Fortuner Nyungsep ke Jalur Rel Kereta di Banyumas, Diduga Sopir Sengaja

  • Oleh : Fahmi

Rabu, 19/Apr/2023 21:15 WIB
Mobil SUV melintang di atas jembatan rel KA Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (19/4/2023) Mobil SUV melintang di atas jembatan rel KA Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (19/4/2023)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Sebuah mobil penumpang jenis Toyota Fortuner masuk jalur rel kereta api melalui perlintasan sebidang di Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah Rabu (19/4) dinihari sekitar pukul 03.00 WIB.

Mengutip dari Antara, Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto Krisbiyantoro mengatakan mobil itu tergelincir dan melintang di atas viaduk sebelah utara SPBU Sumpiuh. Pihaknya pun segera melakukan evakuasi atas mobil itu dengan mengerahkan satu unit crane dari Tambak, Banyumas.

Baca Juga:
Viral! Wanita Sexy Menari di Rel Hampir Tertabrak Kereta Api

"Tergelincir dan melintang di atas viaduk sebelah utara SPBU Sumpiuh," katanya

Tak ada korban dalam kejadian tersebut, hanya penumpang mengalami luka-luka ringan.

Baca Juga:
Tabrakan Diri ke Kereta Api di Bandung Pria Ini Tewas

Lebih lanjut, Krisbiyantoro mengatakan kejadian tersebut mutlak tanggung jawab dari sopir mobil yang belum diketahui keberadaannya.

"Mobil yang datang dari arah barat tersebut masuk ke jalur hilir (jalur ke arah Jakarta/Bandung, red.). Beruntung seluruh penumpang dan barang bawaannya selamat, namun sopirnya kabur," jelasnya.

Baca Juga:
Pria Ini Tersambar Kereta Api saat Berjalan di Rel, Jasadnya Ditemukan Tewas Mengenaskan

Sementara dalam rekaman video yang beredar melalui WhatsApp, salah seorang penumpang mobil, Taqwa (61) mengaku berasal dari Jambi bersama istri dan dua anaknya hendak mudik ke Purworejo guna menengok orang tua yang sedang sakit.

Menurut dia, mobil Fortuner berpelat nomor B-1559-NCQ itu merupakan kendaraan sewaan.

Ia menduga sopir mobil yang diketahui bernama Candra itu sengaja mengarahkan kendaraannya ke jalur rel kereta api karena ingin mengajak seluruh penumpangnya bunuh diri bersama-sama.

"Itu sengaja. 'Supaya mati semua', sopirnya bilang begitu. Alhamdulillah tidak apa-apa meskipun anak-anak mengalami lecet-lecet," kata warga Desa Baru, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi itu.