Jelang Puncak Libur Nataru, ASDP Minta Penumpang Atur Waktu Perjalanan Arus Balik dan Beli Tiket Online

  • Oleh : Naomy

Minggu, 31/Des/2023 21:06 WIB
Penumpang di Pelabuhan Penyeberangan ASDP Penumpang di Pelabuhan Penyeberangan ASDP

 

KETAPANG (BeritaTrans.com) -  Untuk menghindari antrean saat puncak arus balik periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) meminta masyarakat yang melakukan perjalanan dengan kapal ferry, agar mengatur waktu perjalanan kembali, dan memastikan telah membeli tiket secara mandiri via Ferizy khususnya di lintasan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk.

Baca Juga:
Konsisten Terapkan Digitalisasi Tiket Ferry, ASDP Dukung Pacu Pertumbuhan Ekonomi Daerah

"Pergerakan masyarakat di kedua lintasan tersibuk tersebut cukup tinggi, di mana masyarakat banyak yang memanfaatkan momen Libur Natal dan libur anak sekolah untuk melakukan perjalanan darat menuju destinasi wisata ataupun ke kampung halaman," tutur Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin, Ahad (31/12/2023). 

Shelvy juga mengimbau kepada masyarakat yang berlibur dengan kapal ferry agar tetap menjaga stamina kesehatan dan kondisi prima kendaraan, serta tetap mewaspadai potensi cuaca buruk, untuk memastikan agar perjalanan tetap berjalan lancar, aman, tertib dan selamat sampai di tujuan. 

Baca Juga:
ASDP Resmi Terapkan E-Ticketing melalui trip.ferizy.com di Lintasan Bajoe-Kolaka

Diperkirakan, puncak arus balik libur Nataru dimulai Senin (1/1) dan Selasa (2/1), baik di lintas penyeberangan utama Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk. 

"Secara umum, penyeberangan Merak - Bakauheni dan juga Ketapang-Gilimanuk pada saat arus berangkat kemarin berjalan lancar. Kami meyakini pelayanan arus balik juga relatif lancar dan aman," katanya.

Baca Juga:
Tiket Ferry Online di Pelabuhan Bajoe dan Kolaka Berlaku Mulai Besok

Adapun trafik penumpang dan kendaraan dalam pelaksanaan perjalanan penyeberangan periode Nataru, khususnya di Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk masih jauh di bawah kapasitas terpasang baik di pelabuhan maupun kapal, sehingga tidak ada masalah. 

"Kami telah mengantisipasi lonjakan antrean pada periode arus balik libur Tahun Baru yang akan terdistribusi hingga akhir pekan depan, khususnya di lintas tersibuk Merak - Bakauheni dan Ketapang - Gilimanuk. Saat ini, trafik arus balik cenderung sepi namun mengalir lancar. Masyarakat masih menikmati libur jelang pergantian tahun, dan diperkirakan arus balik akan dimulai besok menyusul jadwal masuk kembali anak sekolah pada Rabu (3/1)," urainya.

ASDP memastikan kapasitas yang terpasang baik pelabuhan dan kapal telah siap. 

Diperkirakan, layanan Nataru yang tersebar di 10 lintasan pada 12 Cabang terpantau nasional, ASDP melayani lebih dari 3 juta orang dan 700 ribu unit kendaraan. 

Adapun kesiapan alat produksi, pada 10 lintasan di 12 cabang dengan rincian dermaga siap operasi sebanyak 55 unit dan kapal siap operasi sebanyak 61 unit termasuk kapal Jembatan Nusantara. 

Saat periode Nataru, ASDP memastikan kelancaran layanan penyeberangan yang tentunya juga berkoordinasi dengan stakeholder terkait mulai dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kementerian Perhubungan, Syahbandar, operator kapal swasta dan lainnya. 

Strategi layanan penyeberangan telah disiapkan, dimana pada pola operasi normal, manajemen akan melakukan pengoperasian kapal sesuai jadwal. Pada pola operasi padat, akan dilakukan penambahan jumlah trip dan pada pola operasi sangat padat, maka akan dilakukan percepatan layanan bongkar muat kapal (port time). 

Shelvy minta kepada masyarakat yang akan menyeberang, baik dari Ketapang menuju Bali atau sebaliknya, dan juga yang dari Merak ke Bakauheni atau sebeliknya, agar membeli tiket melalui Ferizy maksimal H-1 keberangkatan. 

Memerhatikan jam masuk pelabuhan, dan memastikan kesehatan penumpang dan kendaraan dalam kondisi prima. 

Kepada pengguna jasa diminta juga untuk tetap menjaga kebersihan dan ketertiban di pelabuhan dan kapal serta mengikuti arahan petugas untuk mendukung kelancaran arus penyeberangan di lintas Ketapang - Gilimanuk maupun Merak - Bakauheni. (omy)