Mantap, InJourney Group Bukukan Laba Rp1,14 Triliun pada Triwulan III/2023

  • Oleh : Naomy

Senin, 20/Nov/2023 08:53 WIB
Dony Oskaria Dony Oskaria

 

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Mantap PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) grup (InJourney) telah berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp1,14 triliun. 

Baca Juga:
Peringatan HUT ke-60, Angkasa Pura I Gelar Donor Darah, Hasilkan 1.056 Kantong

Angka ini membalikkan kerugian sebesar Rp2,16 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Peningkatan secara signifikan juga terjadi pada angka EBITDA yaitu tercatat sebesar Rp7,27 triliun pada triwulan III/2023. 

Baca Juga:
Injourney Ajak Masyarakat Batak Se-Indonesia untuk Pulang Kampung Saat Event F1Powerboat

Angka ini mengalami pertumbuhan sebesar 120% dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp3,31 triliun.

Perolehan laba Perseroan sejalan dengan kenaikan pendapatan di InJourney Group. 

Baca Juga:
100 Ton Logistik Tim Balap F1Powerboat Tiba di Danau Toba Melalui Pelabuhan Belawan

"Pada triwulan III/2023, InJourney berhasil membukukan pendapatan operasional Rp17,42 triliun, meningkat hingga 58% jika dibandingkan pendapatan pada periode yang sama tahun 2022 sebesar Rp11,05 triliun," jelas Direktur Utama InJourney, Dony Oskaria, Senin (20/11/2023).

Kenaikan kinerja InJourney tentunya didukung oleh kolaborasi antara induk dan anak perusahaan serta sinergi antar stakeholders yang baik meski di tengah kondisi perekonomian yang menantang. 

Kondisi tersebut ditandai dengan berbagai faktor geopolitik, tren kenaikan suku bunga, dan juga tingginya inflasi. Meski begitu, hal ini memberikan tantangan tersendiri bagi industri pariwisata dan pendukungnya. 

Dengan menerapkan strategic objective “boosting tourism recovery” pada tahun 2023, InJourney berhasil menunjukkan performa yang positif pada periode triwulan III tahun ini. 

Dony menjabarkan, terdapat berbagai strategi yang dilakukan antara lain dengan berkolaborasi dengan key airlines untuk meningkatkan jumlah direct flight baik domestik maupun internasional. 

"Disamping itu, InJourney melakukan penguatan kinerja usaha bandar udara dimana salah satunya adalah dengan meningkatkan bisnis non aero di bandara-bandara yang dikelola oleh anggota holding InJourney, yaitu PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II," ungkapnya. 

Selain itu, InJourney tetap berkomitmen terus melakukan program-program pengembangan destinasi pariwisata. 

Pada September, InJourney telah meluncurkan wajah baru Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang harapannya akan menjadi sebuah ikon besar pariwisata di Jakarta dan juga tentu saja di Indonesia. 

Selanjutnya, InJourney juga memastikan bahwa pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur dapat berjalan optimal dan sukses untuk menjadi terobosan baru dalam sejarah industri pariwisata dan kesehatan di Indonesia. (omy)