Ditjen Hubla Tingkatkan SDM Profesional Demi Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Optimal

  • Oleh : Naomy

Selasa, 11/Jun/2024 17:46 WIB
Pelartihan SDM Kepelabuhanan Pelartihan SDM Kepelabuhanan

 

JAKARTA (BeritaTrans.com) -  Mendorong pembangunan fasilitas pelabuhan laut yang optimal sehingga dapat menunjang kelancaran arus barang dan penumpang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitarnya, Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Kepelabuhanan menggelar Pelatihan Peningkatan Keterampilan Teknis bagi KPA, PPK, Kontraktor Pelaksana dan Konsultan Supervisi Kegiatan Pembangun Fasilitas Pelabuhan TA. 2024.

Baca Juga:
Kemenhub Awasi Pemberian Gaji Pokok Awak Kapal Berbendera Indonesia

Pelatihan dilaksanakan di Jakarta selama empat hari yakni 11 s.d. 14 Juni 2024.

"Pelatihan peningkatan keterampilan teknis ini merupakan wadah yang tepat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya tenaga-tenaga profesional dalam rangka pengelolaan pekerjaan pembangunan fasilitas pelabuhan," tegas Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt. Antoni Arif Priadi di Jakarta, Selasa (11/6/2024).

Baca Juga:
Kemenhub Teken Kerja Sama Operasi Ship To Ship Transfer di Perairan Muara Jawa

Pelatihan ini kata dia, merupakan tugas Direktorat Kepelabuhanan sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Pehubungan Nomor 17 Tahun 2022 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan pasal 251 yaitu melaksanakan pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang perancangan dan program pembangunan fasilitas pelabuhan.

Melalui pelatihan ini diharapkan para pengelola anggaran dan pengguna jasa (stakeholder) dapat memiliki pengetahuan, keterampilan, kemampuan profesi bidang pelaksanaan, pengawasan pekerjaan pembangunan fasilitas pelabuhan.

Baca Juga:
Ditjen Hubla Terbitkan SE Kewajiban Mengaktifkan AIS Kapal

"Selain itu, Para pengelola anggaran dan pengguna jasa (stakeholder) juga dapat meningkatkan kualitas pekerjaan pembangunan fasilitas pelabuhan yang tepat mutu, tepat waktu, tepat biaya, dan akuntabel," tuturnya.

Pelatihan ini diikuti KPA, PPK, Kontraktor Pelaksana dan Konsultan Supervisi dengan melibatkan narasumber eksternal dari Kementerian Keuangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, PT TTWHA JO, serta akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) maupun narasumber internal dari Kementerian Perhubungan.

Narasumber-narasumber tersebut menyampaikan materi terkait kebijakan dan standarisasi teknis di bidang penganggaran, pelaksanaan dan pengendalian kontrak pekerjaan konstruksi, penggunaan network planning dan lintasan kritis / Critical Path Method (CPM) untuk mengontrol waktu pelaksanaan konstruksi.

Kemudian juga menyampaikan materi terkait penggunaan metode dalam pengendalian pelaksanaan pekerjaan pembangunan fasilitas pelabuhan laut di lingkungan Direktorat Jenderal Pelabuhan Laut. (omy)