Kemenhub Dukung Pengembangan Potensi Wisata di Jalur Pansela

  • Oleh : Naomy

Jum'at, 20/Janu/2023 22:08 WIB
Dirjen Perhubungan Darat dan tim gabungan tinjau jalur Pansela Dirjen Perhubungan Darat dan tim gabungan tinjau jalur Pansela

CIANJUR (BeritaTrans.com) - Kementerian Perhubungan mendukung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan pemerintah daerah untuk mengembangkan destinasi pariwisata pantai agar dapat menghidupkan jalur Pantai Selatan Jawa (Pansela).

Hari ini (20/1/2023) tinjauan jalur Pansela masih dilakukan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Hendro Sugiatno, Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah I Kementerian PUPR Akhmad Cahyadi, Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi, dan Direktur Operasional  PT Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana.

Baca Juga:
Kemenhub-Korlantas Polri-Kementerian PUPR Terbitkan SKB Jelang Libur Panjang Isra Miraj dan Imlek

Menurut Hendro, jalur Pansela di wilayah propinsi Jawa Barat dari Pelabuhan Ratu (Sukabumi) sampai Pangandaran, memiliki 13 pantai indah yang sangat potensial untuk dikembangkan.

"Kita akan dorong Kemenparekraf dan  pemerintah daerah untuk mengembangkan sektor pariwisata yang ada, supaya masyarakat berminat melewati jalur ini," kata Hendro.

Baca Juga:
Antisipasi Antrean Panjang Kendaraan di Bali, Ditjen Hubdat Sediakan Shuttle Bus Ke Bandara Ngurah Rai, Gratis!

Ketika jalur Pansela Jawa ini ramai digunakan, secara otomatis akan menumbuhkan minat investasi dan pertumbuhan ekonomi. 

"Karena pantai-pantai di jalur Pantai Selatan view nya sangat luar biasa indahnya," ujarnya. 

Baca Juga:
Terminal Tipe A Tingkir, Anak Air, dan Paya Ilang Diresmikan Besok

Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah I, KemenPUPR, Akhmad Cahyadi menambahkan, jalur Pansela hingga Pangandaran panjangnya 416 kilometer dengan lebar jalan tujuh meter.

"Kondisi jalannya juga cukup baik, hanya ada di beberapa tempat kondisi jalannya sedikit rusak, namun sudah langsung diperbaiki, yaitu di wilayah Surade - Tegal Beleud, Kabupaten Sukabumi," katanya.

Dari jalur Pansela ini juga memiliki akses ke Bandung dari pertigaan Cidaun. Melalui Ranca Bali, Soreang dengan panjang jalan nasional 84 kilometer.

Akhmad menambahkan, di jalur Pansela ini ada sembilan jembatan sempit, yang secara bertahap pada tahun 2023 akan segera diperbaiki dengan anggaran APBN sebesar Rp148 miliar. 

"Jga sudah ada kontrak pembangunan jembatan lain dengan anggaran multiyear sampai tahun 2024 sebesar Rp 228 miliar," kata dia.

Jalur Pantai Selatan ini tidak semata-mata menawarkan jalur mudik tanpa kemacetan tapi juga mudik sambil wisata. Karena selain pantainya indah, sudah banyak tempat rekreasi dan kuliner dengan variasi makanan yang beragam.

Sementara itu Kakorlantas Polri Firman Shantyabudi mengingatkan masyarakat yang akan mudik melalui jalur Pansela Jawa untuk tetap waspada.

"Waspada, karena dari segi penerangan jalan dan perambuan masih sangat minim sekali. Selain itu lebar jalan yang hanya tujuh meter harus membuat kita waspada saat berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan," ujar Firman. 

Bagi pengguna jalur pantai selatan Jawa ini tidak semata-mata menggunakan aspek kecepatan tapi lebih pada menikmati pemandangan yang indah dan destinasi wisata yang menarik. 

Masyarakat juga diimbau tidak memarkir kendaraannya di badan jalan agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.

Adapun untuk keamanan, Polres atau Polsek setempat bisa rutin melakukan penjagaan dan patroli di tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan rawan kecelakaan dan kejahatan. (omy)