Kemenhub Sampaikan Usulan dan Perkembangan Transportasi Maritim Indonesia di 45th MTWG

  • Oleh : Naomy

Rabu, 18/Okt/2023 11:16 WIB
45th MTWG 45th MTWG

VIETNAM (BeritaTrans.com) -  Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut berpartisipasi dalam Pertemuan Kelompok Kerja Transportasi Maritim ASEAN ke-45 
atau the 45th ASEAN Maritime Transport Working Group (45th MTWG) diselenggarakan di Ho Chi Minh City, Vietnam. 

Pertemuan ini dipimpin oleh Mr. Hoang Hong Giang, Deputi Administrator Viet Nam Marine, yang didampingi oleh Wakil Pimpinan Sidang dari Brunei Darussalam, Mohd Bahreen Bin Dato Haji Hamzah, Deputy Chief Executive Maritime and Port Authority of Brunei Darussalam.

Baca Juga:
Ditjen Hubla Tingkatkan Akuntabilitas Kinerja

Pertemuan yang bergengsi ini dihadiri seluruh negara anggota ASEAN, serta negara mitra dialog ASEAN, termasuk China, Jepang, dan Republik Korea. Turut serta juga organisasi maritim terkemuka seperti International Maritime Organization (IMO), ASEAN Ports Association (APA), Federation of ASEAN Shipowners’ Associations (FASA). 

Hadir juga World Shipping Council (WSC), Digital Container Shipping Association (DCSA), Partnership for Infrastructure (P4I) Australia, dan ASEAN Secretariat.

Baca Juga:
Ditjen Hubla Terima Aset Tanah dari Kabupaten Banggai Laut untuk Pembangunan Pelabuhan Bungin

Delegasi RI dipimpin Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Lollan Panjaitan dengan anggota Atase Perhubungan di Kuala Lumpur, Atase Perhubungan di Singapura dan perwakilan dari Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Direktorat Kenavigasian, Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. 

Perwakilan Direktorat Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan (TSDP), Pusat Fasilitasi Kemitraan dan Kelembagaan Internasional (PFKKI), Pusat Kebijakan Prasarana Transportasi dan Integrasi Moda serta Indonesia National Shipowners Association (INSA).

Baca Juga:
Indonesia dan Negara Anggota IMO Bahas Finalisasi Dokumen Usulan Selat Lombok Sebagai PSSA

Lollan menyatakan, pertemuan diawali dengan peringatan World Maritime Day melalui video dari seluruh Negara Anggota ASEAN terkait implementasi Maritime Pollution Convention di negara masing-masing.

"Dalam sesi ini, perwakilan IMO menyampaikan bahwa ASEAN sebagai kawasan terkemuka di dunia diharapkan dapat mendukung pencapaian Net Zero Emission dan terus meningkatkan implementasi MARPOL guna menciptakan sektor maritim yang berkelanjutan dan ramah lingkungan," urainya.

Dia menyampaikan beberapa hal penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut. 

Pertama, agenda terkait ASEAN Single Shipping Market (ASSM), dimana Brunei Darussalam menyampaikan analisis kinerja jaringan pelabuhan dan efisiensi pelabuhan di ASEAN berdasarkan data yang diserahkan oleh Negara anggota ASEAN.

"Dalam hal ini Indonesia mengusulkan melakukan pendekatan kolaboratif dan kompetitif untuk meningkatkan koordinasi antara pembangunan pelabuhan dan akses jalan raya ke pelabuhan di kawasan ASEAN," ungkap Lollan.

Dia melanjutkan, dalam pertemuan tersebut Indonesia juga menyampaikan bahwa saat ini Indonesia tengah dalam proses penyusunan National Port Master Plan. 

"Tujuannya untuk meningkatkan peran dan fungsi pelabuhan dalam mendukung pembangunan nasional yang diharapkan untuk dapat diterbitkan pada akhir tahun 2023," imbuhnya.

Sidang juga menyetujui usulan Agence Française de Dévelopement (AFD) yang merupakan badan di bawah Pemerintah Perancis untuk memberikan dukungan teknis penuh untuk Sustainable Ship Waste Management Strategy for ASEAN Project selama dua tahun pada 2023-2025. (omy)