Injourney Group Serempak Tanam 15.000 Pohon

  • Oleh : Naomy

Jum'at, 08/Mar/2024 17:19 WIB
Penanaman 15.000 pohon Penanaman 15.000 pohon


JAKARTA (BeritaTrans.com) - Holding BUMN Pariwisata dan Pendukungnya, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, menggelar penanaman 15.000 pohon pada Jumat (8/3/2024).

Kegiatan menanam pohon dilakukan secara serempak oleh seluruh member InJourney Group di seluruh wilayah operasional kerja di Indonesia dengan pusat kegiatan dilaksanakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). 

Baca Juga:
Injourney Group Serahkan Bantuan Senilai RP500 Juta untuk Tanggap Darurat Bencana Sumbar

Kegiatan ini diikuti sekitar 1.000 jajaran manajemen dan karyawan dari InJourney Group. 

Tak hanya penanaman pohon, kegiatan yang merupakan kick off atau sebuah tanda dimulainya gerakan “InJourney Green” ini diramaikan dengan fun bike, fun walk, dan juga green talks. 

Baca Juga:
Injourney Group Berangkatkan Gratis 2.075 Pemudik dengan Bus, KA, dan Kapal Laut

Kegiatan ini dilakukan guna mendukung misi InJourney untuk membangun ekosistem pariwisata berkelanjutan di Indonesia melalui penerapan inisiatif hijau di setiap aspek operasional InJourney dengan memiliki tiga pilar yakni Sustainable Operations, Sustainable Tourism Destinations, dan Sustainable Environment. 

“Ini merupakan sebuah langkah kecil untuk mendorong bertumbuhnya pariwisata berkelanjutan, yakni pariwisata yang berorientasi pada dampak jangka panjang bagi sektor sosial, ekonomi, serta lingkungan. Kami juga mengajak seluruh karyawan di InJourney Group untuk memulai menjalankan pola hidup sustainability living. Karena untuk mendorong sektor pariwisata yang rendah karbon atau net zero emission (NZE) dimulai dari diri kita sendiri,” urai Direktur Utama InJourney, Dony Oskaria.
 
InJourney menyadari bahwa kontribusi sektor pariwisata untuk pencapaian target NZE pada 2060 sangat signifikan. 

Baca Juga:
InJourney Group Dukung Program Mudik 2024 Bersama BUMN, Tersedia 2.088 Tiket

Karena itu, InJourney Group terus berkomitmen menciptakan green and sustainable tourism melalui rangkaian kegiatan di berbagai destinasi pariwisata, dan juga dalam praktik-praktik korporasi. 

Pihaknya juga akan terus berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan untuk mewujudkan inisiatif ini.

"Inisiatif hijau telah diterapkan InJourney dalam berbagai program pengembangan destinasi pariwisata salah satunya dalam menciptakan atraksi dan event yang diselenggarakan," ungkapnya. 

Beberapa event internasional yang dilakukan di antaranya Indonesian GP atau MotoGP Mandalika, F1Powerboat, Aquabike World Championship, serta beberapa event lainnya. 

Inisiatif hijau akan terus diterapkan pada program pengembangan pariwisata dan event-event InJourney ke depan. 

Seperti pada F1Powerboat Danau Toba yang baru saja diselenggarakan 2-3 Maret 2024, bersamaan dengan event tersebut InJourney bersama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), aksi penanaman seribu pohon di Pesisir Danau Toba tepatnya di Desa Silalahi, Pagar Batu Dusun 3 pada 1 Maret 2024. 

Kegiatan tersebut merupakan  komitmen dari InJourney dalam mewujudkan kepedulian terhadap lingkungan dengan mewujudkan nilai-nilai green and sustainable tourism.

"Menjaga keberlangsungan wisata alam merupakan kewajiban kita semua, terutama para pelaku industri wisata, termasuk InJourney sebagai orkestrator pariwisata di Indonesia. Hal itu dapat dilakukan dengan konsep Sustainable Tourism Destination yang diwujudkan melalui penyelenggaraan event yang ramah lingkungan di destinasi wisata,” kata Maya Watono, Direktur Pemasaran dan Program Pariwisata InJourney.

Penerapan pariwisata hijau juga dilakukan di seluruh operasional bisnis InJourney, seperti di bandara yang dikelola InJourney Airport  (Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II) yang telah memanfaatkan PLTS dan penggunaan lampu penerangan menggunakan Solar Cell. 

Penerapan sistem manajemen energi dan pemanfaatan energi terbarukan, penerapan green airport di seluruh bandara yang mengacu pada standar greenship atau bangunan hijau. 

Di TMII misalnya, sebagai ikon pariwisata dan kawasan kebudayaan memiliki area terbuka sekitar 70 persen, TMII menghadirkan lingkungan yang asri dengan udara yang sejuk bagi para pengunjung.

"TMII sudah menerapkan kawasan bebas kendaraan bermotor, sehingga disediakan electric vehicle untuk mobilitas para pengunjung," kata dia.

Selain itu, disediakan pula jalur khusus pesepeda, sehingga semakin memperkuat visi TMII menjadi lokasi wisata yang ramah lingkungan.

Di destinasi pariwisata lainnya seperti di Nusa Dua, Mandalika, dan Golo Mori NTT yang dikelola ITDC juga menerapkan pengelolaan sampah terpadu mandiri dan pengelolaan air limbah dengan teknologi waste stabilization ponds. 

Di Sarinah yang juga merupakan member dari InJourney telah melakukan program food waste management serta pengurangan plastik sekali pakai. 

Ke depannya, berbagai inisiatif program keberlanjutan akan terus dilakukan untuk membangun sektor pariwisata yang hijau serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat lokal. (omy)