Garuda Mulai Laksanakan Fase Pemulangan Jemaah Haji dari Tanah Suci

  • Oleh : Naomy

Minggu, 23/Jun/2024 20:02 WIB
Pemulangan jemaah haji dari Tanah Suci Pemulangan jemaah haji dari Tanah Suci

 

JAKARTA (BeritaTrans.com)  – Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia secara resmi mulai melaksanakan Penerbangan Haji Fase II (Kepulangan) 1445 H/2024 M untuk memulangkan para jemaah haji kembali ke Tanah Air. 

Baca Juga:
Trafik Kargo Garuda Semester Q1-2024 Tumbuh 40,6%, Pasar Internasional Diperluas

Adapun pada Sabtu (22/6/2024), yang merupakan hari pertama pelaksanaan Fase Pemulangan Haji 1445/2024, Garuda Indonesia menerbangkan sedikitnya 3.300 jemaah haji untuk kembali ke Indonesia, yang berasal dari sembilan kloter dengan lima kota debarkasi, yaitu Lombok (satu kloter); Jakarta (dua kloter); Solo (empat kloter); Banjarmasin (satu kloter); dan Makassar (satu kloter).

Penerbangan kepulangan dari embarkasi Jeddah/Madinah akan diberangkatkan 22 Juni – 3 Juli 2024, sedangkan pada 4 – 21 Juli 2024, para jemaah akan diterbangkan dari embarkasi Madinah. 

Baca Juga:
Garuda Tambah Frekuensi Penerbangan Menuju Bali dari Sydney, Melbourne, dan Seoul

"Awal pelaksanaan Fase Kepulangan Jemaah Haji Indonesia tersebut ditandai dengan penerbangan jemaah Kloter 01 asal Lombok, menggunakan GA-5201, yang diberangkatkan dari Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah pada pukul 07.30 LT dengan mengangkut sekitar 393 penumpang," tutur Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, Ahad (23/6/2024).

Dia mengungkapkan, Garuda terus mengoptimalkan berbagai kesiapan operasional untuk memaksimalkan upaya dalam menghadirkan layanan penerbangan haji yang aman dan nyaman bagi seluruh jemaah haji Indonesia. 

Baca Juga:
Garuda Angkut 14,5 Ton Bantuan Indonesia untuk Korban Longsor di Papua Nugini

“Sebagai maskapai yang dipercaya selama lebih dari enam dekade untuk mengoperasikan penerbangan haji bagi jemaah Indonesia, tentunya merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami untuk dapat turut terlibat menjadi bagian dari momen yang telah dinantikan oleh masyarakat Muslim Indonesia dalam menyempurnakan ibadahnya,” jelasnya.

Irfan menuturkan, hingga saat ini, Garuda bersama seluruh stakeholders terus memperkuat komunikasi intensif untuk memastikan kesiapan layanan bagi para jemaah sejak tiba di bandara, selama perjalanan, hingga tiba di kota tujuan, sesuai dengan standar keamanan dan keselamatan penerbangan.

Hal itu turut mencakup kesiapan seluruh armada penerbangan haji yang telah melewati pengecekan dan perawatan menyeluruh untuk memastikan kelaikan dan keselamatan penerbangan.

Perusahaan kata dia, juga terus berupaya mengoptimalkan layanan bagi para jemaah, khususnya dalam memastikan operasional pemulangan jemaah berjalan lancar. Upaya tersebut turut diselaraskan dengan koordinasi bersama stakeholder kebandaraan di Tanah Suci, khususnya Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi atau General Authority Civil Aviation (GACA), dalam kaitan persetujuan slot penerbangan.

"Berkenan dengan koordinasi bersama otoritas penerbangan tersebut, guna memastikan kelancaran flow pemulangan jemaah haji, pada Fase II operasional penerbangan haji ini Garuda juga turut menyesuaikan jadwal dan asal pemulangan para jemaah pada beberapa kloter dari Bandara Internasional Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah dan Bandara Internasional Prince Muhammad bin Abdul-Aziz, Madinah," uraimya. 

Atas penyesuaian tersebut, Garuda memastikan akan senantiasa mengedepankan layanan terbaik bagi para jemaah yang terdampak kondisi tersebut.

"Berbagai mitigasi operasional juga terus kami optimalkan dengan memerhatikan kesiapan aspek operasional di bandara beberangkatan dari Madinah & Jeddah. Kami akan terus berkoordinasi bersama otoritas penerbangan serta Kementerian Agama jika dirasa perlu adanya penyesuaian operasional dalam memastikan kelancaran flow pemulangan para jamaaah haji Indonesia,” imbuhnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga akan mengintensifkan koordinasi dengan Kementerian Agama serta stakeholder terkait demi memastikan kenyamanan para jemaah yang terdampak penyesuaian tersebut dapat berjalan optimal.

'Di antaranya dengan menyediakan akomodasi, transportasi, serta konsumsi selama perjalanan jemaah antara Madinah dan Jeddah,” jelas Irfan

Dengan berbagai kesiapan yang telah dioptimalkan serta melalui peningkatan layanan yang terus diselaraskan dengan evaluasi kinerja operasional di Fase Keberangkatan, pihaknya berupaya memastikan kelancaran operasional penerbangan haji dalam Fase Pemulangan ini berjalan lancar dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bagi seluruh jemaah haji. (omy)