Capital A dan Garuda Indonesia Group Jajaki Kerja Sama Berbasis Value Layanan Komersial dan Logistik di Wilayah Asean

  • Oleh : Fahmi

Rabu, 27/Sep/2023 18:58 WIB
Capital A AirAsia bersama Garuda Indonesia Group resmi melakukan kerja sama MoU di Jakarta, Rabu (27/9/2023). Capital A AirAsia bersama Garuda Indonesia Group resmi melakukan kerja sama MoU di Jakarta, Rabu (27/9/2023).

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Capital A, induk perusahaan dari maskapai berbiaya hemat terkemuka di Asean, AirAsia, bersama Garuda Indonesia Group, resmi melakukan kerja sama (MoU) kemitraan strategisnya dalam mendukung penguatan ekosistem aviasi global pasca pandemi. 

Penandatanganan MoU kerja sama dilakukan langsung President & CEO Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, CEO Capital A, Tony Fernandes di Hotel Kawasan PIK, Jakarta pada Rabu (27/9/2023).

Baca Juga:
Setelah Gangguan Sistem IT Global di Akhir Pekan, Layanan AirAsia Akhirnya Kembali Normal

Kemitraan antara kedua entitas dijajaki pada perluasan jaringan di lini usaha jasa penerbangan komersial berbiaya hemat, AirAsia dan Citilink, usaha layanan logistik, Teleport dan Garuda Indonesia Cargo, hingga layanan Maintenance Repair and Overhaul (MRO) bersama Asia Digital Engineering (ADE) milik Capital A dan anak usaha Garuda Indonesia Group, yakni GMF AeroAsia. 

“Kita saat ini sedang menjadi saksi dari kemitraan luar biasa antara dua perusahaan terkemuka di Asean, yang dicintai oleh jutaan orang karena value, kualitas, serta pilihan layanan terbaik yang ditawarkan. Hubungan baik kami dengan Garuda telah bermula ketika Citilink bergabung dalam aplikasi airasia Superapp. Kami sangat bersemangat untuk terus memperkukuh relasi ini dengan menggabungkan kekuatan serta sumber daya yang kami miliki untuk menambah pengalaman terbaik bagi masyarakat," ungkap CEO Capital A, Tony Fernandes dalam sambutannya.

Baca Juga:
HUT ke-12, Citilink Sebar Hadiah Mobil, Paket Umroh dan Banyak Lagi Lewat Program Smilink Linkmiles Festival

President & CEO Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengatakan bahwa langkah kolaborasi ini menjadi penanda penting terhadap optimisme outlook industri aviasi yang bergerak semakin progresif. 

“Kami percaya pasca pandemi, kolaborasi bersama ekosistem aviasi menjadi sebuah keniscayaan untuk terus dioptimalkan. Berangkat dari komitmen tersebut, kolaborasi bersama dengan Capital A ini kami harapkan tidak hanya dapat memberikan pondasi outlook bisnis yang semakin solid bagi kedua perusahaan namun juga dapat memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan nilai tambah layanan penerbangan terbaik bagi masyarakat," jelas Irfan. 

Baca Juga:
Indonesia AirAsia Kembali Raih Sertifikasi IOSA dari IATA

Irfan menekankan, berbagai inisiatif yang dilaksanakan Garuda Indonesia Group melalui kolaborasi bersama berbagai mitra strategis, termasuk Capital A menjadi sebuah manifestasi bagi komitmen perusahaan untuk terus tumbuh bersama menghadirkan ekosistem usaha industri aviasi yang semakin agile dan adaptif menjawab tantangan kinerja industri penerbangan global serta menghadirkan greater impact atas keberadaan pelaku sektor aviasi bagi masyarakat dunia.

Pilar pertama dari kemitraan transformasional ini adalah MoU interlining antara AirAsia dengan Citilink, yang ditandatangani hari ini oleh CEO Grup AirAsia, Bo Lingam, dan CEO Citilink, Dewa Kadek Rai. Sekaligus menandai layanan interline perdana bagi Grup Maskapai AirAsia, kerja sama ini siap memberikan akses tanpa batas bagi para pelaku perjalanan udara ke berbagai kota di Indonesia. 

Memanfaatkan sedikitnya 50 destinasi domestik yang dijangkau Citilink serta 150 destinasi internasional milik AirAsia di Asean, peluncuran perdana pada rute-rute pilihan antara kedua maskapai direncanakan mulai beroperasi pada kuartal pertama tahun 2024. Layanan yang terintegrasi ini akan memberikan pengalaman proses transfer yang lebih mudah dan nyaman bagi para pelaku perjalanan udara dengan proses check-in bagasi dan penerbitan boarding pass cukup dari kota keberangkatan.

CEO Grup AirAsia, Bo Lingam, mengatakan, senang dengan kerjasama yang membuka awal perjalanan baru lagi bagi AirAsia.

"Citilink merupakan partner yang ideal dengan rute domestiknya yang kuat. Bersama dengan rute internasional dari kami, kemitraan ini akan menciptakan sinergi yang luar biasa. Kedepannya, kita akan melihat kolaborasi menarik lain seperti Citilink yang akan memperkuat AirAsia, semakin mendekatkan jarak bagi masyarakat. Saya juga mengapresiasi mitra kami airasia MOVE (airasia Superapp) yang telah menjembatani hubungan simbiotik, menciptakan peluang menarik bagi Grup Maskapai AirAsia," ujar Bo Lingam. 

Sedangkan Direktur Utama Citilink Dewa Kadek Rai mengatakan Citilink juga menyambut baik kolaborasi dengan AirAsia sebagai bentuk upaya perluasan pasar Citilink di ranah internasional. Melalui integrasi pemanfaatan jaringan yang dimiliki oleh kedua maskapai, baik kekuatan rute di Asean yang dimiliki AirAsia maupun kekuatan rute domestik yang dimiliki Citilink diharapkan mampu menggerakkan industri transportasi udara untuk melaju lebih baik pasca pandemi. 

"Kolaborasi ini juga merupakan sebuah milestone penting bagi Citilink untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan melalui penyediaan konektivitas yang lebih luas. Dengan demikian, kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan pengalaman terbang bagi pelanggan dengan layanan yang seamless dan hassle-free,” ujar Dewa Kadek Rai.


Kemitraan berbasis value antara Capital A dan Garuda Indonesia juga secara strategis mencakup beberapa entitas utama dari masing-masing ekosistem; memadukan dan memperkuat kapabilitas kedua belah pihak dalam memenuhi kebutuhan pelanggan. 

Pada kesempatan yang sama, lini bisnis logistik, Teleport, dari Capital A, yang dipimpin oleh CEO, Pete Chareonwongsak, telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Garuda Indonesia Cargo yang diwakili oleh Vice President Cargo Commercial Garuda Indonesia, Denny Perdana Wirawan. 

Kolaborasi ini akan menggabungkan jaringan logistik udara kedua belah pihak dan memungkinkan kedua perusahaan untuk mengangkut barang melintasi jaringan Teleport yang sudah mencakup 160 destinasi di seluruh Asia Pasifik dan konektivitas Garuda yang memiliki lebih dari 90 destinasi di seluruh dunia, dengan satu bukti pengiriman udara (single airway bill). Teleport akan dapat memanfaatkan konektivitas domestik yang kuat dari Garuda serta menyediakan kapasitas tambahan ke sektor-sektor dengan permintaan tinggi, seperti ke Singapura, Shenzhen, dan Hong Kong. Sementara Garuda akan dapat mengakses jaringan kuat dari Teleport di seluruh kawasan Asia Tenggara dan China, dengan konektivitas hingga ke kota-kota utama di Asia Pasifik seperti Taipei, Sydney, Auckland dan Delhi serta kota-kota lainnya.

Kerja sama juga berlangsung dari sisi penyediaan perawatan (maintenance) pesawat, antara Asia Digital Engineering (ADE), yang merupakan bagian dari Capital A, dengan GMF AeroAsia, milik Garuda Indonesia. Kedua belah pihak saat ini tengah melakukan eksplorasi secara lebih mendalam untuk mengidentifikasi langkah-langkah optimal dalam memanfaatkan kapabilitas, efisiensi, dan keuntungan strategis yang dimiliki oleh masing-masing entitas, dengan tujuan menghadirkan layanan MRO dengan penawaran nilai terbaik dan berbiaya hemat kepada seluruh maskapai yang memerlukan.

CEO ADE Mahesh Kumar, meyakini kemitraan antara ADE dan GMF AeroAsia akan membawa perubahan besar terhadap layanan MRO, yang tidak hanya akan menjangkau wilayah Asean tetapi juga kawasan lain secara lebih luas. 

“Dengan teknologi terkini dari ADE yang dikombinasikan dengan dekade pengalaman serta keahlian yang dimiliki GMF AeroAsia, kami akan dapat menciptakan keunggulan yang belum pernah ada sebelumnya dan mengangkat industri ini ke puncak baru. Langkah ini juga semakin memperkuat komitmen kami untuk terus memberikan servis yang prominen serta konsisten mengembangkan inovasi dalam hal pemeliharaan pesawat. The sky is no longer our limit; langit adalah kanvas untuk menciptakan masa depan yang lebih cerah dan efisien,” ujar Mahesh.

Direktur Utama GMF, Andi Fahrurrozi, mengatakan, kolaborasi dengan ADE adalah salah satu langkah yang akan memperkuat posisi GMF pada pasar Asia Tenggara. Penggabungan dua kekuatan dari GMF dan ADE diharapkan dapat meningkatkan daya saing MRO Asia Tenggara di kancah persaingan global, tentunya dengan mengedepankan layanan terintegrasi dengan harga yang mampu bersaing. 

"Dan tentunya kami berharap, peluang untuk mendukung sustainable profitable growth dapat diwujudkan," ujar Andi. (fhm)