Kinerja Keuangan AirAsia Indonesia Sepanjang 2023 Meningkat Pesat

  • Oleh : Naomy

Sabtu, 11/Mei/2024 19:33 WIB
Armada Indonesia AirAsia Armada Indonesia AirAsia

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Maskapai berbiaya hemat terbaik dunia versi Skytrax, Indonesia AirAsia, mencatatkan peningkatan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang tahun 2023.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis pada Kamis (9/5/2024), pendapatan perusahaan meningkat  75,24% year-on-year (yoy) menjadi Rp 6,62 triliun.

Baca Juga:
Hore, Indonesia AirAsia Kembali Bagi-Bagi Kursi Gratis

“Seiring Indonesia AirAsia masih melanjutkan pemulihan kinerjanya dari pandemi, sebagian besar pendapatan  berasal dari operasi penerbangan, di mana penjualan tiket kursi pesawat memberikan kontribusi sebesar Rp5,63 triliun, diikuti pendapatan dari bagasi sebesar Rp731,74 miliar," jelas Direktur Utama Indonesia AirAsia, Veranita  Yosephine Sinaga, di Jakarta, Sabtu (11/5/2024⁵).

Selain itu, pendapatan juga berasal dari layanan penerbangan sebesar Rp125,85 miliar, kargo Rp44,26 miliar dan charter Rp14,08 miliar.
 
Menurutnya, Denpasar menjadi sumber pendapatan utama senilai Rp2,63 triliun, diikuti oleh Jakarta senilai Rp2,58 triliun. 

Baca Juga:
Dampak Erupsi Gunung Ruang dan Bandara Samratulangi Ditutup Sementara, 2 Penerbangan IAA Rute Kinabalu Dibatalkan

Sementara itu, Surabaya dan Medan masing-masing mencatat angka Rp784 miliar dan Rp624 miliar.

"Meskipun terjadi kenaikan harga bahan bakar serta biaya perbaikan dan pemeliharaan, perusahaan masih menghasilkan pendapatan," ujarnya.

Baca Juga:
Selama Libur Lebaran, Indonesia AirAsia Angkut 310.000 Penumpang

Kata Veranita, manajemen Indonesia AirAsia sedang aktif dalam memeroleh sumber pendanaan melalui beberapa  skema potensial. Selain itu, manajemen PT AirAsia Indonesia Tbk. (AAID/CMPP) juga aktif mencari solusi untuk mengatasi tantangan ini dan memastikan kelangsungan operasional perusahaan.

Hingga saat ini, operasional penerbangan Indonesia AirAsia berjalan lancar, melayani pengangkutan penumpang dan barang tanpa gangguan, baik untuk penerbangan domestik maupun  internasional," ungkapnya.

Veranita juga menegaskan komitmen Indonesia AirAsia untuk terus meningkatkan strategi keberlanjutan dan kelangsungan perusahaan. 

Langkah strategis ini tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga turut membantu pemerintah dalam menjaga stabilitas industri penerbangan di Tanah Air.

Per Maret 2024, Indonesia AirAsia melayani 33 rute, termasuk 12 rute domestik dan 21 rute internasional.

Tingkat ketepatan waktu (OTP/On Time Performance) meningkat 14% dari 73%
pada kuartal pertama 2023 menjadi 87% pada kuartal pertama 2024. Tingkat keterisian penumpang (Load Factor) pada kuartal pertama 2024 tercatat sebesar 83%, meningkat 2% dari kuartal pertama 2023. 

"Jumlah penerbangan selama kuartal pertama 2024 tercatat sebanyak 10,874 penerbangan meningkat sebesar 30% dari kuartal pertama 2023," imbuhnya. 

Total penumpang tercatat sebanyak 1,63 juta atau meningkat sebesar 33% dari kuartal pertama 2023. Secara  operasional, AAID/CMPP mengalami kerugian sebesar Rp702,62 miliar. Setelah ditambah dengan beban keuangan dan pajak, total kerugian yang dicatatkan perusahaan mencapai Rp1,08 triliun.

Berdasarkan laporan neraca AAID/CMPP akhir Desember 2023, kas perusahaan senilai Rp56,25 miliar, naik lebih dari dua kali lipat dari awal tahun karena pertumbuhan kas dari aktivitas operasional yang meningkat.

"Aset AAID/CMPP tercatat sebesar Rp6,12 triliun, tumbuh 14,17%, sementara liabilitas AAID/CMPP mencapai Rp 14,02 triliun, naik 15,17% year-on-year (yoy)," tutup Veranita. (omy)