Peran Serta TPK Koja Menghadapi Libur Lebaran 2024

  • Oleh : Ahmad

Rabu, 03/Apr/2024 16:48 WIB
Foto:istimewa/TPK Koja Foto:istimewa/TPK Koja

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Lebaran tahun 2024 diwarnai dengan kegembiraan yang luar biasa, setelah Indonesia terlepas dari bahaya pandemi Covid19 yang membuat berbagai pembatasan-pembatasan dalam berbagai kegiatan.

Baca Juga:
Pelindo Group Wilayah Kerja Makassar Gelar Halal Bihalal Idulfitri 1445 H

Disamping itu juga Indonesia sudah selesai melaksanakan hajat besar yakni Pemilu tahun 2024 yang sudah selesai dengan kondisi damai. Kondisi ini patut disyukuri terutama Ketika merayakan hari Lebaran tahun 2024.

Arus mudik dan balik diperkirakan akan melebihi tahun sebelumnya, dan guna memperlancar arus orang, maka pemerintah juga mengatur pembatasan lalu lintas barang dengan adanya pembatasan truck seperti tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga:
Rehabilitasi Pelabuhan Banjar Nyuh Nusa Penida Dianggarkan Tahun 2025

Kondisi ini tentu membawa efek kepada TPK Koja, yang bisnis utamanya adalah kegiatan bongkar/muat petikemas dari kapal ke lapangan, dan receiving-delivery dari lapangan TPK Koja ke shipper/consignee, di mana angkutan petikemas adalah angkutan barang. Tentunya dengan efek pembatasan, jika tidak dilakukan mitigasi risiko, maka akan menaikkan biaya logistik, dan peningkatan YOR (Yard Occupancy Ratio) di sisi Lapangan Impor.

Untuk memberikan pelayanan yang baik kepada Customer / Shipping Line menjelang dan setelah Hari Raya Idul Fitri karena ada peraturan pembatasan pergerakan Trucking yang melayani kegiatan Eksport Import, maka Terminal memberikan pelayanan kepada shipping line seperti memberikan Early Stack atau mengijinkan petikemas ekport untuk dapat masuk lebih awal. 

Baca Juga:
Sepanjang Libur Lebaran, Penumpang ASDP Naik 3%, Kendaraan 9%

Pelayanan ini pasti akan memberikan efek kepada Terminal berupa meningkatnya YOR (Yard Occupancy Ratio) Ekspor. YOR Import pun akan mengikuti kenaikan yang diakibatkan dengan tidak dapat di deliverynya petikemas impor karenanya adanya pembatasan pergerakan trucking dan adanya cuti bersama di pabrik dan perkantoran.  

Untuk memitigasi risiko pembatasan operasi truck, maka mengambil Langkah-langkah sebagai berikut:

Berkoordinasi dengan pihak shipping line untuk menginformasikan kepada importir agar segera menarik petikemas miliknya sebelum hari raya agar dapat meminimalisasi YOR Impor

Berkoordinasi dengan pihak external yaitu BC (Bea Cukai) untuk melakukan percepatan proses perijinan dokumen PLP (Pemindahan Lokasi Penimbunan). Hal ini dilakukan agar dapat meminimalisasi YOR (Yard Occupancy Ratio) Import 

Memanfaatkan Buffer Blok (Blok Cadangan) yaitu Blok A dan Blok M di lapangan TPK Koja untuk meningkatkan kapasitas YOR Import

Memaksimalkan kapasitas lapangan import dengan meningkatkan pola stacking yang saat ini penumpukan dengan pola 4 Tier menjadi 5 Tier

Jika YOR import tinggi, untuk menambah kapasitas lapangan import dapat menggunakan Lapangan Eksport yang di mungkinkan akan rendah karena tidak ada kegiatan eksport selama menjelang dan setelah lebaran 

Pergerakan PLP akan terus dilakukan setelah hari Raya Idul Fitri hingga kondisi lapangan normal kembali.

Sementara TPK Koja juga berperan serta dalam memperlancar arus mudik orang dengan menyediakan 5 unit bus jurusan Jakarta-Yogyakarta PP dalam mudik gratis yang diinisiai oleh Kementrian BUMN lewat Pelindo. Tanggal keberangkatan adalah tanggal 4 April 2024, sementara pulangnya tanggal 16 April 2024. Animo pemudik tahun ini begitu tinggi, dan semoga Lebaran tahun 2024 ini membawa keberkahan bagi semua masyarakat Indonesia, baik yang ikut mudik maupun yang tetap bekerja di saat masa-masa Lebaran ini.(ahmad) 

Tags :