Tingkatkan Pariwisata, InJourney dan Kemenhub Kolaborasi Optimalkan Air Connectivity

  • Oleh : Naomy

Selasa, 19/Mar/2024 19:30 WIB
Salah satu destinasi wisata Tanah Air Salah satu destinasi wisata Tanah Air

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Tingkatkan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney akan optimalkan air conectivity pada sisi penerbangan, sebagai salah satu akses menuju destinasi wisata. 

Direktur Utama InJourney Dony Oskaria menyampaikai, pihaknya terus mendukung peningkatan trafik kunjungan wisatawan dan pengembangan sektor pariwisata lewat kolaborasi sektor aviasi, pengembangan layanan hotel hingga penyelenggaraan event wisata dan Kawasan Ekonomi Khusus wisata (KEK Sanur). 

Baca Juga:
ACI Apresiasi Komitmen Bandara Soekarno-Hatta Terhadap Aspek Keselamatan

Langkah ini diharapkan bisa mendorong kemajuan wisata dalam menghadapi persaingan wisata negara lainnya.

"Di samping pengembangan infrastruktur dan konektivitas penerbangan udara, diperlukan juga intervensi berupa kesadaran kolektif," ucapnya saat berdialog bersama CNBC Indonesia belum lama ini. 

Baca Juga:
Ketua YKKAP I Apresiasi Kejati Jateng, Kerja Nyata Upaya Penyelamatan Aset Negara

Intervensi ini menurutnya dilakukan pemerintah dalam bentuk subsidi penerbangan.

"Contoh dalam mengembangkan Labuan Bajo, misalkan ingin membuka Bajo dari Australia, kan tidak hari pertama penerbangan itu penuh. Nah penerbangan tentu ingin men-secure bisnisnya. Kalau enggak, dia enggak mau buka (jalur)," ungkap dia.

Baca Juga:
Bandara Soekarno-Hatta, Juanda, dan Adi Soemarmo Layani Calon Jemaah Haji melalui Makkah Route

Dony menyebut, intervensi semacam ini dilakukan di setiap negara yang mengembangkan setor pariwisata sebagai strategi komprehensif.

"Jadi sudah dibuka destinasinya, infrastruktur sudah dikembangkan, hotel dibangun, sumber daya manusia sudah didik juga, marketing dan subsidi harus dilakukan untuk tahap awal. Kalau tidak, ya seperti sekarang, kita sudah buka tapi nggak ada penerbangan asing di sana," tutur dia.

Pihaknya ingin mendorong peningkatan ekosistem pariwisata di Indonesia. 

Untuknya dengan adanya air conectivity, maka akan dilakukan kerja sama menarik dan promo-promo biaya bagi maskapai saat mendarat di Indonesia. 

"Misalnya saja kami akan memberikan landing fee, diskon parkir, dan lain sebagainya," ucapnya. 

Dia juga mendorong agar bandara menerapkan hospitality sehingga saat ini pihaknya tengah melakukan perbaikan-perbaikan terutama di Bandara Soekarno-Hatta dan Ngurah Rai, Bali. 

DUKUNGAN KEMENHUB

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendukung penuh upaya peningkatan pariwisata dengan menghadirkan transportasi sebagai konektivitasnya. 

"Selaku regulator bersama operator transportasi, pemerintah daerah, mitra kerja, serta unsur terkait lainnya terus berupaya meningkatkan kerja sama, kolaborasi juga sinergi untuk menciptakan transportasi yang andal, efisien, dan berdaya saing," urai Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati saat dikonfirmasi BeritaTrans.com, Selasa. (19/3/2024). 

"Khusus sektor pariwisata, sejak pascapandemi kami terus meningkatkan konektivitas transportasi guna mendukung tumbuhnya sektor pariwisata yang terdampak."

Kemenhub juga berkomitmen membangun, meningkatkan peran, serta menghubungkan berbagai destinasi pariwisata.

Ini diyakini akan menjadi penggerak perekonomian di daerah maupun nasional.  
 
Selain itu kata Adita, Kemenhub akan terus membangun infrastruktur-infrastruktur transportasi yang memadai, agar memudahkan wisatawan untuk berkunjung. 

"Langkah tersebut adalah komitmen serius dari Kemenhub dalam mendukung pariwisata Indonesia," tegasnya. 

Salah satunya pembenahan bandara-bandara di lokasi pariwisata super prioritas. Pihaknya juga bangun integrasinya dengan moda transportasi lain agar memudahkan mobilitas dalam berwisata.

"Berbagai regulasi pun kami lakukan penyesuaian agar mendukung pariwisata nasional," imbuhnya. 
 
Untuk menghubungkan wilayah Indonesia menjadi satu kesatuan, ditambahkannya, diperlukan peningkatan konektivitas melalui optimalisasi rute dan jaringan angkutan udara, melalui dukungan dan ketersediaan operator penerbangan, ketersediaan antarmoda, serta peran aktif penyelenggara bandara yang bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat, para pengusaha, dan stakeholder terkait.

Strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan konektivitas penerbangan adalah pemenuhan sarana dan prasarana bandara, menghidupkan kembali (reaktivasi) rute yang telah mati, serta membuka rute-rute baru.

"Tentu saja perlu kolaborasi antara Badan Usaha Angkutan Udara (maskapai) dan penyelenggara atau operator bandara, dengan Pemerintah Daerah dalam meningkatkan demand dan menjaga ketersediaan konektivitas," kata Adita.
 
Dia menyampaikan bahwa InJourney sudah berkomuniasi dengan kemenhub. 

Rencananya akan menstandarisasi sistem operasi di seluruh bandara di Indonesia. 

Harapannya, dapat terwujud pelayanan yang lebih baik dan merata di seluruh bandara. 

Dengan demikian dapat memberikan pengalaman (experience) yang lebih berkesan kepada para pengguna jasa bandara.

InJourney melalui Angkasa Pura Indonesia juga diproyeksikan menangani 172 juta penumpang per tahun, menjadi perusahaan pengelola bandara terbesar ke-3 di dunia.

"Nantinya dapat berkontribusi meningkatkan penerimaan negara di sektor pariwisata," tutup Adita. (omy)