Jelang Puncak Perayaan Waisak 2024, Puluhan Bhikkhu Thudong akan Dilepas dari TMII Besok

  • Oleh : Naomy

Senin, 13/Mei/2024 15:40 WIB
Perayaan Waisak di Candi Borobudur (ist) Perayaan Waisak di Candi Borobudur (ist)

 

JAKARTA (BeritaTrans.com) - – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang dikelola InJourney Destination Management (PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko) bagian dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau dikenal dengan InJourney akan gelar penyambutan dan pelepasan Bhikkhu Thudong sebagai rangkaian perayaan Waisak 2024. 

Baca Juga:
Mantap, Konser Westlife di Candi Prambanan Sedot Lebih dari 8.000 Penonton

TMII mengundang khalayak luas untuk hadir menyaksikan acara yang akan berlangsung pada Selasa (14/5/2024) pukul 16.00 WIB. 

Hanya dengan membeli tiket masuk TMII, masyarakat dapat turut menjadi saksi penyambutan para Bhikku dan acara-acara menarik lainnya sebagai pendukung kegiatan. 

Baca Juga:
Libur Waisak, Pengunjung Candi Borobudur Naik 63%

Akan hadir sebanyak 40 Bhikkhu yang  memulai perjalanan Thudong dari Taman Mini Indonesia Indah menuju Taman Wisata Candi Borobudur, di Magelang, Jawa Tengah untuk merayakan Hari Tri Suci Waisak 2568 BE. 

InJourney berkolaborasi dengan seluruh stakeholders juga menyiapkan penyambutan dan pelepasan Bhikkhu kali ini.

Baca Juga:
Candi Borobudur Sukses jadi Pusat Perayaan Waisak dan Sedot Wisatawan

“Acara penyambutan ini sebagai bentuk penghormatan dan dukungan InJourney Group kepada para Bhikkhu yang akan melakukan perjalanan ke Candi Borobudur dalam rangka ibadah menyambut Waisak 2024. Kami berharap rangkaian acara dari TMII hingga nanti di Candi Borobudur dapat berjalan baik,lancar, dan para Bikkhu akhirnya bisa menjalankan ibadahnya dengan penuh khidmat,” kata Direktur Pemasaran dan Program Pariwisata InJourney, Maya Watono, Senin (13/5/2024).

TMII dipilih karena merupakan simbol Kebhinekaan Indonesia. Berdiri di atas lahan seluas 150 hektare di Jakarta Timur, TMII menampilkan kebudayaan dari 33 provinsi di Indonesia dalam bentuk miniatur kepulauan Indonesia di Danau Archipelago. 

TMII dengan konsep pengelolaan yang green, smart, culture, dan inclusive, kini juga menjadi ikon wisata kultural dan sarana edukasi keragaman budaya Indonesia yang mumpuni. 

“TMII mewakili beragam kebudayaan Indonesia menjadi satu harmoni yang indah. Kami berharap acara penyambutan Bhikkhu ini bisa semakin menyuarakan tentang indahnya hidup selaras di tengah-tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Sebagai bentuk komitmen, kami telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan acara dapat berlangsung dengan baik sesuai rencana, sehingga para Bhikkhu dan pengunjung mendapatkan pengalaman spiritual yang mengesankan melalui beragam prosesi acara dalam rangka Waisak 2024,” tutur  Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis InJourney Destination Management Hetty Herawati

InJourney Group mengedepankan kolaborasi berbagai pihak dalam menyiapkan penyambutan 40 Bhikkhu yang berasal dari berbagai negara ASEAN seperti Thailand, Malaysia, Singapura, dan Indonesia sendiri. 

Prosesi penyambutan akan dimulai dengan pengambilan Lentera Air di Anjungan Yogyakarta dalam kompleks TMII. 

Lentera Air itu akan diisi dengan berbagai harapan yang menggambarkan semangat perayaan Waisak kali ini. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa lintas agama dan pelepasan satwa di Promenade Archipelago, masih di area yang sama. 

Selain itu, TMII juga menyajikan atraksi Dancing Fountain Show yang merupakan salah satu pertunjukan andalan di TMII akan ditampilkan menjadi bagian dari rangkaian penyambutan Bhikkhu Thudong ini. 

Kemudian acara akan dilanjutkan dengan walking meditation dan larung lentera Harapan Semesta di sekitar Danau Archipelago bersama-sama oleh masyarakat yang hadir.

Perayaan Tri Suci Waisak Nasional 2568 BE/2024 yang jatuh pada Kamis, 23 Mei 2024, pukul 20.52.42 akan berpusat di Kompleks Candi Borobudur mengangkat tema “Untuk Hidup Bahagia sebagai Makhluk dan Manusia, Marilah Kita Meningkatkan Kesadaran yang Diajarkan oleh Sang Buddha; Hindarilah Keserakahan Duniawi, Kebodohan, Kemarahan, dan Kebencian.”

Di dalam puncak perayaan akan digelar antara 23 Mei sampai dengan 24 Mei beberapa rangkaian acara di antaranya Kirab Waisak dari Candi Mendut ke Candi Borobudur, peringatan detik-detik Waisak, pradaksina Candi Borobudur, dan pelepasan lampion Waisak, serta melakukan mindful walking meditation yaitu merasakan kesakralan Candi Borobudur melalui pradaksina dan meditasi untuk masyarakat umum. 

"Seluruh kolaborasi yang kokoh ini diharapkan mampu menciptakan perwujudan sesuai semangat tema Waisak sepenuhnya," pungkasnya. (omy)