Lebih 2,4 Juta Tiket Kereta Api Mudik Lebaran Telah Terjual pada H-6 Ini

  • Oleh : Fahmi

Kamis, 04/Apr/2024 09:28 WIB
Kereta api jarak jauh. (Foto/dok.KAI) Kereta api jarak jauh. (Foto/dok.KAI)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Keberangkatan masa Angkutan Mudik Lebaran  juga tengah berlangung mulai kemarin.

Penjualan tiket kereta api jarak jauh dan menengah saat ini telah berlangsung dan semakin diburu pemudik untuk Lebaran pulang ke kampung halaman. 

Baca Juga:
Daop 1 Jakarta Hadirkan Diskon Hingga 15 Persen di Booth KAI Jakarta Fair 2024

Sejumlah daerah juga menjadi favorit untuk tujuan para pemudik karena penjualan tiket paling banyak ke tempat stasiun tujuan tertentu.

Hari ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero mengeluarkan data terbaru mengenai penjualan tiket kereta api jarak jauh (KAJJ) atau menengah pada masa Angkutan Lebaran 2024.

Baca Juga:
KAI Wisata Jadi Official Partner Misi Penjualan di Pasar Tiongkok Bersama Kemenparekraf

Berdasarkan pantauan hingga Hari ini, Kamis 4 April 2024, pukul 08.00 WIB, dari data, KAI telah menjual sebanyak 2.493.673 tiket KA jarak jauh atau okupansi 76 persen dari total tiket yang disediakan sebanyak 3.283.204 tiket. 

Data tersebut untuk pembelian pada periode H-10 (31 Maret) hingga hingga H+10 (21 April).

Baca Juga:
KAI: Lebih 3.6 Juta Tiket Kereta Api Mudik Lebaran hingga Arus Balik Terjual, Ini Rinciannya!

"Tiket KA Jarak Jauh yang terjual pada periode H-10 (31 Maret) s.d H+10 (21 April) adalah sebanyak 2.493.673 tiket atau 76% dari total tiket yang disediakan sebanyak 3.283.204 tiket," ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus, Kamis (3/4/2024).

Jumlah tiket yang terjual ini akan terus meningkat karena penjualan masih berlangsung.

Jika melihat presentase, maka penjualan tiket KA menyisakan 24 persen lagi penjualan tiket KA yang masih tersedia. 

Dikatakan Joni, penjualan ini akan terus meningkat karena penjualan masih berlangsung.

Joni juga merincikan penjualan tiket mulai pada tanggal 31 Mar 2024 (H-10) sebanyak 139.383 tiket, 1 Apr 2024 (H-9): 103.445 tiket, 2 Apr 2024 (H-8): 101.668 tiket, 3 Apr 2024 (H-7): 123.366 tiket, 4 Apr 2024 (H-6): 127.585 tiket, 5 Apr 2024 (H-5): 149.539 tiket, 6 Apr 2024 (H-4): 153.384 tiket, 7 Apr 2024 (H-3): 138.817 tiket, 8 Apr 2024 (H-2): 133.191 tiket, 9 Apr 2024 (H-1): 121.085 tiket, 10 Apr 2024 (H1): 105.348 tiket, 11 Apr 2024 (H2): 132.173 tiket, 12 Apr 2024 (H+1): 140.881 tiket, 13 Apr 2024 (H+2): 138.495 tiket, 14 Apr 2024 (H+3): 139.810 tiket, 15 Apr 2024 (H+4): 126.117 tiket, 16 Apr 2024 (H+5): 96.504 tiket, 17 Apr 2024 (H+6): 83.450 tiket, 18 Apr 2024 (H+7): 65.868 tiket, 19 Apr 2024 (H+8: 61.263 tiket, 20 Apr 2024 (H+9): 57.858 tiket, dan  21 Apr 2024 (H+10) sebanyak 54.443 tiket.

Dirincikan pula penjualan tiket KA favorit untuk masa Angkutan Lebaran, yaitu diawali dengan KA Airlangga relasi Pasarsenen - Surabaya Pasar Turi (PP), KA Sri Tanjung relasi Lempuyangan - Ketapang (PP), KA Pasundan relasi Kiaracondong - Surabaya Gubeng (PP), KA Bengawan relasi Pasarsenen - Purwosari (PP), KA Kahuripan relasi Kiaracondong - Blitar (PP), KA Matarmaja relasi Pasarsenen - Malang (PP), KA Kertajaya relasi Pasarsenenen - Surabaya Pasarturi  (PP), KA Jayakarta relasi Pasarsenen - Surabaya Gubeng (PP), KA Joglosemarkerto relasi melingkar Jawa Tengah, dan KA Progo relasi Pasarsenen - Lempuyangan (PP).

Pembelian Tiket KA Angkutan Lebaran

Joni juga menjelaskan, jika tiket yang diinginkan sudah habis, pelanggan dapat memilih tanggal dan rute alternatif atau memanfaatkan fitur Connecting Train di aplikasi Access by KAI yang akan membantu memberikan opsi perjalanan dengan mengombinasikan jadwal kereta yang bersifat persambungan.

KAI terus melakukan inovasi terbaru untuk meningkatkan pelayanan kepada penumpang, salah satunya dengan menerapkan sistem antrean saat pembelian tiket kereta api jarak jauh. Fitur sistem antrean atau waiting room adalah sistem antrean online yang diterapkan oleh KAI pada aplikasi Access by KAI dan website booking.kai.id pada saat pemesanan tiket untuk mengatur aliran pemesanan tiket secara lebih terorganisir, terutama pada saat trafik pemesanan tinggi. Fitur ini membantu memastikan bahwa website dan aplikasi tetap stabil dan pengguna dapat memesan tiket dengan lebih adil dan teratur.

Saat Anda mengakses aplikasi Access by KAI atau website booking kai.id untuk pemesanan tiket kereta pada periode sibuk, maka Anda akan dimasukkan ke dalam Waiting Room. Secara sistem di belakang Anda akan mendapatkan nomor antrean dan harus menunggu giliran Anda untuk bisa mengakses sistem pemesanan tiket. Waktu tunggu bisa bervariasi tergantung pada jumlah pengguna yang sedang online.

Jika Anda keluar dari Waiting Room sebelum giliran Anda, Anda akan kehilangan posisi antrean Anda dan harus memulai dari awal jika ingin kembali masuk antrean. Oleh karena itu, disarankan untuk tetap dalam Waiting Room hingga giliran Anda tiba.

Setelah masuk ke tampilan jadwal yang dicari, pengguna akan diberikan waktu selama 5 menit untuk memilih jadwal atau menggeser tab tanggal ke tanggal sebelumnya atau tanggal berikutnya. Namun jika Anda dalam waktu 5 menit tidak memilih jadwal kereta atau idle di halaman pemilihan jadwal kereta, Anda akan diarahkan kembali ke dalam waiting room.

“Kami mengingatkan kepada pelanggan agar teliti dalam menginput tanggal, memilih rute, dan memasukkan data diri pada saat melakukan pemesanan. Rencanakan perjalanan sebaik mungkin termasuk estimasi waktu perjalanan menuju ke stasiun agar tidak tertinggal keretanya," kata Joni.

Untuk mengakomodasi lonjakan permintaan masyarakat akan layanan kereta api pada periode Angkutan Lebaran ini, KAI akan menambah perjalanan kereta api seperti yang selalu kami lakukan saat periode peak season. Untuk detail perjalanan KA tambahan tersebut, akan kami infokan pada kesempatan lebih lanjut.

Sementara untuk tarif tiket kereta api di periode Angkutan Lebaran, tetap mengacu pada ketentuan Tarif Batas Bawah (TBB) - Tarif Batas Atas (TBA) untuk kereta api yang termasuk dalam KA Komersial. Adapun harga tiket untuk KA Public Service Obligation (PSO) atau yang mendapat subsidi, tarifnya selalu tetap sesuai dengan tarif yang telah ditentukan oleh pemerintah. (fhm)