Melihat Proses Pencucian Gerbong Kereta Api, KAI: Kebersihan Merupakan Aspek Penting untuk Layanan Penumpang

  • Oleh : Redaksi

Kamis, 04/Apr/2024 22:44 WIB
Petugas KAI melakukan pembersihan gerbong kereta api untuk kenyamanan penumpang.(foto/dok.KAI) Petugas KAI melakukan pembersihan gerbong kereta api untuk kenyamanan penumpang.(foto/dok.KAI)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Kebersihan merupakan salah satu aspek yang penting dalam memberikan kenyamanan kepada penumpang. Seperti motor, mobil, ataupun bus, kereta api juga selalu rutin dicuci supaya bersih dan nyaman saat digunakan oleh penumpang. Karena kereta api memiliki rangkaian yang panjang, maka proses pencucian kereta api berbeda dengan kendaraan pada umumnya.

Pencucian pada kereta dilakukan setiap hari saat kereta sedang stabling sebelum jam perjalanan operasional kereta api. Adapun bagian yang dicuci meliputi interior dan eksterior dengan dilakukan sebanyak 10 sampai 12 tenaga profesional yang disesuaikan dengan jumlah kereta dalam satu rangkaian. Untuk sekali pencucian kereta, rata-rata dikerjakan selama 3 sampai 4 jam oleh petugas cuci kereta yang menggunakan peralatan kerja, bahan pembersih, dan pengawasan yang sesuai dengan standar kerja tentunya.

Baca Juga:
Penumpang KRL Jabodetabek Senin Pagi Capai 385.226 Orang

Adapun jenis kereta yang rutin dilakukan pencucian meliputi kereta penumpang baik jarak jauh dan KA lokal, kereta bagasi, kereta makan, kereta makan dengan pembangkit, kereta pembangkit, kereta wisata, dan kereta khusus (inspeksi, Istimewa, luxury, priority, kompartemen, panoramic, rail clinic, dan rail library).

Pada bagian eksternal, pencucian kereta dimulai dari atap kemudian dilanjutkan ke bagian dinding dan bagian bawah (box toilet ramah lingkungan). Selanjutnya untuk bagian interior, pencucian kereta dimulai dari plafon, kemudian dilanjutkan ke bagian dinding, aksesories, lantai, bordes, termasuk toilet. Hasil cucian dipastikan wajib bebas dari debu, bau, noda, bercak, sampah, karat dan permukaan material harus kering oleh petugas.

Baca Juga:
Perpres Pembongkaran Cagar Budaya Stasiun Kedundang Telah Terbit, Dinbud Kulon Progo Tak Bisa Berbuat Banyak

VP Public Relations KAI, Joni Martinus menerangkan bahwa setiap kereta api yang beroperasi menjalani proses cuci secara berkala. Hal ini tidak hanya mencakup pembersihan eksterior, tetapi juga pembersihan interior, termasuk lantai, kursi, dan area umum lainnya. 

"Pencucian kereta dilakukan pada stasiun-stasiun baik di Daop dan Divre yang memiliki fasilitas area cuci kereta. Dengan menjaga kebersihan kereta, KAI berusaha memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan bagi setiap penumpang," ujar Joni, Kamis (4/4/2024).

Baca Juga:
Ayo Serbu Diskon Tarif Kereta Api hingga 25% Hanya di Event Cilacap UMKM Expo 2024

Joni mengatakan, pada proses pencucian, KAI menggunakan air yang berasal dari tanah sumur bor dengan dilakukan proses filterisasi menggunakan mesin filter air (water treatment plant) dan secara berkala dilakukan pengujian/uji laborat kualitas air guna memastikan air bersih dan higienis sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Kesehatan Lingkungan.

Agar tidak memberikan dampak yang tidak baik bagi lingkungan, KAI juga mengutamakan bahan yang tidak merusak lingkungan dengan menggunakan bahan chemical pembersihan yang disertai dengan Material Safety Data Sheet (MSDS)/lembar data bahan kimia. Bahan chemical pembersih yang digunakan dalam pencucian kereta, baik kereta yang berbahan stainless dan bukan stainless steel untuk bagian interior menggunakan floor cleaner, glass cleaner, dust cleaner dan multi purpose cleaner, sedangkan untuk bagian eksterior menggunakan wash shampoo dengan tingkat keasaman tidak kurang dan lebih pH 6-8 yang dipastikan tidak merusak material kereta serta masuk dalam kategori bahan pembersih ramah lingkungan. Usai proses pencucian kereta, limbah hasil cuci dialirkan ke saluran air (drainase) yang terhubung dengan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL).

Usai pencucian pada kereta, sebelum kereta digunakan tentunya terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kualitas dan kebersihan oleh pengawas UPT kebersihan dan fasilitas pelayanan menggunakan form/checklist penilaian yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Saat ini KAI telah melakukan berbagai inovasi sebagai langkah dalam mengoptimalkan proses pencucian kereta dengan menggunakan peralatan jet cleaner high pressure dan telah menyusun kajian untuk pembuatan Automatic Train Wash (ATW) di beberapa stabling pencucian kereta.

Joni mengatakan proses cuci kereta tidak hanya sekadar rutinitas, tetapi upaya untuk menjaga standar kebersihan dan kenyamanan dalam layanan transportasi kereta api terlebih KAI terus berinovasi dalam menghadirkan rangkaian kereta terbaru yang tentunya dengan kenyamanan lebih baik. 

"Dengan komitmen yang kuat terhadap kebersihan, penggunaan teknologi modern, dan perhatian terhadap lingkungan, KAI terus memastikan bahwa setiap perjalanan dengan kereta api adalah pengalaman yang aman, nyaman, dan bersih bagi semua penumpang," tutupnya. (fhm)