Kisah Pesawat Boeing 747-400 Kargo Singapore Airlines Mendarat di Bali Gegara Kentut Domba

  • Oleh : Bondan

Minggu, 22/Nov/2020 13:45 WIB
Ilustrasi pesawat Singapore Airlines. Foto: Samchui.com Ilustrasi pesawat Singapore Airlines. Foto: Samchui.com

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Insiden yang unik dialami oleh maskapai Singapore Airlines pada akhir Oktober lalu. Sebuah pesawat kargo B747-400 milik maskapai itu terpaksa mendarat di luar rencana karena sebab yang tak pernah diduga sebelumnya, Selasa (27/10/2015).

Pesawat kargo B747-400 Singapore Airlines dengan registrasi 9V-SFI dan nomor penerbangan SQ-7108 tersebut sedang terbang dari Sydney (Australia) menuju Kuala Lumpur (Malaysia).

Baca Juga:
Singapore Airlines Rilis Obligasi Rp 5 Triliun Usai PHK 2.400 Staf

Pesawat tersebut diawaki oleh empat orang kru dan mengangkut kargo binatang ternak, yaitu domba sebanyak 2.186 ekor.

Dikutip KompasTekno dari The Aviation Herald, pada ketinggian jelajah 32.000 kaki, dan di posisi 400 mil laut sebelah selatan Denpasar (Indonesia), kru pesawat mendapati indikator asap di kokpit menyala, memberitahu bahwa ada asap di kabin kargo pesawat.

Baca Juga:
Garuda Layani Rute Baru Balikpapan-Tarakan

Kru kemudian mengambil tindakan darurat dengan menurunkan ketinggian jelajah ke 25.000 kaki, lalu mengalihkan pendaratan ke bandara terdekat, yaitu di bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali.

Pesawat kargo 747 itu pun mendarat dengan selamat 45 menit kemudian. Namun, tim emergency darat di bandara Ngurah Rai yang memeriksa pesawat tidak menemukan adanya asap, baik di luar maupun di dalam kabin. Tidak ada bekas api, panas, atau asap.

Baca Juga:
Singapore Airlines Implementasikan iCargo

Usut punya usut, indikator asap itu menyala akibat gas yang dikeluarkan oleh kentut domba, serta kotoran yang dikeluarkan.

Mengetahui tidak ada asap atau api yang berbahaya, SQ7108 kembali melanjutkan perjalanan setelah 2,5 jam berada di darat, dan sampai di Kuala Lumpur 2,5 jam kemudian. (Tribunnews.com)