Utang dari China untuk Kereta Cepat Whoosh Cair, Nilai Bunga 3,2 Persen

  • Oleh : Fahmi

Sabtu, 24/Feb/2024 12:35 WIB
Kereta Api Cepat Whoosh.(Ist) Kereta Api Cepat Whoosh.(Ist)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Pinjaman dana (loan) dari China Development Bank (CDB) untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh telah cair sebesar Rp 6,9 triliun. Bunga utang yang dikenakan pun berkisar 3,1 persen-3,2 persen.

Staf Khusus (Stafsus) Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengatakan, pinjaman dalam bentuk dollar AS dikenakan bunga sebesar 3,2 persen. Sementara, untuk pinjaman dalam bentuk renminbi bunganya mencapai 3,1 persen.

Baca Juga:
Hujan Angin di Stasiun Tegalluar Sebabkan Cipratan Air Masuk ke Pintu Kereta Whoosh saat Penumpang Naik

"Bunganya untuk dollar-nya 3,2 persen. Kalau untuk yang RMB-nya range-nya itu 3,1 persen per tahun," ujarnya saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat,
dikutip Kamis (22/2/2024).

Arya pun meyakini PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAl sebagai pemimpin konsorsium BUMN, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), dalam proyek KCJB bisa mengembalikan pinjaman tersebut. Hal ini mengingat Kereta Cepat Whoosh semakin ramai.

Baca Juga:
Penumpang Whoosh pada Hari Raya Idulfitri Meningkat 30 Persen

"Sekarang tuh yang naik Whoosh banyak" imbuh dia.

Sebelumnya, KAl telah menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman dengan CDB pada 7 Februari 2024. Utang ini untuk menutupi pembengkakan biaya (cost overrun) Kereta Cepat Jakarta Bandung atau Whoosh.

Baca Juga:
Jumlah Penumpang Whoosh Semakin Meningkat di Hari Kedua Lebaran

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diakses pada Jumat (1 6/2/2024), pencairan pinjaman itu dibagi menjadi dua mata uang, yaitu dollar AS dan renminbi (RMB) atau yuan (CNY).

Rinciannya, untuk Fasilitas A sebesar 230.995.000 dollar AS setara Rp 3,60 triliun dan Fasilitas B sebesar 1.542.787.560 CNY atau jika diekuivalenkan dengan dollar AS sebesar 217.080.000 dollar AS setara RP 3,38 triliun.

Dengan demikian jika diakumulasikan maka pinjaman dari CDB ke KAIl sebesar Rp 6,98 triliun.

"Pencairan tersebut langsung diteruskan ke PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) pada tanggal 7 Februari 2024" bunyi surat KAl yang diunggah di keterbukaan informasi BEI.(fhm)