Makin Familiar, Pengguna Ferizy ASDP Tembus 1,38 Juta Orang

  • Oleh : Naomy

Rabu, 25/Janu/2023 19:11 WIB
Pelabuhan Penyeberangan kelolaan ASDP Pelabuhan Penyeberangan kelolaan ASDP


JAKARTA (BeritaTeans.com) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat jumlah user aplikasi Ferizy saat ini tembus angka 1,38 juta sejak pertama kali diluncurkan Maret 2020.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan, pengguna jasa sudah semakin familiar dengan pembelian tiket online Ferizy, yang merupakan salah satu bentuk transformasi dan inovasi layanan digital, yang berhasil dilakukan ASDP.

Baca Juga:
ASDP Relokasi KMP Jatra II dari Lintas Merak-Bakauheni, Perkuat Lintas LDF Ketapang-Lembar

"Sejak diluncurkan pada 2020, jumlah user Ferizy terus mengalami pertumbuhan yang menggembirakan. Kami akan terus menyosialisasikan Ferizy agar pengguna jasa makin dimudahkan dalam menggunakan layanan ASDP," ungkap Shelvy di Jakarta, Rabu (25/1/2023).

Dia menjelaskan, periode 1 Maret 2020 hingga 31 Desember 2020, pengguna Ferizy tercatat sebanyak 438.108. Lalu, pada periode 1 Januari hingga 31 Desember 2021, user Ferizy bertambah 354.700 user dan periode 1 Januari hingga 31 Desember 2022, user Ferizy bertambah sebanyak 527.730 user. 

Baca Juga:
Persiapan Jelang Angkutan Lebaran, ASDP Tingkatkan Fasilitas di Pelabuhan Merak

"Sementara, untuk periode 1 Januari hingga 20 Januari 2023 ini terdapat penambahan user Ferizy sebanyak 27.228 user, sehingga total keseluruhannya hingga 20 Januari 2023 sudah menembus angka 1.347.763 user," jabarnya.

Sejalan dengan pertumbuhan user Ferizy, jumlah penumpang yang menyeberang di total empat pelabuhan yang menerapkan tiket online Ferizy juga terus mengalami peningkatan secara signifikan. 

Baca Juga:
ASDP Konsisten Perangi Sampah Laut, Sediakan Vending Machine untuk Botol Plastik

Keempat pelabuhan yang menerapkan tiket online Ferizy adalah Pelabuhan Bakauheni, Lampung; Pelabuhan Merak, Banten; Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur; dan Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Pada periode 1 Maret-31 Desember 2020, total jumlah penumpang ASDP mencapai 7.004.012 orang. 

Lalu, jumlah penumpang, yang menyeberang periode 1 Januari-31 Desember 2021 mencapai 11.293.177 penumpang. 

Kemudian, jumlah pengguna jasa yang menyeberang pada periode 1 Januari-31 Desember 2022 tercatat 14.683.661 penumpang dan data terkini, jumlah penumpang yang menyeberang pada periode 1 Januari-20 Januari 2023 tercatat 534.465 orang.

"Dengan demikian, secara total, penumpang yang menyeberang pada periode 1 Maret 2020 hingga 20 Januari 2023 di empat pelabuhan utama mencapai 33,5 juta orang," sebut dia.

Shelvy juga melanjutkan, sebagai badan usaha milik negara (BUMN) penyedia jasa transportasi publik, ASDP berkomitmen terus meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa kapal penyeberangan di seluruh Indonesia.

Melalui Ferizy, calon penumpang semakin mudah, cepat dan aman dalam melakukan perjalanan dengan kapal ferry sejak proses reservasi tiket kapal. 

"Peningkatan jumlah penumpang tak lepas dari peningkatan layanan dan kenyamanan baik di kapal dan pelabuhan yang terus dilakukan ASDP," imbuh Shelvy. 

Sedangkan bagi ASDP, reservasi online Ferizy akan membuat pergerakan kendaraan di dalam pelabuhan pada setiap jam keberangkatan merata dan terkendali sesuai dengan alokasi zonasi area siap muat yang tersedia.

"Sebelum pemberlakuan Ferizy, arus kedatangan pengguna jasa saat golden time atau beban puncak telah menyebabkan antrean kendaraan baik di jalan masuk maupun dalam pelabuhan," katanya.

Namun, lanjutnya, setelah dilakukan pengaturan Ferizy, arus kedatangan pengguna jasa terdistribusi secara merata seusai jadwal yang dipilih oleh pengguna jasa serta kapasitas daya tampung pelabuhan dan kapasitas angkut kapal.

"Dengan Ferizy, ASDP menjual tiket sesuai kuota dalam jumlah yang sama setiap harinya atau trafik terbagi rata sesuai konsep flattening the curve," ujarnya.

ASDP menerapkan pembelian tiket kapal penyeberangan ferry dalam dua skema.
Skema pertama, pembelian tiket online yang dapat dilakukan H-60 sebelum keberangkatan melalui web reservation di www.ferizy.com, aplikasi di Android dan IOS, dan gerai retail seperti Alfamart, Indomaret, Agen BRILink, dan lainnya.

Sementara, pembayaran tiketnya dapat dilakukan melalui cara transfer antarbank, e-wallet, gerai retail, internet banking, dan lainnya.

Skema kedua adalah pembelian tiket non online yang dilakukan langsung di pelabuhan penyeberangan (saat ini terdapat di 25 pelabuhan ASDP dan 11 pelabuhan Non-ASDP). Di mana pembayaran tiketnya dilakukan secara Non-Tunai melalui transfer antarbank, e-wallet, gerai retail, internet banking, kartu debit, dan lainnya. (omy)