Tingkatkan Kapasitas Bongkar Muat Curah Kering, Pelindo Tambah 2 Unit Mini Bulldozer

  • Oleh : Redaksi

Rabu, 24/Apr/2024 13:14 WIB
Foto istimewa/SPSL/Pelindo Foto istimewa/SPSL/Pelindo

MEDAN - (BeritaTrans.com) – Dalam rangka meningkat layanan bongkar muat curah kering di kawasan Dumai, Riau. PT Prima Multi Peralatan atau (“PMP”) terpilih sebagai penyedia 2 (dua) unit Mini Bulldozer.

Baca Juga:
Penetapan Standar Minimum Gaji Pokok Awak Kapal di Kapal Berbendera Indonesia Dibahas

Direktur PT Prima Multi Peralatan, Hendri Indra menilai bahwa PMP sebagai perusahaan di bawah Subholding Pelindo Solusi Logistik (SPSL) dan Pelindo Group yang bergerak di bidang pemeliharaan, perbaikan, dan pengadaan peralatan pelabuhan, alat berat, kapal, dan peralatan pelabuhan lainnya telah melakukan layanan yang proaktif dan sesuai kontrak pekerjaan.

“Saat ini, PMP telah melakukan pekerjaan penyedia 2 (dua) unit Mini Bulldozer milik PT Pelindo Multi Terminal Branch Dumai. Mini Bulldozer dengan jenis Bulldozer D31EX-22 bermerk Komatsu merupakan rawler dozer bertipe power angel tilt yang memiliki kapasitas blade 1,61 m3 dengan kecepatan 0-8,5 km/jam dan kekuatan motor penggerak 78 HP / 58 KW,” Ujar Hendri Indra (22/4).

Baca Juga:
Menhub Resmikan Pengoperasian Kapal KM. Dharma Kencana V di Pelabuhan Tanjung Perak

Mini bulldozer ini direncanakan akan digunakan di lokasi perkebunan dan pertambangan, yang pada umumnya tersedia dalam berbagai model dan bentuk yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan bongkar muat.

"Mini bulldozer tersebut memiliki kapasitas blade 1,61 m3 dan dapat digunakan untuk mendorong material pada permukaan tanah yang keras," tambah Hendri Indra.

Baca Juga:
Direktur KPLP Tutup Temu Teknis RSO di Batam

Dalam setiap layanan, PMP terus melakukan upaya meningkatkan awareness dan penerapan aspek keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) yang diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan kerja di lapangan.

“PMP akan bertanggung jawab penuh atas semua layanan yang diberikan dan terus mendukung program-program Pelindo, baik dari sisi standarisasi proses bisnis, dan operasional untuk peningkatan kinerja”, tutup Hendri Indra.(ahmad) 

 

Tags :