Jalan Tol IKN Bakal Ditargetkan Rampung Pertengahan 2024

  • Oleh : Fahmi

Senin, 07/Agu/2023 09:38 WIB
Presiden Joko Widodo saat meninjau progres proyek tol IKN sesi 3B yang berlokasi di KM.13 Karang Joang, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Presiden Joko Widodo saat meninjau progres proyek tol IKN sesi 3B yang berlokasi di KM.13 Karang Joang, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

BALIKPAPAN (BeritaTrans.com) - Pembangunan tiga seksi proyek Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) yang menghubungkan Balikpapan menuju Ibu Kota IKN ditarget selesai pertengahan 2024.

Artinya sebelum upacara HUT Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2024 akses tol menuju IKN Nusantara sudah bisa digunakan.

Baca Juga:
Hampir Selesai, Jalan Tol dan Bandara IKN Siap Sambut Perayaan 17 Agustus-an

Tiga seksi proyek tol IKN itu adalah Seksi 3A Karangjoang-KKT Kariangau sepanjang 13,4 Km, Seksi 3B KKT Kariangau-Simpang Tempadung 7,32 Km, dan Seksi 5A Simpang Tempadung-Jembatan Pulau Balang 6,67 Km.

Jalan tol tersebut bakal terhubung dengan tol Balikpapan-Samarinda yang saat ini sudah dioperasikan.

Baca Juga:
Tol IKN Segmen SP Tempadung-Jembatan Pulau Balang Rampung Juni 2024

”Saat ini, untuk progres pada Seksi 3A mencapai 12,33 persen, Seksi 3B 30,11 persen, dan Seksi 5A sudah 37,39 persen. Ketiga seksi ini ditargetkan rampung pada pertengahan 2024, sekitar Juni atau Juli,” kata Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Pembangunan IKN 2 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Armen Adekristi, dalam keterangan tertulis, Ahad (6/8/2023).

Jalan dengan lebar sekitar 10 meter itu sudah dikeraskan dan bisa dilalui berbagai kendaraan proyek.

Baca Juga:
Pembangunan Tol IKN Segmen Kariangau-SpTempadung Terus Dikebut, Sekarang Masuki Tahap Ini!

Saat melintasi jalan yang bersisian dengan Hutan Lindung Sungai Wain, terlihat banyak papan peringatan agar para pekerja berhati-hati dan tidak mengganggu satwa jika bertemu ketika bekerja.

Selain pengerjaan jalan, terlihat pula pengerjaan pendukung jalan, seperti drainase, penguatan tebing, dan penghijauan di sisi jalan.

Kendati jalan itu masih berupa tanah yang dikeraskan, perjalanan dari Jembatan Pulau Balang di Teluk Balikpapan menuju jalan raya KTT Kariangau bisa ditempuh dengan waktu sekitar satu jam.

Padahal, pengemudi yang mengantar Kompas melintasi jalan tersebut tidak menggunakan mobil gardan ganda di sepanjang 27,39 km jalan.

Menurut catatan Kementerian PUPR, jalan tol tersebut akan mempersingkat waktu tempuh dari Balikpapan menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN Nusantara. Waktu tempuh yang sebelumnya sekitar dua jam diperkirakan bisa disingkat menjadi kurang dari satu jam.

Armen menambahkan, pemerintah sedang melelang proyek jalan lain untuk melengkapi jalan tol tersebut.

Pertama, ada lelang Seksi 6A Riko-Rencana Outer Ring Road IKN dan Seksi 6B Rencana Outer Ring Road-Simpang 3 ITCI. Dua seksi itu sedang dalam proses lelang paket pekerjaan dengan target penandatanganan kontrak pada Agustus 2023.

”Untuk Seksi 1 ruas Bandara SAMS Sepinggan- Tol Balikpapan-Samarinda akan dilakukan lelang pada Oktober 2023 dengan target kontrak pada Desember 2023. Seksi 5B-1 segmen Jembatan Pulau Balang-Simpang Rencana Bandara VVIP, dan Seksi 5B-2 Simpang Rencana Bandara VVIP–Riko akan mulai lelang pada September 2023 dengan target kontrak November 2023,” papar Armen.

Selain seksi jalan yang disebutkan itu, terdapat Seksi 2 yang termasuk bagian dari Tol Balikpapan-Samarinda.

Adapun Seksi 4 disiapkan untuk pembangunan terowongan bawah laut (immersed tunnel) yang akan melintang di bawah perairan Teluk Balikpapan.

Kementerian PUPR membuat terowongan ini sebagai upaya agar tidak mengganggu mangrove dan satwa di perairan tersebut.

Armen menambahkan, pemerintah juga menyiapkan dua koridor satwa di Seksi 4.

”Untuk immersed tunnel saat ini masih proses lelang pekerjaan desain,” ujarnya.

Ketiga seksi ini ditargetkan rampung pada pertengahan tahun 2024, sekitar Juni atau Juli.

Proyek jalan tol tersebut merupakan salah satu infrastruktur pendukung IKN Nusantara. Nantinya, pengunjung IKN Nusantara bisa menempuh perjalanan dari Balikpapan, kota terdekat IKN, melalui jalan tol yang melintasi Teluk Balikpapan.

Jalan tol ini nantinya akan menjadi pilihan jalur tercepat.

Adapun akses non-tol bisa ditempuh melalui Jalan Jenderal Soedirman, kemudian berbelok di Kilometer 38 menuju Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, seluruh kegiatan pembangunan infrastruktur dan bangunan IKN Nusantara terlaksana sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya fokus dalam pengembangan KIPP di Zona 1A.

Sebab, infrastruktur dasar dan gedung pemerintahan di KIPP ini dinilai sebagai modal bagi Otorita IKN untuk membangun kepercayaan publik. Hal itu juga diharapkan bisa menarik minat investor untuk berinvestasi di IKN.

Basuki menambahkan, di luar bangunan fisik, pemerintah juga memulai penghijauan di sekitar proyek yang dikerjakan.

Selain menyediakan rumah pembibitan di banyak lokasi, penanaman pohon juga sudah mulai dilakukan bertahap.

”Persemaiannya sudah kami siapkan di beberapa titik dengan puluhan ribu pohon, termasuk untuk penghijauan di koridor tol, seperti pulai, kepel, sawo, asem jawa, beringin, tabebuya, dan sukun,” ujar Basuki. (fhm)