Air Asia Terbang Perdana Denpasar-Kupang

  • Oleh : Redaksi

Minggu, 17/Des/2023 13:08 WIB
Armada AirAsia di Bandara Kupang Armada AirAsia di Bandara Kupang

KUPANG (BeritaTrans.com) - Markapai Indonesia AirAsia sukses melakukan penerbangan perdana rute Denpasar-Kupang, Sabtu (16/12/2023). 

Pesawat itu tiba di Bandara El Tari Kupang setelah bertolak dari Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Baca Juga:
Kinerja Keuangan AirAsia Indonesia Sepanjang 2023 Meningkat Pesat

"Penerbangan perdana dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar menuju Bandara Internasional El Tari, Kupang yang mendarat pada pukul 17.05 Wita sukses mengangkut penumpang dengan sebanyak 180 penumpang," terang Direktur Operasi Indonesia AirAsia Kapten Wuri Septiawan. 

Dia menyampaikan, alasan memilih rute Denpasar-Kupang, itu sudah melalui kajian bersama otoritas penerbangan Labuan Bajo. Walaupun dalam penerbangan perdananya pada sore hari, AirAsia akan mengubah jadwalnya ke pagi mulai Januari 2024.

Baca Juga:
Dampak Erupsi Gunung Ruang dan Bandara Samratulangi Ditutup Sementara, 2 Penerbangan IAA Rute Kinabalu Dibatalkan

"Nanti kami sesuaikan lagi sehingga konektivitas domestik lebih terjaga kembali," jelas Wuri.

Dia menambahkan, adanya penerbangan ini juga dapat mendorong keinginan turis domestik maupun mancanegara seperti Australia, Malaysia, Singapura, dan Thailand untuk menjelajahi keindahan pariwisata di NTT melalui Denpasar, Bali.

Baca Juga:
Selama Libur Lebaran, Indonesia AirAsia Angkut 310.000 Penumpang

Begitupun dengan masyarakat Kupang yang ingin bepergian melalui Denpasar ke berbagai destinasi baik domestik maupun internasional seperti Surabaya, Jakarta, Kuala Lumpur, Singapura, Bangkok, dan Perth.

Diungkapkannya, menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, AirAsia menyiapkan 25.200 kursi. Ini untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada periode 19 Desember 2023 hingga 3 Januari 2024.

"Kami berharap dengan adanya persiapan ribuan kursi penumpang jelang Nataru dapat menjadi pilihan masyarakat saat melakukan perjalanan domestik," ungkapnya. 

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores Shana Fatina mengaku akan mendorong sebanyak mungkin adanya penerbangan masuk ke NTT seperti Pulau Sabu, Rote, Alor, Sumba, dan Flores agar dapat membuka kunjungan wisatawan melalui konektivitas seperti saat ini.

"Sesuai yang sudah kami rencanakan seperti di Labuan Bajo, itu masih kekurangan maskapai. Kami melihat bukan saja di Labuan Bajo, tapi di Kupang juga sehingga perlu dirancang bagaimana mendistribusikan wisatawan ke wilayah Pulau Timor," ujar Shana.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Perhubungan NTT Hadin Sibarani menyebut dampak dari adanya rute baru AirAsia masuk ke Kupang secara ekonomi diperkirakan akan adanya peningkatan yang signifikan melalui kunjungan wisatawan.

"Tentunya kami dari pemerintah NTT sangat berharap AirAsia jangan berhenti sampai disini, tapi dapat menambah rute ke daerah lainnya di NTT, sehingga dapat menekan harga tiket pesawat yang semakin tinggi agar kunjungan wisatawan bisa merata," imbuhnya. (soleh)