Tabrakan Kereta di Bangladesh 17 Meninggal dan 100 Lebih Luka-luka, Ini Kronologinya!

  • Oleh : Fahmi

Rabu, 25/Okt/2023 13:54 WIB
Kecelakaan kereta api di Bangladesh menewaskan sedikitnya 17 orang dan melukai lebih dari 100 orang pada Senin (23/10/2023). Kecelakaan kereta api di Bangladesh menewaskan sedikitnya 17 orang dan melukai lebih dari 100 orang pada Senin (23/10/2023).

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Dua kereta api bertabrakan di bagian timur Bangladesh, atau tepatnya di Kota Bhairab pada Senin (23/10/2023).

Setidaknya 17 orang tewas dan lebih 100 orang lainnya luka-luka.

Baca Juga:
Diseruduk Kereta Api di Perlintasan Tanpa Pintu, Mobil Ayla Terpental hingga 10 Meter

Kecelakaan terjadi ketika sebuah kereta kargo menabrak kereta penumpang dari belakang dan menyebabkan dua gerbong penumpang tergelincir yang berlokasi di Bhairab, sekitar 80 kilometer (50 mil) timur laut ibu kota Dhaka.

“Kami telah menemukan 17 jenazah. Lebih dari 100 orang terluka,” kata seorang administrator pemerintahan di Bhairab, Sadiqur Rahman, dikutip dari Aljazeera, Selasa (24/10/2023).

Baca Juga:
Tersangkut Rel, Truk Tertabrak Kereta Api Tebing Tinggi

Tabrakan dua kereta api di Bangladesh tersebut terjadi pada Senin (23/10/2023) pukul 15.30 waktu setempat.

Seorang petugas pemadam kebakaran senior, Azizul Haque Rajon mengatakan, kecelakaan bermula ketika kereta kargo menuju Chattogram menabrak dua gerbong belakang kereta penumpang Egarosindhur Godhuli Express tujuan Dhaka. 

Baca Juga:
Kereta Api Manahan Tabrak Truk di Brebes hingga Anjlok, 2 Orang Tewas

“Laporan awal menunjukkan kereta barang melanggar sinyalnya, sehingga menyebabkan tragedi tersebut,” kata Hossain, dikutip dari Reuters, Selasa (24/10/2023).

Saat ini, pihak berwenang telah melakukan penyelidikan formal untuk mengetahui lebih lanjut penyebab dari kecelakaan tersebut.

“Banyak orang terjebak di dalam setelah tabrakan. Ketika kejadian itu terjadi, sebagian besar orang meninggal saat itu,” kata kepala pemadam kebakaran setempat, Mohammad Masud.

Sementara itu, sebuah tayangan televisi menunjukkan ratusan orang berkumpul di lokasi kejadian.

Di mana, tim penyelamat sedang memotong bagian gerbong untuk menyelamatkan orang-orang yang terluka dari dalamnya. Salah satu gerbong terlihat hancur dan terbalik.

Selain itu, layanan kereta api dihentikan di seluruh wilayah akan dihentikan sementara waktu setelah kecelakaan itu, kata para pejabat.

Sebagai informasi, sebagian besar kecelakaan di Bangladesh disebabkan oleh perlintasan kereta api yang tidak diawasi, sinyal, dan kondisi jalur yang buruk.

Kepala polisi setempat Rasel Sheikh turut mengonfirmasi jumlah korban kecelakaan dua kereta tersebut.

Selain itu, ia juga mengatakan, lebih dari 50 orang yang terluka telah dikirim ke rumah sakit yang berbeda.

Di sisi lain, inspektur Polisi Kereta Api Dhaka, Anowar Hossain memperkirakan jumlah korban tewas masih bisa bertambah seiring dengan operasi penyelamatan yang sedang berlangsung.

Tim penyelamat melaporkan bahwa mereka melihat jenazah-jenazah yang hancur dan terperangkap di bawah gerbong yang terbalik.

Kendati demikian, masih belum jelas berapa banyak orang yang terjebak.(fhm)