Tidur di Rel, Tiga Pemuda Tanpa Identitas Tertabrak Kereta Api Tewas

  • Oleh : Redaksi

Rabu, 29/Mar/2023 05:21 WIB
Tim medis PMI Kota Malang saat mengevakuasi seorang korban tertabrak KA yang terjadi di dekat perlintasan KA Jalan Satsuit Subun Kelurahan Kebonsari Kecamatan Sukun Kota Malang, Senin (27/3/2023). Tim medis PMI Kota Malang saat mengevakuasi seorang korban tertabrak KA yang terjadi di dekat perlintasan KA Jalan Satsuit Subun Kelurahan Kebonsari Kecamatan Sukun Kota Malang, Senin (27/3/2023).

MALANG (BeritaTrans.com) - Tiga pemuda tanpa membawa identitas yang tertabrak Kereta Api (KA) Kertanegara di dekat perlintasan Jalan Satsuit Tubun Kecamatan Sukun Kota Malang pada Senin (27/3/2023) dini hari, diduga dalam kondisi mabuk dan tidur di atas rel.

Dari pantauan wartawan di lokasi, sebuah jembatan kecil yang diduga titik lokasi ketiga korban tertabrak KA berjarak sekitar 100 meter arah selatan pos perlintasan.

Baca Juga:
Tertabrak Kereta Api di Sergai, Bocah 10 Tahun Tewas Tragis

Diketahui juga, bahwa ketiganya tertabrak dan terseret kereta sejauh kurang lebih 90 meter.

Penjaga palang perlintasan, Purwanto mengatakan, bahwa korban berprofesi sebagai pengamen dan sering minum minuman keras (miras).

Baca Juga:
KA Pandalungan Tertabrak Mobil di Pasuruan, KAI Imbau Masyarakat Agar Tingkatkan Disiplin Berlalu Lintas

"Sering terlihat di sekitar sini, biasanya antara jam 21.00 WIB sampai jam 23.00 WIB. Tetapi enggak tahu, sampai bisa ketabrak kereta," jelasnya, Senin (27/3/2023).

Dirinya juga mengungkapkan, bahwa di lokasi kejadian ditemukan sisa botol miras.

Baca Juga:
Mobil Tertabrak Kereta Api di Boto Klaten, Satu Orang Tewas

"Jadi, ada satu botol ukuran sedang ditemukan. Kemungkinan, mereka itu mabuk terus tertidur di rel," tambahnya.

Purwanto juga menambahkan, bahwa ia tidak mengetahui identitas maupun asal usul dari ketiga korban tersebut.

"Memang pengamen, tetapi saya enggak tahu namanya dan asalnya darimana," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Sukun, Kompol Nyoto Gelar menerangkan, bahwa pihaknya bersama dengan Inafis Polresta Malang Kota terus berupaya mencari dan mengetahui identitas korban.

"Seluruh jenazah korban masih berada di Kamar Jenazah RSSA Malang. Identitas belum diketahui, dan hingga sekarang masih dilakukan proses identifikasi," pungkasnya.(fhm/sumber:tribunnews)