Ditjen Hubdat Bekali SDM Agar Siap Hadapi Tantangan Penyelenggaraan LLAJ

  • Oleh : Naomy

Jum'at, 26/Mei/2023 10:04 WIB
Rakernis LLAJ Rakernis LLAJ

NUSA DUA (BeritaTrans.com) - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Hendro Sugiatno menyatakan, pihaknya menaruh perhatian besar terhadap fungsi penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan. 

Baca Juga:
Kemenhub-Korlantas Polri-Kementerian PUPR Terbitkan SKB Jelang Libur Panjang Isra Miraj dan Imlek

Hal ini menurutnya sangat penting sebagai tulang punggung aktivitas kehidupan sosial, utamanya dalam pertumbuhan ekonomi terlebih di masa kini begitu banyak tantangan yang dihadapi dalam sektor transportasi. 

Dirjen Hendro mengemukakan hal tersebut dalam sambutannya pada acara Rapat Kerja Teknis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Tahun Anggaran 2023 di Hotel Merusaka Bali, 25-26 Mei 2023.

Baca Juga:
Antisipasi Antrean Panjang Kendaraan di Bali, Ditjen Hubdat Sediakan Shuttle Bus Ke Bandara Ngurah Rai, Gratis!

“Kita sekarang menghadapi tantangan yang kompleks dan dinamis dari segi pelayanan kepada masyarakat, teknologi kendaraan, dan tuntutan masyarakat atas kecepatan pelayanan. Salah satu upaya untuk menghadapi tantangan tersebut adalah bagaimana kita meningkatkan ilmu agar kemampuan kita dapat mengikuti perkembangan teknologi lalu lintas di masa depan,” urainya.

Menurut Dirjen Hendro, Kemenhub memiliki tanggung jawab dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan adalah mengenai kendaraan yang berkeselamatan. 

Baca Juga:
Terminal Tipe A Tingkir, Anak Air, dan Paya Ilang Diresmikan Besok

“Keselamatan menjadi tanggung jawab bersama dan salah satu yang harus kita sikapi adalah manajemen rekayasa lalu lintas. Ini tanggung jawab kita bersama bagaimana cara untuk menertibkan masyarakat dalam penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan yang ujungnya adalah keselamatan,” tambah Dirjen Hendro.

Selain itu, dalam melakukan tugasnya, menurutnya, seorang PPNS juga membutuhkan sikap profesionalisme. 

“Profesionalisme adalah sebuah keharusan. Keselamatan berkendara menjadi perhatian tertinggi dalam penanganan lalu lintas. Di samping Sumber Daya Manusia (SDM) yang harus kita siapkan, kolaborasi antar stakeholder seperti saat Angleb merupakan contoh banyaknya apresiasi karena berjalan dengan baik atas bentuk sinergi antar stakeholder,” urainya.

Menurutnya, pola sinergi dan kolaborasi dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2023 dapat menjadi patokan untuk meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan instansi lain di masa mendatang. 

Dalam sambutannya, Dirjen Hendro menambahkan, sebagai regulator Kemenhub juga memiliki peran yang sangat penting dalam menyusun strategi penurunan angka kecelakaan lalu lintas.

“Kemenhub punya tugas dalam membangun kesadaran yang tepat untuk menurunkan kecelakaan dan tingkat fatalitas kecelakaan di masyarakat. Lebih penting lagi adalah ketika keputusan hukum dikeluarkan maka harus ditegakkan dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Lebih lanjut lagi, Dirjen Hendro menyatakan bahwa masyarakat pengguna jalan menginginkan suatu kinerja penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan yang professional, optimal, handal, dan tingkat keselamatan yang tinggi, sehingga diperlukan suatu langkah secara pro aktif dari pemerintah sebagai penyelenggara lalu lintas dan angkutan jalan.

“Keselamatan jalan tidak hanya bergantung pada ketertiban pengguna jalan saja, melainkan banyak hal yang harus diwujudkan. Masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus kita perbaiki mulai dari peningkatan kemampuan SDM kolaborasi antarstakeholders, serta kebijakan Perhubungan Darat terkait Jalan Nasional mulai dari Manajemen Rekayasa Lalu Lintas, Analisis Dampak Lalu Lintas dan Perlengkapan Jalan,” ujarnya.

Upaya peningkatan SDM ini salah satunya melalui penambahan pengetahuan bagi para PPNS dalam Penegakan Hukum Bidang LLAJ sehingga diharapkan PPNS dapat melakukan penanganan permasalahan pelanggaran angkutan umum dengan penegakan hukum berdasarkan bukti rekam elektronik. 

Rapat Kerja Teknis PPNS Bidang LLAJ Tahun 2023 ini dihadiri sebanyak 136 peserta dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Dinas Perhubungan Provinsi, Kota dan Kabupaten di seluruh Indonesia. 

Hadir dalam acara ini Direktur Lalu Lintas Jalan Cucu Mulyana, serta sejumlah narasumber dari Kementerian PUPR, Bappenas, KNKT, Korlantas POLRI, Kementerian Hukum dan HAM, Kejaksaan Agung, BPKP dan LKPP. (omy)