Garuda Tingkatkan Frekuensi Penerbangan Internasional Ke Berbagai Destinasi Domestik

  • Oleh : Naomy

Jum'at, 24/Mar/2023 19:44 WIB
Pesawat Garuda Indonesia (dok) Pesawat Garuda Indonesia (dok)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Maskapai nasional Garuda  Indonesia terus mengoptimalkan langkah akselerasi kinerja yang juga turut diselaraskan dengan dukungan berkelanjutan  terhadap pemulihan sektor pariwisata. 

Komitmen tersebut direpresentasikan melalui penambahan frekuensi layanan penerbangan internasional ke berbagai destinasi domestik.

Baca Juga:
Rampungkan Operasional Penerbangan Haji Fase 1 Embarkasi Lombok, Garuda Catat OTP Rata-Rata Capai 100%

"Penambahan frekuensi tersebut dilaksanakan secara bertahap mulai Maret hingga April 2023 di sejumlah sektor penerbangan yang dilayani dengan tujuan destinasi Jakarta dan Denpasar dan turut mempertimbangkan outlook performa rute penerbangan serta pertumbuhan demand penumpang," tutur Direktur Utama PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra di Jakarta, Jumat (24/3/2023). 

Melalui  penambahan frekuensi tersebut, Garuda menurutnya, merencanakan menambah kapasitas layanan penerbangan pada sejumlah rute penerbangan internasional seperti  Sydney - Jakarta pp yang akan dioperasikan tig kali dalam seminggu, Singapura - Denpasar pp yang akan dioperasikan lima kali dalam seminggu, Hongkong - Jakarta pp yang akan dioperasikan lima kali dalam seminggu, Haneda-Jakarta pp yang akan dioperasikan tiga kali dalam seminggu, Guangzhou - Jakarta pp yang akan dioperasikan dua kali dalam seminggu, Sydney - Denpasar pp yang akan dioperasikan tiga kali dalam seminggu, Melbourne - Jakarta pp yang akan dioperasikan tiga kali dalam seminggu.

Baca Juga:
Dukung Perkembangan Olahraga Nasional, Garuda Jadi Official Airline KONI

Melbourne - Denpasar pp yang akan dioperasikan dua kali dalam seminggu,  Amsterdam -  Jakarta pp yang akan dioperasikan dua kali setiap minggunya serta Singapura - Jakarta yang akan dioperasikan 34 kali setiap minggunya.

Selain itu Garuda juga akan mengoperasikan rute baru yaitu Surabaya-Singapura  pp sebanyak lim kali seminggu.  

Baca Juga:
Optimalkan Layanan Penerbangan Haji, Garuda Intensifkan Langkah Mitigasi

"Dengan penambahan frekuensi tersebut, jumlah penerbangan yang akan dioperasikan Garuda pada April 2023  diproyeksikan akan tumbuh sedikitnya 40% dibandingkan dengan periode akhir tahun 2022 lalu," urainya.

Dia mengatakan, penambahan frekuensi penerbangan internasional menuju destinasi domestik  ini merupakan wujud  upaya Garuda sebagai national flag carrier untuk mendukung pertumbuhan  wisatawan mancanegara, selaras dengan momentum pemulihan pariwisata nasional yang terus dioptimalkan Pemerintah dan berbagai pihak. 

"Jakarta dan Denpasar sebagai hub penerbangan terpadat di Indonesia nantinya dapat menghubungkan wisatawan mancanegara ke berbagai rute penerbangan domestik yang berada di kawasan destinasi wisata unggulan nasional yang turut dilayani Garuda", jelas Irfan.

Penambahan frekuensi penerbangan ini menjadi bentuk komitmen kami sebagai national flag carrier untuk senantiasa memastikan kebutuhan konektivitas udara dalam mendukung  percepatan pemulihan industri pariwisata nasional dapat terpenuhi dengan baik melalui layanan penerbangan yang aman dan nyaman, utamanya dalam menghadapi periode peak season sepanjang tahun 2023.  

Meningkatnya frekuensi penerbangan ini juga turut menjadi proyeksi optimisme kami terhadap outlook kinerja positif yang kedepannya akan terus ditingkatkan, khususnya melalui penyelarasan basis kapasitas alat produksi dengan demand pasar yang pertumbuhannya semakin konsisten di tengah momentum dibukanya kembali akses ke berbagai negara di dunia.

"Selain memaksimalkan peluang pasar penumpang antarnegara, penambahan frekuensi ini juga diharapkan akan dapat menjembatani kebutuhan pengiriman kargo khususnya berbagai produk komoditas ekspor unggulan nasional seperti produk kemaritiman serta produk UMKM yang kami harapkan dapat tumbuh selaras dengan berbagai perningkatan proyeksi frekuensi penerbangan utamanya dalam menunjang aktivitas direct call komoditas ekspor Indonesia,” tutup Irfan. (omy)