Pecahkan Rekor MURI, KAI dan IRPS Kolaborasi Buat Lokomotif 3D Print Terbesar Se-Indonesia

  • Oleh : Fahmi

Rabu, 07/Jun/2023 16:16 WIB
Foto:Istimewa Foto:Istimewa

JAKARTA (BeritaTrans.com) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) berkolaborasi dengan Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) akan memecahkan rekor pembuatan miniatur lokomotif 3D print terbesar se-Indonesia di Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng. 

Kick-off pembuatan miniatur lokomotif ini dilakukan pada Rabu, 7 Juni 2023, yang sekaligus akan mencetak rekor selanjutnya yaitu Pameran dan Pengoperasian Printer Tridimensi secara Nonstop Terlama.

Baca Juga:
KAI Tambah Fasilitas Executive Lounge di Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng, Penumpang Bisa Apa Aja?

Adapun jenis lokomotif yang dijadikan miniatur adalah Lokomotif uap DD52 yang pernah beroperasi di Indonesia. Lokomotif buatan Jerman dan Belanda ini didatangkan oleh perusahaan kereta api milik negara, Staatsspoorwegen (SS) sepanjang tahun 1923-1924. Lokomotif DD52 memiliki panjang 20.792 mm dengan bobot 136 ton.

Di dekade 1970-an, hanya tersisa 2 lokomotif yaitu DD5203 dan DD5208 yang siap operasi. Kedua lokomotif ini beroperasi hingga pertengahan 1970-an dan pada akhirnya dibesituakan di akhir 1970-an.

Baca Juga:
Pameran Miniatur Lokomotif Terbesar Se-Indonesia Hadir di Stasiun Surabaya Gubeng

EVP of Corporate Secretary KAI - Raden Agus Dwinanto Budiadji mengatakan, merupakan suatu kebanggan KAI bersinergi dengan IRPS dalam menghadirkan kembali lokomotif uap bersejarah yang pernah melayani masyarakat Indonesia, meski dalam bentuk replika.

“Harapannya, dengan adanya miniatur lokomotif uap DD52 di Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng, sejarah perkeretaapian di Indonesia akan semakin dihargai, dicintai, dijaga, dan dapat memberikan manfaat serta pengetahuan bagi masyarakat luas,” kata Agus Dwinanto.

Baca Juga:
Museum Lawang Sewu Hadirkan Miniatur Lokomotif Terbesar Se-Indonesia, Jadwalnya Terbatas Loh!

Lokomotif ini dihadirkan dalam bentuk miniatur yang dibuat dengan teknologi kekinian yaitu menggunakan teknologi printer 3 dimensi. Miniatur lokomotif skala 1:4 ini memiliki dimensi mencapai panjang 6 meter, sehingga KAI dan IRPS cukup percaya diri untuk mencatatkan miniatur lokomotif uap ini di Museum Rekor-Dunia Indonesia sebagai miniatur lokomotif terbesar di Indonesia.

Yang lebih unik lagi, semua proses pencetakan tridimensi (print 3D) ini akan diperlihatkan kepada masyarakat selama 14 hari di Stasiun Besar Semarang Tawang Bank Jateng. Secara keseluruhan, miniatur lokomotif terbesar ini akan dicetak menggunakan 35 mesin cetak tridimensi (printer 3D) dan menghabiskan setidaknya 170 kg material filamen plastik, ABS, dan resin yang juga didukung penuh oleh 3D Zaiku Indonesia sebagai salah satu pelopor yang menghadirkan teknologi cetak tridimensi di Indonesia.

Kegiatan pencatatan rekor ini menjadi bagian dari HUT IRPS ke-21. IRPS adalah komunitas pecinta kereta api yang memusatkan perhatian dan kegiatannya pada penyelamatan dan pelestarian aset perkeretaapian Indonesia yang bernilai sejarah.

Sementara itu, nama Stasiun Semarang sejak 17 April 2023 berubah menjadi Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng. KAI saat ini membuka kesempatan kepada perusahaan-perusahaan untuk ikut serta berkolaborasi dalam program hak penamaan atau Naming Rights pada stasiun-stasiun. Program ini juga merupakan sebuah inovasi KAI dalam hal optimalisasi aset perusahaan.

Melalui program Naming Rights, nama brand milik mitra akan diterapkan dalam berbagai penyebutan baik audio maupun visual di berbagai media seperti, signage, wayfinding, peta jalur, announcement, dan berbagai publikasi lainnya terkait stasiun tersebut. 

Diharapkan dengan program ini, KAI dengan mitra dapat menjalin kerja sama yang produktif dan berkelanjutan sehingga dapat menarik baik dari sisi reputasi maupun keberlanjutan bisnis antar perusahaan. (Fhm)