Kakorlantas Polri Tinjau Pelabuhan Ketapang dan Jangkar, Dorong ASDP Hadirkan Layanan Prima selama Angkutan Nataru

  • Oleh : Naomy

Jum'at, 24/Nov/2023 12:48 WIB
Kakorlantas Polri di Pelabuhan Ketapang Kakorlantas Polri di Pelabuhan Ketapang

BANYUWANGI (BeritaTrans.com) - Turut memastikan kesiapan layanan jelang Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi meninjau kesiapan sarana dan prasarana di Pelabuhan Jangkar dan Ketapang, Kamis (23/11/2023). 

Firman mengatakan, peninjauan dilakukan guna mengetahui cara bertindak dan manajemen lalu lintas dalam memantapkan kesiapan unsur yang terlibat di Operasi Lilin 2023.  

Baca Juga:
ASDP Terus Tingkatkan Layanan di Lintasan Ampana-Wakai dan 2 Lainnya di Sulteng

"Kami survei yang ketiga menuju daerah khusus Ketapang, karena melihat data yang disampaikan Menteri Perhubungan bahwa pergerakan untuk masyarakat nanti yang akan menggunakan kendaraan darat dan mode transportasi yang lain tetap didominasi oleh angkutan darat dan Bali menjadi destinasi salah satunya sehingga kita perlu hari ini melihat kesiapan Ketapang," urai Firman.

Pengecekan lapangan secara langsung ini juga untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan penumpang maupun kendaraan, khususnya di pelabuhan menjelang hari H Nataru.

Baca Juga:
Sepanjang 2023, ASDP Layani 45,6 Juta Penumpang di 37 Pelabuhan

"Catatan yang kita terima bahwa pelabuhan Jangkar ini juga akan menjadi salah satu opsi tambahan sebagai pelabuhan untuk memecah arus kendaraan yang akan menyeberang dari Ketapang selama ini Baik ke Gilimanuk maupun ke Lembar," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Firman juga menegaskan terkait pemesanan tiket ferry agar dapat dilakukan melalui online, sehingga masyarakat tidak lagi datang ke pelabuhan untuk membeli tiket. 

Baca Juga:
Tahun ini ASDP Bidik Perluasan Digitalisasi di 10 Pelabuhan

Diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang datang lagi ke pelabuhan dan mencari tiket di sini tapi semuanya online, ikuti arahan petugas dengan tertib. 

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengungkapkan, ASDP telah mempersiapkan skema operasional termasuk contigency plan selama layanan Angkutan Nataru, khususnya di Pelabuhan Ketapang yang akan menjadi pintu masuk menuju Bali dari Pulau Jawa. 

Hingga November, skema yang telah disiapkan adalah menyiapkan pelabuhan dan dermaga perbantuan untuk mengantisipasi kepadatan penumpang.

“Melihat prediksi kenaikan jumlah penumpang Nataru sebesar 5% dari realisasi Angkutan Lebaran 2023 lalu penumpang diperkirakan mencapai 904.496 orang. Dengan demikian, ASDP bersama stakeholder terkait perlu melakukan pemantapan unsur-unsur untuk meningkatkan kelancaran arus berangkat dan balik Nataru 2023/2024,” ungkap Shelvy.

Sebelumnya, ASDP bersama Kementerian Perhubungan dan stakeholder terkait juga telah melakukan observasi kesiapan sarana dan prasarana untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang pada arus berangkat Natal yang diperkiraan akan terjadi pada Jumat (22/12) hingga Sabtu (23/12) dan arus balik pada Selasa (26/12) hingga Rabu (27/12). 

Sementara itu, diproyeksikan puncak arus berangkat kedua akan terjadi pada Jumat (29/12) dan Sabtu (30/12), sedangkan arus balik pada Senin (1/1/2024) hingga Selasa (2/1/2024).

Selain persiapan di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk, ASDP juga mempersiapkan Pelabuhan Jangkar di Situbondo untuk memecah distribusi kendaraan. 

Pelabuhan ini berjarak kurang lebih 65 km dari Pelabuhan Ketapang dengan waktu tempuh 1 jam 32 menit, sehingga dapat menjadi pelabuhan perbantuan pada saat peak season yang melayani lintasan Jangkar – Lembar, Nusa Tenggara Barat dengan waktu tempuh kurang lebih 15 jam.

Persiapan lain yang juga telah direncanakan adalah pengoperasian Dermaga Bulusan di Selatan Pelabuhan Ketapang.

“Pengoperasian dermaga ini juga akan dilakukan sebagai alternatif kendaraan truk yang akan menyeberang ke Gilimanuk yang rencananya khusus untuk Long Distance Ferry (LDF),” kata dia.

Selain itu, tambahnya, di lintas Ketapang-Gilimanuk, ASDP menyiapkan 49 unit kapal ferry siap operasi dan tujuh pasang dermaga, di Pelabuhan Ketapang sebanyak tiga dermaga moveable brigde (MB), satu dermaga ponton dan tiga dermaga plengsengan. 

Di Pelabuhan Gilimanuk, disiapkan tiga MB, satu ponton dan tiga plengsengan.

“Saat ini ASDP sedang dalam proses kerja sama dengan salah satu platform untuk pembelian tiket secara online. ASDP juga akan menyiapkan kantong parkir, buffer zone untuk kendaraan penumpang dan truk. Persiapan ini diharapkan dapat menunjang kelancaran arus kendaraan sehingga kenyamanan pengguna jasa akan tetap optimal,” tuturnya lagi.

Firman menambahkan, pihaknya akan mengomunikasikan kepada manajemen yang menggunakan kendaraan sumbu 3 untuk sementara tidak beroperasi yang rencananya akan direalisasikan sebelum tanggal 22. 

Akan tetapi, khusus kendaraan BBM, Logistik sembako tetap bisa berjalan sehingga BBM dan sembako juga tidak terganggu.

Berdasarkan hasil survei daring yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT) mengenai potensi pergerakan masyarakat pada masa libur Nataru, lima daerah tujuan perjalanan terbesar yaitu, pertama, Jawa Timur 15,18% (16,34 juta orang). 

Kemudian, Jawa Tengah 13,80% (14,86 juta orang), Jawa Barat 11,62% (12,51 juta orang), Jabodetabek 9,19% (9,89 juta orang), dan D.I Yogyakarta 8,92% (9,60 juta orang). (omy)