Dukung Pembangunan Inklusif Disabilitas, Subholding Pelindo Gelar Program KEDIP

  • Oleh : Ahmad

Rabu, 11/Okt/2023 20:51 WIB
Foto:istimewa/SPSL/Pelindo Foto:istimewa/SPSL/Pelindo

JAKARTA (BeritaTrans.com) - PT Pelindo Solusi Logistik atau SPSL sebagai Subholding BUMN Kepelabuhanan Pelindo pada klaster logistik dan hinterland development mendukung program pemerintah dalam peningkatan kemandirian penyandang disabilitas di Indonesia melalui program Kelompok Disabilitas Produktif (KEDIP).

Baca Juga:
Pelindo Pastikan Layanan Berjalan Optimal Selama Libur Bersama Idul Fitri 2024

Program KEDIP ini merupakan salah satu program prioritas Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL SPSL tahun 2023 di bidang pendidikan dengan sub program peningkatan kapasitas penyandang disabilitas dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 10 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) penyandang disabilitas di wilayah Jakarta Utara.

Baca Juga:
Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Fasilitasi Pemudik Motor Gratis Naik Kapal Laut Melalui Pelabuhan Tanjung Priok

“Program KEDIP ini merupakan program pendampingan kepada pelaku UMKM khususnya para penyandang disabilitas sehingga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas, produktivitas, dan kemandirian dalam menjalankan usahanya, serta merupakan salah satu bentuk dukungan Perusahaan terhadap program Pemerintah dalam pembangunan inklusif disabilitas dan kemitraan yang telah disampaikan oleh Kementerian Sosial RI dalam ajang The ASEAN High Level Forum (AHLF) 2023 on Enabling Disability-Inclusive Development and Partnership beyond 2025,” ujar Kiki M Hikmat, Senior Vice President Sekretariat Perusahaan, dalam kesempatan pembukaan program KEDIP tersebut.

Kiki menambahkan, program KEDIP ini diharapkan dapat mewujudkan kesetaraan dan kesamaan hak penyandang disabilitas, tidak hanya sebagai subyek tetapi juga berperan aktif dan ikut berkontribusi dalam pembangunan nasional. Dalam pelaksanaannya, program KEDIP diselenggarakan dengan menggandeng Yayasan Filantra dan melibatkan pekerja SPSL secara aktif sebagai bagian dari implementasi Employee Social Responsibility (ESR).

Baca Juga:
Pelindo Regional 2 Teluk Bayur Siap Layani Arus Mudik Lebaran Tahun 2024

Program ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan keberlanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya pada tujuan SDGs ke 1 (tanpa kemiskinan), SDGs ke 8, (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi) dan SDGs ke 10 (berkurangnya kesenjangan).

Kiki dalam sambutannya juga mendorong pelaku UMKM penyandang disabilitas untuk mengenal packing dan branding dengan memberikan pelatihan desain yang dilakukan oleh perwakilan Pekerja SPSL agar produk mereka tembus ke pasar yang lebih luas.

"Kekuatan merek dan kemasan itu sangat kuat untuk penjualan produk masuk pasar. Dalam program ini para pekerja perusahaan dilibatkan secara aktif untuk berbagi ilmu dan pengalaman sehingga dapat membantu para UMKM disabilitas yang berdaya, tangguh, mandiri, dan dapat masuk pasar-pasar baru," ujarnya.

Tidak hanya itu, SPSL juga memberikan pelatihan kepada penyandang disabilitas tentang promosi produk online dan offline, optimalisasi penggunaan media sosial dan platform PaDi UMKM sebagai e-commerce pengadaan produk barang dan jasa, serta pencatatan keuangan sederhana. Selain pelatihan, peserta program juga diberikan bantuan sarana usaha dan advokasi legalitas usaha.

Ibu Holimah (46) selaku penerima manfaat, menyampaikan rasa terima kasih kepada SPSL yang telah memberikan pelatihan usaha, bantuan sarana dan legalitas usaha, pendampingan, dan tools publikasi.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada SPSL atas bantuan program KEDIP ini. Saya berharap bantuan ini dapat membantu kami dalam meningkatkan kapasitas usaha, dan ke depannya semoga dapat menjangkau saudara-saudara kami yang lain yang membutuhkan,” ujar Holimah.

“Sebagai Anak Perusahaan BUMN, kami akan terus berkomitmen untuk melaksanakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan secara konsisten serta kami berharap program ini dapat menyatukan semangat, melangkah untuk menyongsong masa depan, dan mendorong terwujudnya Indonesia yang inklusif,” tutup Kiki.(ahmad)