KAI: 81 Persen Tiket Kereta Api Mudik Lebaran Telah Terjual pada H-4, Ini Rinciannya!

  • Oleh : Fahmi

Sabtu, 06/Apr/2024 11:42 WIB
Foto/dok.KAI Foto/dok.KAI

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Keberangkatan masa Angkutan Mudik Lebaran 2024 tengah berlangsung. Data tersebut untuk pembelian pada periode H-10 (31 Maret) hingga hingga H+10 (21 April).

Penjualan tiket kereta api jarak jauh dan menengah saat ini telah berlangsung dan semakin diburu pemudik untuk Lebaran pulang ke kampung halaman. 

Baca Juga:
Libur Panjang Waisak, KAI Wisata Berikan Promo Ameizing Trip dan Shower & Locker

Sejumlah daerah juga menjadi favorit untuk tujuan para pemudik karena penjualan tiket paling banyak ke tempat stasiun tujuan tertentu.

Hari ini, Sabtu (6/4/2024), PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero mengeluarkan data terbaru mengenai penjualan tiket kereta api jarak jauh (KAJJ) atau menengah pada masa Angkutan Lebaran 2024.

Baca Juga:
Libur Panjang Waisak, KAI Catat Ada Lonjakan Penumpang Kereta Api

Berdasarkan pantauan hingga Hari ini, Sabtu, 6 April 2024, pukul 08.00 WIB, dari data, KAI telah menjual sebanyak 2.643.180 tiket KA jarak jauh atau okupansi 81 persen dari total tiket yang disediakan sebanyak 3.283.204 tiket. 

"Tiket KA Jarak Jauh yang terjual pada periode H-10 (31 Maret) s.d H+10 (21 April) adalah sebanyak 2.643.180 tiket atau 81% dari total tiket yang disediakan sebanyak 3.283.204 tiket," ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus, Sabtu (6/4/2024).

Baca Juga:
Menikmati Kelezatan Kuliner di Dekat Stasiun Kereta Api

Jika melihat presentase, maka penjualan tiket KA menyisakan sekitar 19 persen lagi penjualan tiket KA yang masih tersedia. 

Joni juga merincikan penjualan tiket mulai pada tanggal 31 Mar 2024 (H-10) sebanyak 139.383 tiket, 1 Apr 2024 (H-9): 103.445 tiket, 2 Apr 2024 (H-8): 101.668 tiket, 3 Apr 2024 (H-7): 123.382 tiket, 4 Apr 2024 (H-6): 144.122 tiket, 5 Apr 2024 (H-5): 178.105 tiket, 6 Apr 2024 (H-4): 166.246 tiket, 7 Apr 2024 (H-3): 149.132 tiket, 8 Apr 2024 (H-2): 140.893 tiket, 9 Apr 2024 (H-1): 128.007 tiket, 10 Apr 2024 (H1): 112.058 tiket, 11 Apr 2024 (H2): 141.015 tiket, 12 Apr 2024 (H+1): 150.342 tiket, 13 Apr 2024 (H+2): 145.599 tiket, 14 Apr 2024 (H+3): 145.638 tiket, 15 Apr 2024 (H+4): 133.065 tiket, 16 Apr 2024 (H+5): 100.532 tiket, 17 Apr 2024 (H+6): 86.972 tiket, 18 Apr 2024 (H+7): 69.772 tiket, 19 Apr 2024 (H+8: 64.935 tiket, 20 Apr 2024 (H+9): 61.027 tiket, dan 21 Apr 2024 (H+10) sebanyak 57.842 tiket.

Dirincikan pula penjualan tiket KA favorit untuk masa Angkutan Lebaran, yaitu diawali dengan KA Airlangga relasi Pasarsenen - Surabaya Pasar Turi (PP), KA Sri Tanjung relasi Lempuyangan - Ketapang (PP), KA Pasundan relasi Kiaracondong - Surabaya Gubeng (PP), KA Bengawan relasi Pasarsenen - Purwosari (PP), KA Kahuripan relasi Kiaracondong - Blitar (PP), KA Matarmaja relasi Pasarsenen - Malang (PP), KA Kertajaya relasi Pasarsenenen - Surabaya Pasarturi  (PP), KA Jayakarta relasi Pasarsenen - Surabaya Gubeng (PP), KA Kertajaya relasi Pasarsenenen - Surabaya Pasarturi (PP), dan KA Progo relasi Pasarsenen - Lempuyangan (PP).

Dirincikan 10 Relasi Terpadat

10 Stasiun Keberangkatan Terpadat
1. Pasarsenen
2. Gambir
3. Surabaya Pasarturi
4. Surabaya Gubeng
5. Solo Balapan
6. Malang
7. Bandung
8. Semarang Tawang Bank Jateng
9. Ketapang
10. Kiaracondong

10 Stasiun Tujuan Terpadat
1. Pasarsenen
2. Gambir
3. Surabaya Pasarturi
4. Surabaya Gubeng
5. Semarang Tawang Bank Jateng
6. Bandung 
7. Solo Balapan
8. Malang
9. Ketapang
10. Kiaracondong

10 Relasi Terpadat
1. Surabaya Pasarturi - Pasarsenen
2. Pasarsenen -  Surabaya Pasarturi 
3. Malang - Pasarsenen
4. Kiaracondong - Surabaya Gubeng
5. Pasarsenen - Malang
6. Surabaya Gubeng - Kiaracondong
7. Blitar - Pasarsenen
8. Lempuyangan - Pasarsenen
9. Pasarsenen - Blitar
10. Pasarsenen - Lempuyangan


Pembelian Tiket KA Angkutan Lebaran

Joni juga menjelaskan, jika tiket yang diinginkan sudah habis, pelanggan dapat memilih tanggal dan rute alternatif atau memanfaatkan fitur Connecting Train di aplikasi Access by KAI yang akan membantu memberikan opsi perjalanan dengan mengombinasikan jadwal kereta yang bersifat persambungan.

KAI terus melakukan inovasi terbaru untuk meningkatkan pelayanan kepada penumpang, salah satunya dengan menerapkan sistem antrean saat pembelian tiket kereta api jarak jauh. Fitur sistem antrean atau waiting room adalah sistem antrean online yang diterapkan oleh KAI pada aplikasi Access by KAI dan website booking.kai.id pada saat pemesanan tiket untuk mengatur aliran pemesanan tiket secara lebih terorganisir, terutama pada saat trafik pemesanan tinggi. Fitur ini membantu memastikan bahwa website dan aplikasi tetap stabil dan pengguna dapat memesan tiket dengan lebih adil dan teratur.

Saat Anda mengakses aplikasi Access by KAI atau website booking kai.id untuk pemesanan tiket kereta pada periode sibuk, maka Anda akan dimasukkan ke dalam Waiting Room. Secara sistem di belakang Anda akan mendapatkan nomor antrean dan harus menunggu giliran Anda untuk bisa mengakses sistem pemesanan tiket. Waktu tunggu bisa bervariasi tergantung pada jumlah pengguna yang sedang online.

Jika Anda keluar dari Waiting Room sebelum giliran Anda, Anda akan kehilangan posisi antrean Anda dan harus memulai dari awal jika ingin kembali masuk antrean. Oleh karena itu, disarankan untuk tetap dalam Waiting Room hingga giliran Anda tiba.

Setelah masuk ke tampilan jadwal yang dicari, pengguna akan diberikan waktu selama 5 menit untuk memilih jadwal atau menggeser tab tanggal ke tanggal sebelumnya atau tanggal berikutnya. Namun jika Anda dalam waktu 5 menit tidak memilih jadwal kereta atau idle di halaman pemilihan jadwal kereta, Anda akan diarahkan kembali ke dalam waiting room.

“Kami mengingatkan kepada pelanggan agar teliti dalam menginput tanggal, memilih rute, dan memasukkan data diri pada saat melakukan pemesanan. Rencanakan perjalanan sebaik mungkin termasuk estimasi waktu perjalanan menuju ke stasiun agar tidak tertinggal keretanya," kata Joni.

Untuk mengakomodasi lonjakan permintaan masyarakat akan layanan kereta api pada periode Angkutan Lebaran ini, KAI akan menambah perjalanan kereta api seperti yang selalu kami lakukan saat periode peak season. Untuk detail perjalanan KA tambahan tersebut, akan kami infokan pada kesempatan lebih lanjut.

Sementara untuk tarif tiket kereta api di periode Angkutan Lebaran, tetap mengacu pada ketentuan Tarif Batas Bawah (TBB) - Tarif Batas Atas (TBA) untuk kereta api yang termasuk dalam KA Komersial. Adapun harga tiket untuk KA Public Service Obligation (PSO) atau yang mendapat subsidi, tarifnya selalu tetap sesuai dengan tarif yang telah ditentukan oleh pemerintah. (fhm)