Driver Ojol kena Orderan Fiktif di Restoran Burger Mencapai Rp 580 Ribu

  • Oleh : Redaksi

Minggu, 12/Feb/2023 13:19 WIB
Foto: TIkTok/iStock Foto: TIkTok/iStock

Jakarta (Beritatrans.com)  - Seorang driver ojek online (ojol) mengalami orderan fiktif di restoran burger. Ia mendapat pesanan sebanyak 12 menu dengan total belanja Rp 580 ribu.

Orderan fiktif menjadi salah satu hal yang kerap dialami para driver ojol. Entah apa motifnya, orang yang tidak bertanggung jawab memesan makanan lewat aplikasi ojol tanpa tahu dituju ke siapa.

Hal inilah yang dialami oleh seorang driver ojol di Medan. Lewat video TikToknya @wakpoe menceritakan pengalamannya saat mengalami orderan fiktif dari restoran burger di Medan.

"Jadi tadi malam aku dapat orderan GoFood ya di jam-jam 9 malam ya. Satu orderan searah pulang. Rupanya itu adalah orderan fiktif," ujarnya dalam video.

Baca Juga:
Dirjen Hubdat Tekankan Mitra Ojek Online Pentingnya Keselamatan Berkendara

 


Orderan fiktif burger Foto: TIkTok/iStock

Baca Juga:
Pemerintah Usulkan Agar Pengemudi Ojek Online Dapat THR Lebaran 2023


Dikonfirmasi detikFood (12/02/23) orderan fiktif tersebut terjadi restoran burger bernama Burger Bross. Ada 12 menu yang dipesan oleh pelaku orderan fiktif.

Beberapa diantaranya adalah Almond Brownie, Es Cokelat Cozy, Cheesy Garlic Bread Sticks, The Brothers Burger, Fried Chicken Rice Meal, Majestic Mexico Loaded Fries dan masih banyak lagi.

Dengan sebanyak 12 menu tersebut total belanjanya mencapai Rp 580.000. Namun sayang, ketika pesanan diantarkan ke alamat yang dituju, pelanggan tersebut tak bisa dihubungi.

Terlihat pada detail pemesanan di aplikasi ojol, pelanggan yang memesan bernama Marco Pangidoan. Awalnya ia tidak menaruh curiga, karena alamat yang dituju jelas.

 

Baca Juga:
Dipotong Grab-Gojek, Penghasilan Ojol jadi Makin Anyep


Orderan fiktif burger dengan total belanja mencapai Rp 580.000 Foto: TIkTok/iStock

Selain itu, saat pemesanan di restoran pelanggan tersebut pun masih bisa dihubungi. "Alamatnya jelas, pelanggan dihubungi via telepon masih bisa. Kirim pesan masih bisa," ujarnya.

"Dan setelah saya mulai pengantaran itulah baru gak bisa dihubungi sama sekali," tambahnya.

Lebih lanjut, driver ojol tersebut menjelaskan bahwa pesanan makanan yang totalnya dk atas Rp 500.000 itu sulit untuk dibatalkan. Proses penggantian uangnya pun harus ada pendampingan.

"Prosesnya harus ada pendampingan tim satgas atau langsung datang ke kantor operasional baik siang maupun malam," ujar driver ojol.

Videonya ramai ditanggapi oleh netizen. Banyak netizen yang tak habis pikir dengan orang yang tega melakukan pesanan palsu kepada driver ojol.

"Coba pelaku orderan fiktif ini bisa diselidiki siapa oknumnya? Supaya gak sering kejadian," tulis netizen.

"Meskipun bisa diganti sama pihak perusahaan, tapi buang-buang waktu banget kalo ada orderan fiktif," tulis netizen lainnya.
(ny/Sumber:detik.com)