Kemenparekraf Gandeng KAI Wisata dalam Misi Penjualan di Tiongkok

  • Oleh : Naomy

Selasa, 11/Jun/2024 11:39 WIB
Kemeparekraf dan KAI Wisata Kemeparekraf dan KAI Wisata

 

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menyelenggarakan misi penjualan di Tiongkok dengan menggandeng PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) sebagai official partner. 

Baca Juga:
KAI Wisata Hadirkan Lawang Sewu Night 2024, Catat Jadwal dan Segini Harga Tiketnya!

Menparekraf/Baparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (10/06/2024), mengatakan Tiongkok adalah pasar utama bagi Indonesia dengan total kunjungan 2 juta wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung sebelum pandemi.

”Misi penjualan ini diharapkan dapat menarik kedatangan wisatawan asal Tiongkok dan menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata favorit wisman global,” ujar Menparekraf.

Baca Juga:
KAI Wisata Jadi Official Partner Misi Penjualan di Pasar Tiongkok Bersama Kemenparekraf

Misi penjualan ini digelar di dua kota, yaitu Shanghai pada 3 Juni 2024 dan Beijing pada 6 Juni 2024.

Misi Penjualan ini diikuti oleh 20 industri pemain pasar Tiongkok dari Indonesia yang sudah terkurasi meliputi travel agent/tour operator, destination management company (DMC), akomodasi/hotel, maskapai, dan atraksi wisata.

Baca Juga:
Ayo Kunjungi Historical Food Truck Fest Lawang Sewu 2024, KAI Wisata Hadirkan Bebagai Kuliner

Data menunjukkan rata-rata lama tinggal (length of stay) wisman Tiongkok di Indonesia berkisar antara 8 hingga 10,71 hari, dengan rata-rata pengeluaran per kedatangan atau Average Spending per Arrival (ASPA) mencapai 1.386,55 dolar AS. 

Angka ini setara dengan 
ASPA wisman Eropa yang terkenal royal ketika berwisata.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan Kemenparekraf menargetkan sejumlah 1 juta-1,5 juta kunjungan wisman Tiongkok dan 14,3 juta kunjungan wisman dari seluruh dunia pada 2024. 

Pertumbuhan ekonomi dan bisnis yang sangat pesat menjadikan Tiongkok sebagai salah satu pasar utama yang sangat penting untuk mendatangkan wisatawan.

“BPS mencatat per Januari hingga Maret 2024, kedatangan wisman Tiongkok mencapai 286.375 kunjungan,” ungkap Made.

Wisman Tiongkok menurutnya, menempati posisi 4 penyumbang wisman terbanyak dengan total kunjungan ke Indonesia pada 2023 mencapai 787.024 orang.

”Penerbangan langsung dari Tiongkok ke Indonesia menjadi stimulus besar bagi wisatawan Tiongkok untuk berkunjung ke berbagai destinasi di Indonesia. Oleh karena itu, kami juga sangat mendorong berbagai maskapai untuk meningkatkan frekuensi sekaligus membuka rute-rute baru ke kota lain di Indonesia,” imbuhnya.

Made menambahkan, berdasarkan data Amadeus, per Mei 2024 terdapat penerbangan langsung dari 14 kota asal Tiongkok seperti Beijing, Shanghai, Xiamen, Guangzhou, Fuzhou, Wuhan, Wenzhou, Shenzhen, Nanjing, and Hangzhou ke Bali, Jakarta, Manado, dan Batam dengan total seat capacity lebih dari 1,1 juta, yang dioperasikan 13 maskapai.

Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf/Baparekraf, R. Wisnu Sindhutrisno, mengatakan, Misi Penjualan di Pasar Tiongkok 2024 ini adalah wujud nyata collaborative marketing dengan berbagai mitra strategis Kemenparekraf/Baparekraf yaitu KAI Wisata sebagai official partner, yang juga didukung oleh KBRI Beijing, KJRI Shanghai, Juneyao Airlines, Papatonk, dan Rumah Atsiri Indonesia.

”Kami memberikan apresiasi yang tinggi atas hadirnya KAI Wisata sebagai official partner dalam misi penjualan ini. Kami berharap kolaborasi yang baik seperti ini dapat terus berjalan di masa depan dan menghasilkan banyak manfaat untuk mendorong kunjungan wisman Tiongkok ke Indonesia,” ujar Wisnu.

Managing Director of Operation KAI Wisata, Wawan Ariyanto, mengatakan, sebagai mitra co-branding Wonderful Indonesia, KAI Wisata sangat senang dapat berpartisipasi pada kegiatan Misi Penjualan di Pasar Tiongkok 2024, sehingga dapat mempromosikan layanan dan produk KAI Wisata, khususnya Kereta Wisata kepada para buyers di Tiongkok.

“KAI Wisata bisa menjadi salah satu pilihan berwisata yang unik dan istimewa bagi para wisatawan Tiongkok saat berkunjung ke Indonesia, di mana para wisatawan dapat menikmati pemandangan alam Indonesia yang sangat indah di sepanjang jalur Kereta Api,” tutur Wawan.

Selain itu, kata Wawan, KAI Wisata juga mengelola bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Museum Kereta Api di Semarang yang masih mengoperasikan kereta uap, yang juga bisa menjadi destinasi wisata menarik. (omy)