Pemerintah Coret Sejumlah PSN, Pembangunan Tol Sumatera Batal, Ini Daftarnya!

  • Oleh : Fahmi

Sabtu, 07/Okt/2023 05:46 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Dokumentasi Humas Kemenko Perekonomian Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Dokumentasi Humas Kemenko Perekonomian

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Pemerintah menghentikan sejumlah proyek dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), mulai dari pelabuhan, kawasan industri, hingga pembangunan jalan tol. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap, proyek pelabuhan yang dicoret dari daftar PSN yakni Pelabuhan Ambon Baru, proyek kawasan industri di Tanggamus juga disetop pemerintah. 

Baca Juga:
Tol Kuala Bingai-Tanjung Pura Mulai Beroperasi, Tarif Masih Gratis

Sedangkan proyek pekerjaan umum yang dihapus antara lain proyek air baku di Bali. Lalu, proyek pembangunan jalan tol, seperti tol Rantau Prapat - Kisaran, tol Langsa - Lhokseumawe, tol Lhokseumawe - Sigli, tol Dumai - Sp.Sigambal - Rantau Prapat. Selanjutnya, penghapusan proyek dari daftar PSN juga terjadi pada proyek Muara Enim, Spam Juanda, Spam Jatigede, dan Spam Kami Joro.

“Itu seluruhnya dikeluarkan dari PSN karena proyeknya memang antara off-taker dan finansialnya belum closing,” terang Menko Airlangga usai Rapat Terbatas bersama Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (05/10). 

Baca Juga:
Jalan Tol Ruas Bayung-Lencir-Tempino Ditargetkan Rampung 2024, Progresnya Hampir 50 Persen

Menko menambahkan, juga ada beberapa proyek yang mengubah nomenklatur. 

“Berbagai isu yang membutuhkan persetujuan, tadi Bapak Presiden telah memberikan pengarahan termasuk terkait dengan tol Trans Sumatera, Jambi-Rengat, karena loan dari AIIB itu sebuah perbankan, itu sudah memberikan sebesar Rp 23 triliun,” ucap Menko. 

Baca Juga:
Progres Trans Sumatra Tol Betung-Tempino-Jambi yang Bakal Hemat Perjalanan jadi 1,5 Jam

Kemudian, Airlangga menambahkan, tol Probolinggo-Banyuwangi perlu dilanjutkan dan didorong skemanya untuk public-private partnership. Selain itu, diperlukan perluasan dari kawasan industri Batang dan terkait MRT East-West. 

Airlangga juga melaporkan terkait dengan grass root refinery Tuban yang investornya diminta untuk dicarikan dan diberikan tenggat waktu, karena blokade di Rusia dan persoalan ekonomi - geopolitik. 

Kemudian, ia juga melaporkan terkait dengan alokasi pengembangan industri metanol amonia di kawasan Bintuni dan Fakfak, serta terkait dengan pengadaan lahan. 

Sebagai informasi, tahun ini tercatat ada 170 proyek PSN dengan nilai investasi sebesar Rp1.299,41 triliun, dan 61 proyek dalam tahap konstruksi. Sampai dengan 4 Oktober 2023, ada 17 proyek yang nilainya Rp 259,41 triliun, yakni jalan tol,pelabuhan. 

Menko menyebut, proyek kereta cepat Jakarta - Bandung telah selesai, dengan nilai Rp125,7 triliun. Kemudian, LRT nilainya sebesar Rp 29,9 triliun. Dan berbagai kawasan industri yakni bendungan dan jalan tol Cinere-Jagorawi, Serpong-Cinere, dan tol Pasuruan.

Juga terdapat beberapa proyek yang belum diresmikan dan akan selesai 16 proyek dengan nilai Rp179,46 triliun. Di antaranya beberapa bendungan, jalan tol Kisaran - Tebing Tinggi, pelabuhan di Likupang, Makassar Newport, berbagai bendungan, LNG Train 3 di Papua Barat, dan proyek satelit multifungsi. 

Di tahun 2024, Menko melaporkan, proyek yang akan selesai sampai dengan 20 Oktober 2024 sebanyak 25 proyek dengan nilai Rp 151,58 triliun. 

“Baik itu proyek jalan tol, kawasan industri, kemudian bandara, kemudian juga benua turisme, kemudian jalan tol, kemudian kawasan industri, dan juga berbagai juga kampus Universitas Islam,” lanjut Menko.

Antara 20 Oktober sampai dengan Desember 2024, masih ada 12 proyek yang nilainya Rp23,45 triliun. Serta, masih ada 42 PSN yang yang sifat konstruksinya sudah berjalan, atau beroperasi sebagian, dan selesai lewat dari tahun 2024 dengan nilai proyek Rp 1,427,36 triliun.