASDP, yaitu: Indomaret, Alfamart, Agen BRILink, dan Agen Finpay (Delima Point). 

"Hal ini penting untuk memastikan ketersediaan tiket dan memperlancar pelayanan di pelabuhan," ujar Shelvy.

Pengguna jasa, lanjutnya, yang telah membeli tiket untuk mengatur waktu di hari H agar tidak terlambat dan melakukan check in dua jam sebelumnya. Tiket akan expired jika melewati waktu jadwal masuk pelabuhan. 

Apabila tiba di pelabuhan belum bertiket, maka kendaraan akan diputar balik keluar pelabuhan. "Jangan lupa saat membeli tiket via online, pastikan pengguna jasa mengisi daftar penumpang dalam kendaraan secara tepat dan lengkap, termasuk data kendaraannya.

"Ini penting terkait hak asuransi setiap penumpang dan memperlancar proses perjalanan," imbuhnya.

Data reservasi Ferizy untuk jadwal keberangkatan kapal ekspress dari Merak pada Jumat (20/1/2023) selama 24 jam tercatat dari kuota 3.850 unit kendaraan, jumlah reservasi sebanyak 1.650 unit atau sudah 43 persen. Untuk layanan Merak Reguler dari kuota 16.320 unit kendaraan, sebanyak 2.640 unit kendaraan yang sudah melakukan reservasi atau sebesar 16 persen.

Selanjutnya, data Bakauheni untuk keberangkatan kapal ekspress dari kuota 3.850 unit tercatat yang sudah melakukan reservasi sebanyak 1.250 unit atau 32 persen.

Untuk reguler dari kuota 16.944 unit baru 1.360 unit kendaraan yang melakukan reservasi atau baru delapan persen.

Sementara untuk data Ketapang tercatat dari kuota 8.880 unit yang sudah reservasi sebanyak 1.873 unit atau 21 persen. 

Untuk Gilimanuk tercatat dari kuota 8.880 unit kendaraan baru 1.903 unit kendaraan yang melakukan reservasi atau sebesar 21 persen. (omy)