Antisipasi Puncak Arus Balik Tol Cikampek, Pemerintah Terapkan Rekayasa Lalin

  • Oleh : Naomy

Selasa, 16/Apr/2024 05:24 WIB
Menko Muhajir, Menhub, Kapolri, dan lainnya pantau arus balik di Cikampek Menko Muhajir, Menhub, Kapolri, dan lainnya pantau arus balik di Cikampek


CIKAMPEK (BeritaTrans.com) - Pemerintah menetapkan langkah antisipatif guna menghadapi puncak arus balik pada h+4 Lebaran serta hari setelahnya di tol Cikampek. 

Hal ini terungkap usai Rapat Koordinasi Penanganan Arus Balik di KM70 Cikampek yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kakorlantas Irjen. Pol. Aan Suhanan dan Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur, di Kantor Jasa Marga KM 70, Cikampek, Senin (15/4/2024).

Baca Juga:
Hari Kebangkitan Nasional, DAMRI Dukung Pemanfaatan Teknologi Terkini

Menhub mengatakan, sejumlah rekayasa lalu lintas (lalin) telah disiapkan, di antaranya dengan rekayasa contraflow 3 lajur. 

Selain itu, dilakukan pengalihan ke jalur Jakarta-Cikampek 2 Selatan maksimal 500 kendaraan per jam pada siang dan malam hari. 

Baca Juga:
Awas Macet, Ada Perbaikan Jalan di Tol Jagorawi hingga 26 Mei

Peningkatan keselamatan lajur contraflow juga akan ditingkatkan dengan himbauan kepada pengguna jalan terkait penggunaan lajur Contraflow dan tidak berhenti di bahu jalan.

"Hari ini adalah hari puncak di mana diperhitungkan ada kenaikan dari hari sebelumnya, menjadi paling tidak 190.000 kendaraan yang akan melintas di tol Cikampek dalam satu hari. Kami telah membuat langkah antisipatif guna menghadapinya," ujar Menhub.

Baca Juga:
BPTD Kelas III D.I.Yogyakarta Gelar Pekan Keselamatan Jalan dan Rayakan HUT Pertama

Tak hanya rekayasa lalin, penyebaran waktu pada arus balik juga perlu dilakukan agar tidak terkonsentrasi pada satu waktu tertentu dan ruas tertentu. 

Oleh karena itu, dia kembali mengingatkan agar masyarakat yang bisa menunda waktu pulangnya agar dapat menunda terlebih dahulu waktu kepulangannya.

"Oleh karenanya, masyarakat juga harus mendukung dengan partisipasi masing-masing kondisi. Kalau bisa WFH atau tunda pulang, ditunda dulu. Bagi ASN, keputusan Presiden untuk memberikan toleransi WFH bagi ASN tolong dimanfaatkan. Harapannya kepadatan jalan tidak maksimal," jelas Menhub.

Sementara Menko PMK Muhadjir Effendy menyampaikan secara umum mudik kali ini berjalan lancar. Salah satunya dilihat dari menurunnya angka kecelakaan.

"Secara umum capaian angkutan Lebaran kali ini sudahh sangat baik.Terutama dari sisi angka kecelakaan. Dibanding tahun lalu, rata-rata angka kecelakaan, jumlah korban meninggal, dan jumlah santunan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Kita memang mengutamakan keselamatan, harus zero accident," ujar Menko Muhadjir.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit menyatakan, pihaknya juga telah menyiapkan langkah antisipatif jika terjadi kepadatan luar biasa pada jalur tol dari Semarang hingga Jakarta.

"Kalau jalur tol penuh, kami siapkan jalur arteri di titik-titik tertentu, akan kita buka. Apabila terjadi kepadatan dan lalu lintas tidak bergerak, kita akan buka jalur arteri untuk beberapa waktu. Kebijakan one way dan contra flow juga tetap akan kita laksanakan termasuk peralihan arus di jalur arteri," ujar Kapolri.

Sebagai informasi Jasa Marga juga memberikan intensif tol berupa potongan tarif tol 20%, berlaku pada 17 April 2023 pukul 05.00 WIB sampai dengan 19 April 2023 pukul 05.00 WIB. 

Potongan ini berlaku untuk perjalanan menerus Semarang hingga Jakarta, untuk transaksi di Gerbang Tol Kalikangkung menuju Gerbang Tol Cikampek Utama. 

Kemudian berdasarkan data yang disampaikan Jasa Marga kendaraan yang balik atau masuk kembali ke Jakarta sampai dengan 15 April 2024 pukul 06.00 WIB telah mencapai 51,5 persen dari total proyeksi. (omy)