Menhub Naik Transjakarta, Dorong Daerah Tingkatkan Transportasi Umum

  • Oleh : Naomy

Minggu, 09/Jun/2024 16:41 WIB
Menhub sapa penumpang Transjakarta Menhub sapa penumpang Transjakarta

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Direktur Jenderal Perhubungan Darat Risyapudin Nursin, naik bus Transjakarta. Naik dari halte Patra Kuningan dan turun di Halte Ragunan, Jakarta Selatan, Ahad (9/6/2024).

Pada kesempatan itu, Menhub menyapa dan ajak mengobrol penumpang bus Transjakarta.

Baca Juga:
Tingkatkan Minat Masyarakat Gunakan Angkutan Umum, Hadir Bus Baru Berkualitas

Menhub memastikan pelayanan Transjakarta berjalan baik dan mengajak masyarakat untuk menggunakan transportasi umum massal perkotaan. 

"Pagi ini saya bersama Dirjen Perhubungan Darat yang baru Pak Risyapudin mau memastikan bahwa angkutan umum massal perkotaan di Jakarta berjalan dengan baik," ungkap Menhub.

Baca Juga:
Pengemudi Transportasi Online Diminta Tingkatkan Keselamatan Berkendara

Dia menyampaikan, Jakarta dapat menjadi contoh daerah lain dalam pengembangan transportasi umum massal perkotaan. 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan subsidi untuk transportasi umum, termasuk Transjakarta. Dengan subsidi dari pemerintah, tarif bus Transjakarta lebih terjangkau bagi masyarakat.

Baca Juga:
Menhub: Pembatasan Umur Operasional Angkutan Umum Perlu Dikaji Kembali

"Jakarta memang kota yang menjadi contoh dan kota lain harus melakukan itu. Tadi saya berbincang dengan penumpang dan mereka enjoy naik Transjkarta dengan tarif Rp 3.500. Kalau pagi sebelum pukul 07.00, tarifnya hanya Rp 2.000. Oleh karenanya saya mengajak masyarakat, yuk naik angkutan umum massal," bebernya.

Menhub mendorong pemerintah daerah lain yang belum menerapkan, agar memberikan layanan transportasi umum massal perkotaan, untuk mengurangi pemakaian kendaraan pribadi sehingga dapat menekan angka kemacetan.

Melalui  Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kemenhub kata dia, masih terus memberikan layanan angkutan umum massal perkotaan berbasis jalan, yakni dengan skema pembelian layanan atau Buy The Service dengan nama Teman Bus di tahun 2024. 

"Subsidi Buy The Service yang telah disiapkan sebesar Rp 444,70 miliar," tutur Menhub. (omy)