Mantap, KA Makassar - Parepare Melaju dengan Kecepatan 110 KM/Jam

  • Oleh : Naomy

Sabtu, 21/Janu/2023 20:13 WIB
Dirjen Perkeretaapian Risal Wasal paparkan progres KA Makassar-Parepare Dirjen Perkeretaapian Risal Wasal paparkan progres KA Makassar-Parepare

MAROS (BeritaTrans.com) - Mantap, sejak dilakukan uji coba terbatas pada awal Oktober 2022, kereta api (KA) Makassar-Parepare terus mengalami peningkatan kecepatan. 

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Risal Wasal menyampaikan, kini kecepatan pada layanan KA pertama di Sulawesi Selatan tersebut dapat mencapai 110 km/jam.

Baca Juga:
Menhub Bahas Kelanjutan Kerja Sama di Sektor Transportasi dengan Dubes Jepang Baru

"Penyempurnaan pembangunan serta pemadatan struktur tanah dan balas pada jalur KA ini menyebabkan peningkatan kecepatan ini dapat dilakukan pada ruas-ruas tertentu," urai Risal di sela kunjungan kerja di KA Lintas Makassar-Parepare, Sabtu (21/1/2023).

Adapun ruas-ruas jalur yang sudah memiliki batas kecepatan hingga 100 km/jam mencakup ruas km 74 - km 90, dan km 18 - km 44 pada segmen B dan segmen F.

Baca Juga:
DJKA Pastikan Perawatan Eskalator Stasiun Bekasi Rampung Bulan Ini

Dengan adanya peningkatan kecepatan ini, waktu tempuh layanan KA Makassar-Parepare untuk lintas Maros - Garongkong dapat dipangkas menjadi 68 menit dari semula 86 menit. 

"Tentu peningkatan kecepatan ini akan terus bertambah seiring dengan penyempurnaan pembangunan jalur yang sedang kami lakukan sampai nanti betul-betul akan dioperasikan untuk melayani masyarakat," tutur Risal.

Baca Juga:
DJKA Siapkan Langkah Mitigasi Dampak Pembangunan Jalur Ganda Sepanjang-Wonokromo

Selain karena faktor pembangunan yang hampir rampung, menurutnya, pengoperasian KA dengan kecepatan sedang hingga tinggi tersebut dimungkinkan karena penggunaan jalur rel dengan lebar 1.435 mm. 

Sebagaimana diketahui, lebar jalur ini berbeda dengan jalur KA di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera yang umumnya menggunakan lebar rel 1067 mm.

"Dengan lebar jalur tersebut, KA ini nantinya dapat melaju lebih cepat dan mengangkut muatan lebih banyak daripada yang eksisting di Jawa," jelas Risal. 

Dia optimistis saat dioperasikan nanti, KA Makassar-Parepare dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan di kawasan Sulawesi Selatan.

Guna mewujudkan optimisme tersebut, Risal menjelaskan bahwa DJKA telah melakukan beragam upaya.

Antara lain, dengan mendorong pemanfaatan area stasiun untuk menunjang UMKM asli masyarakat setempat.

"Mungkin ke depan di stasiun-stasiun ini akan ada kedai kopi, tempat nongkrong dan kuliner lokal, yang berasal dari UMKM yang sudah dikurasi," katanya. 

Risal menjabarkan, akan dilakukan integrasi moda transportasi pendukung untuk menghubungkan masing-masing stasiun dengan destinasi wisata di sekitarnya. 

Terlebih sepanjang jalur KA banyak terdapat destinasi wisata alam unggulan Sulsel. 

Seperti Taman Geopark Karst Rammang-Rammang, dapat ditempuh tidak sampai lima menit dari Stasiun Rammang-Rammang.

Di akhir paparannya, Risal menjelaskan bahwa aspek keselamatan juga akan tetap menjadi prioritas dalam membangun jalur KA ini di samping peningkatan kecepatan dan penyempurnaan pembangunan. 

"Sudah kami buat agar selanjang jalur ini tidak ada perlintasan sebidang, sehingga memimimalisir kemungkinan adanya insiden yang melibatkan perjalanan KA," pungkas Risal. (omy)